BeritaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Lima Hari Pencarian, Penyelam Kapal Karam di Perairan Probolinggo Ditemukan Meninggal

Published Oktober 5, 2026 · Updated Oktober 5, 2026 · By James Lopez - beritanaya.com

Foto : James Lopez - beritanaya.com

Lima Hari Pencarian Penyelam Kapal Karam Berakhir di Perairan Probolinggo

Beritanaya.com – Lima Hari Pencarian Penyelam Kapal karam di Perairan Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada hari kelima operasi pencarian, Senin (5/10).

Korban ditemukan sekitar pukul 12.30 WIB dalam keadaan mengapung di permukaan laut. Lokasi penemuan berjarak kurang lebih 7,4 nautical mile (Nm) dari titik awal kejadian di sekitar kapal karam. Penemuan tersebut mengakhiri rangkaian pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan sejak korban dilaporkan hilang saat melakukan penyelaman.

Kepala Kantor SAR Banyuwangi I Made Oka Astawa menyampaikan bahwa posisi korban berada pada heading 72 derajat dari lokasi kejadian. Titik penemuan berada di koordinat 7°37'22.15"S dan 113°31'28.43"E.

Korban kemudian dievakuasi menggunakan perahu nelayan menuju Dermaga Mayangan, Kota Probolinggo.

Setelah proses evakuasi dari lokasi penemuan, korban tiba di Dermaga Mayangan sekitar pukul 15.35 WIB. Selanjutnya, korban dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD dr Moch Saleh untuk penanganan lebih lanjut.

Pencarian Hari Kelima Dibagi Menjadi Dua SRU

Operasi Lima Hari Pencarian Penyelam Kapal tersebut pada hari kelima dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Untuk memperluas cakupan penyisiran, Tim SAR Gabungan membagi area operasi menjadi dua Search and Rescue Unit atau SRU.

SRU I melakukan pencarian di wilayah seluas 9,1 Nm². Sementara itu, SRU II menyisir area berbeda dengan luas sekitar 8,8 Nm². Pembagian wilayah ini dilakukan agar proses pencarian dapat menjangkau area perairan yang lebih luas di sekitar titik kejadian.

Penyisiran dilakukan secara visual di permukaan laut. Tim menggunakan Rubber Boat Basarnas, perahu BPBD, serta sejumlah perahu nelayan yang turut membantu operasi. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya pencarian korban di perairan Probolinggo.

Dalam pelaksanaannya, kedua SRU menerapkan pola parallel search pattern. Pola pencarian sejajar ini digunakan untuk membantu tim melakukan penyisiran secara terarah dan mengoptimalkan pemeriksaan permukaan laut pada area yang telah ditentukan.

Korban Dievakuasi ke Dermaga Mayangan

Setelah korban ditemukan, proses berikutnya adalah evakuasi menuju daratan. Perahu nelayan digunakan untuk membawa korban dari lokasi penemuan ke Dermaga Mayangan. Jalur evakuasi ini dipilih sebagai bagian dari penanganan Tim SAR Gabungan setelah lokasi korban dipastikan.

Operasi pencarian di laut memerlukan koordinasi antara unsur SAR, pemerintah daerah, serta masyarakat nelayan di sekitar lokasi. Dalam kasus ini, Rubber Boat Basarnas dan BPBD digunakan bersama perahu nelayan untuk menyisir area pencarian secara visual.

Jarak penemuan korban yang mencapai sekitar 7,4 Nm dari lokasi kejadian menunjukkan luasnya area yang perlu diperiksa selama operasi berlangsung. Karena itu, pembagian sektor pencarian melalui dua SRU menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pencarian pada hari kelima.

Dengan ditemukannya korban, operasi Lima Hari Pencarian Penyelam Kapal karam di Perairan Kalibuntu berakhir. Korban telah dievakuasi dari laut dan dibawa ke RSUD dr Moch Saleh setelah tiba di Dermaga Mayangan, Kota Probolinggo.

FAQ Pencarian Penyelam Kapal Karam di Probolinggo

Kapan korban ditemukan?

Korban ditemukan pada hari kelima operasi pencarian, Senin (5/10), sekitar pukul 12.30 WIB.

Di mana lokasi korban ditemukan?

Korban ditemukan mengapung di permukaan laut dengan jarak sekitar 7,4 Nm dari lokasi kejadian. Titik penemuannya berada di koordinat 7°37'22.15"S dan 113°31'28.43"E.

Bagaimana korban dievakuasi?

Korban dievakuasi menggunakan perahu nelayan menuju Dermaga Mayangan, Kota Probolinggo. Setelah tiba sekitar pukul 15.35 WIB, korban dibawa dengan ambulans ke RSUD dr Moch Saleh.

Bagaimana metode pencarian yang dilakukan tim SAR?

Tim SAR Gabungan membagi pencarian menjadi dua SRU. Penyisiran dilakukan secara visual menggunakan Rubber Boat Basarnas, perahu BPBD, dan perahu nelayan dengan pola parallel search pattern.

Related Reading