BeritaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Tujuh Presidium KAHMI Jatim Terpilih, Tantangan Besar Menanti

Published September 27, 2026 · Updated September 27, 2026 · By Sarah Moore - beritanaya.com

Foto : Sarah Moore - beritanaya.com

Tujuh Presidium KAHMI Jatim Terpilih untuk Periode 2026-2031

Beritanaya.com – Tujuh Presidium KAHMI Jatim Terpilih melalui Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Jawa Timur. Forum yang berlangsung di Trawas, Kabupaten Mojokerto, pada Sabtu (26/9) itu menetapkan tujuh nama dengan perolehan suara terbanyak untuk memimpin organisasi selama masa bakti 2026-2031.

Pemilihan tersebut menjadi penutup rangkaian Muswil VI KAHMI Jatim yang sebelumnya diisi berbagai agenda organisasi. Kepemimpinan presidium yang bersifat kolektif diharapkan dapat menguatkan koordinasi antarelemen alumni HMI di Jawa Timur serta membawa organisasi menghadapi kebutuhan dan tantangan pada periode baru.

Penetapan presidium juga menandai peralihan kepemimpinan di lingkungan KAHMI Jatim. Setelah proses pemilihan selesai, perhatian organisasi akan mengarah pada konsolidasi internal, pembagian peran, dan penyusunan langkah bersama untuk menjalankan mandat Muswil.

Daftar Presidium KAHMI Jatim Periode 2026-2031

Lutfi J. Kurniawan menjadi peraih suara tertinggi dengan dukungan 30 suara. Aan Eko W. berada di urutan berikutnya setelah memperoleh 29 suara dalam pemilihan tersebut.

Ahmad Riyadh dan Nur Muhyidin masing-masing mendapatkan 28 suara. Agus Mahfudz Fauzi mengantongi 27 suara, sementara Robbah F. memperoleh 24 suara dan H. Nyak Din meraih 21 suara.

Ketujuh tokoh itu resmi mengemban mandat sebagai presidium KAHMI Jatim untuk periode 2026-2031. Hasil tersebut lahir dari mekanisme Muswil yang menempatkan suara peserta sebagai dasar penetapan kepemimpinan organisasi.

Penjaringan Kandidat melalui Tujuh Zona

Sebelum memasuki tahap pemilihan, bakal calon presidium mengikuti penjaringan yang berbasis zonasi. Jawa Timur dibagi menjadi tujuh zona sebagai bagian dari upaya menghadirkan keterwakilan wilayah dalam proses organisasi.

Skema zonasi membuka kesempatan bagi kandidat dari beragam daerah di Jawa Timur untuk mengikuti tahapan seleksi. Dengan pola tersebut, penentuan kepemimpinan tidak semata berlangsung pada pemungutan suara di forum akhir, tetapi didahului proses penjaringan dari berbagai kawasan.

Muswil VI KAHMI Jatim sendiri mencakup sejumlah kegiatan, mulai dari lomba logo, karya tulis ilmiah, sosialisasi, penjaringan calon presidium melalui zonasi, hingga pelaksanaan forum Muswil di Trawas. Seluruh agenda itu menjadi rangkaian menuju terpilihnya kepemimpinan baru.

“Reposisi Paradigma KAHMI Jatim Menuju Gerbang Baru Nusantara.”

Tema tersebut menjadi pijakan Muswil VI KAHMI Jatim. Reposisi paradigma menunjukkan dorongan untuk menata kembali cara pandang, peran, dan langkah organisasi dalam menghadapi perkembangan yang terus berubah. Bagi organisasi alumni, hal ini berkaitan dengan kesinambungan gagasan serta kemampuan menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman.

Modal Keberagaman dan Tantangan Konsolidasi

Tujuh Presidium KAHMI Jatim Terpilih berasal dari latar belakang profesi yang beragam. Keragaman pengalaman dan jaringan ini menjadi modal bagi organisasi untuk menghimpun perspektif yang lebih luas saat merumuskan agenda pada lima tahun mendatang.

Namun, model kepemimpinan kolektif juga menuntut komunikasi yang kuat di antara para presidium. Pembagian tugas yang jelas, kesepahaman atas prioritas, dan kemampuan menyatukan berbagai pandangan akan menjadi unsur penting dalam menjalankan organisasi secara efektif.

Tantangan periode 2026-2031 bukan hanya menjaga kegiatan organisasi tetap berjalan. KAHMI Jatim juga perlu memastikan arah geraknya relevan bagi anggota, jaringan alumni, dan masyarakat yang lebih luas. Penguatan keterhubungan antara struktur wilayah, alumni, serta kepemimpinan presidium akan menentukan tersalurkannya aspirasi dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Muswil VI di Trawas menjadi awal fase konsolidasi baru. Dengan presidium yang telah ditetapkan, KAHMI Jatim memasuki tahap berikutnya untuk menerjemahkan semangat reposisi paradigma ke dalam kerja organisasi yang terarah dan dijalankan bersama.

FAQ Presidium KAHMI Jatim

Berapa jumlah presidium yang terpilih?

Ada tujuh presidium yang ditetapkan melalui Muswil VI Majelis Wilayah KAHMI Jawa Timur untuk masa bakti 2026-2031.

Di mana Muswil VI KAHMI Jatim berlangsung?

Muswil VI KAHMI Jatim berlangsung di Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Apa fungsi sistem tujuh zona dalam penjaringan?

Sistem tujuh zona digunakan dalam penjaringan bakal calon presidium untuk memberi ruang keterwakilan dari berbagai wilayah di Jawa Timur sebelum tahap pemilihan di Muswil.

Related Reading