BeritaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Mentan Bakal Beri Bantuan Rp3 Triliun untuk Kembangkan Bibit Ayam di Jatim

Published Oktober 12, 2026 · Updated Oktober 12, 2026 · By Sarah Moore - beritanaya.com

Foto : Sarah Moore - beritanaya.com

Jawa Timur Disiapkan Menjadi Pusat Pengembangan Bibit Ayam Nasional

Beritanaya.com – Pemerintah pusat menyiapkan dukungan senilai Rp3 triliun untuk pembangunan Grand Parent Stock (GPS) atau pengembangan bibit ayam nasional di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Program tersebut direncanakan berlangsung dalam periode 2025 hingga 2026 dan diproyeksikan menjadi fasilitas GPS pertama sekaligus satu-satunya di Indonesia.

Rencana itu disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman setelah menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Jawa Timur dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Senin (12/10). Penetapan Malang sebagai lokasi proyek menempatkan Jawa Timur pada posisi penting dalam rantai pasok perunggasan nasional.

“Kami turunkan bantuan 2025-2026, Rp3 triliun. Kami akan bangun itu grand parent stock satu-satunya di Indonesia, itu di Jawa Timur,” kata Amran.

GPS Menjadi Tahap Dasar Produksi Ayam

Grand Parent Stock merupakan generasi nenek dalam pembibitan ayam. Posisi GPS berada pada tahap awal rantai produksi unggas, sebelum menghasilkan indukan yang kemudian mendukung ketersediaan ayam di tingkat budidaya komersial. Karena perannya mendasar, pengembangan GPS memiliki kaitan langsung dengan keberlanjutan penyediaan bibit ayam di dalam negeri.

Fasilitas yang direncanakan berada di Malang itu ditujukan untuk memasok kebutuhan ke berbagai wilayah Indonesia. Dengan demikian, pengembangan bibit tidak hanya memberi dampak bagi Jawa Timur, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat distribusi unggas secara nasional.

“Kami akan mensuplai nanti seluruh Indonesia, kami bangun di sini. GPS-nya nanti di Malang. Jadi, neneknya ayam di sini nanti didistribusi ke seluruh Indonesia,” jelasnya.

Keberadaan pusat GPS di Malang menegaskan arti strategis daerah tersebut dalam pengembangan sektor peternakan. Produksi bibit pada level dasar membutuhkan pengelolaan yang terencana karena hasilnya akan menopang tahapan produksi berikutnya. Apabila fasilitas berjalan sesuai rencana, Jawa Timur akan menjadi titik penting bagi pasokan bibit ayam untuk berbagai daerah.

Peran Jawa Timur dalam Sektor Pangan

Selain memaparkan rencana bantuan, Amran menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan Jawa Timur yang memasuki usia 81 tahun. Ia menilai kemajuan sektor pertanian di provinsi ini terlihat kuat dan memberi kontribusi besar bagi kebutuhan pangan di banyak wilayah.

“Kami ucapkan hari jadi Jawa Timur yang ke-81. Luar biasa, Jawa Timur berkembang dengan pesat, khususnya sektor pertanian,” ujarnya.

Jawa Timur selama ini telah memasok sejumlah komoditas pertanian dan peternakan, antara lain padi, ayam petelur, jagung, serta tebu. Komoditas tersebut memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan maupun bahan baku industri di berbagai daerah. Kapasitas produksi itu menjadi salah satu alasan mengapa pengembangan GPS nasional ditempatkan di wilayah ini.

Amran bahkan menilai sektor pertanian Jawa Timur berada di posisi teratas secara nasional. Penilaian tersebut mencerminkan besarnya peran provinsi ini dalam menjaga ketersediaan komoditas strategis, mulai dari pangan pokok hingga hasil peternakan.

Dampak bagi Rantai Pasok Perunggasan

Pengembangan bibit ayam pada tingkat GPS berkaitan dengan ketahanan pasokan dalam jangka panjang. Rantai perunggasan tidak berhenti pada proses pemeliharaan ayam di tingkat peternak. Di belakangnya terdapat tahap pembibitan berjenjang yang menentukan ketersediaan indukan serta produksi unggas berikutnya.

Karena itu, investasi Rp3 triliun untuk periode 2025-2026 bukan sekadar pembangunan fasilitas fisik. Program tersebut diarahkan untuk membangun fondasi penyediaan bibit ayam nasional dari Jawa Timur. Distribusi dari Malang ke berbagai wilayah nantinya diharapkan mendukung kebutuhan rantai perunggasan Indonesia secara lebih luas.

Bagi masyarakat, penguatan pembibitan menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesinambungan produksi ayam dan telur. Kedua komoditas tersebut dekat dengan kebutuhan konsumsi harian, sementara keberlanjutan produksinya bergantung pada ketersediaan bibit yang dikelola dari tahap awal.

Dengan rencana pembangunan GPS di Kabupaten Malang, Jawa Timur menambah peran baru di sektor pangan nasional. Selain dikenal sebagai pemasok padi, jagung, tebu, ayam, dan telur, provinsi ini kini dipersiapkan menjadi pusat pengembangan bibit ayam tingkat dasar yang hasilnya akan disalurkan ke seluruh Indonesia.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Mentan Bakal Beri Bantuan Rp3 Triliun?

Mentan Bakal Beri Bantuan Rp3 Triliun is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Mentan Bakal Beri Bantuan Rp3 Triliun matter?

Mentan Bakal Beri Bantuan Rp3 Triliun matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.