BeritaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

2 Tahun Memerintah, Prabowo Jadi Pejabat yang Paling Sering Bikin Blunder

Published Oktober 22, 2026 · Updated Oktober 22, 2026 · By Sarah Moore - beritanaya.com

Foto : Sarah Moore - beritanaya.com

2 Tahun Memerintah Prabowo Jadi Pejabat Paling Sering Tercatat dalam Blunder Komunikasi

Beritanaya.com – Dalam evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, 2 Tahun Memerintah Prabowo Jadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto disebut sebagai pejabat negara yang paling sering tercatat melakukan blunder komunikasi publik. Kesimpulan tersebut berasal dari riset Laboratorium Indonesia 2045 atau LAB 45 yang dipaparkan di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (22/10).

Temuan itu dimuat dalam kajian berjudul Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran. Penelitian tersebut menelaah pernyataan dan komunikasi politik pejabat negara dalam periode 20 Oktober 2024 hingga 19 Oktober 2026. Rentang waktu itu mencakup dua tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran.

Analis Maha Data dan Politik Media LAB 45, Salma Nihru, menjelaskan bahwa peneliti menghimpun total 303 kekeliruan komunikasi atau blunder yang melibatkan pejabat negara. Catatan tersebut dipakai untuk memetakan figur-figur yang paling sering muncul dalam isu komunikasi publik sepanjang masa kajian.

“Top three-nya itu yang pertama ialah Presiden itu sendiri,” kata Salma di Jakarta, Kamis.

Prabowo Menempati Urutan Pertama

Berdasarkan pemetaan LAB 45, Prabowo berada di posisi pertama dalam daftar pejabat yang paling banyak tercatat melakukan blunder komunikasi. Dalam konteks riset tersebut, 2 Tahun Memerintah Prabowo Jadi perhatian karena pernyataan presiden memiliki jangkauan luas dan cepat menjadi bahan pembicaraan publik.

Komunikasi dari seorang presiden bukan sekadar penyampaian pendapat. Pernyataan yang disampaikan di hadapan publik dapat memengaruhi pemahaman masyarakat terhadap kebijakan pemerintah, persoalan nasional, maupun sikap negara terhadap isu tertentu. Karena itu, kejelasan bahasa dan kesesuaian konteks menjadi bagian penting dalam komunikasi pejabat di level tertinggi.

Blunder komunikasi dapat muncul ketika sebuah pernyataan memicu kebingungan, perdebatan, atau penafsiran berbeda di tengah masyarakat. Situasi seperti itu sering kali membuat pemerintah perlu memberikan penjelasan tambahan agar pesan yang diterima publik tidak melenceng dari maksud awal.

Riset LAB 45 tidak hanya menempatkan komunikasi sebagai persoalan gaya berbicara. Kajian ini juga menggambarkan bahwa kualitas penyampaian pesan dapat memengaruhi perhatian publik terhadap kerja pemerintah. Ketika pernyataan pejabat menjadi kontroversi, pembahasan masyarakat berpotensi bergeser dari substansi kebijakan ke polemik komunikasi.

Bahlil Lahadalia dan Listyo Sigit Prabowo di Tiga Besar

Setelah Prabowo, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia berada di posisi kedua dalam catatan LAB 45. Salma menyebut Bahlil sebagai salah satu pejabat negara yang sering tercatat melakukan kekeliruan dalam pernyataan di ruang publik.

Sementara itu, posisi ketiga ditempati mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Listyo Sigit Prabowo. Tiga nama tersebut menjadi pejabat dengan catatan blunder komunikasi tertinggi berdasarkan pemetaan yang dipaparkan lembaga tersebut.

“Ketiga itu mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo,” ujar Salma.

Daftar tersebut menunjukkan bahwa tantangan komunikasi publik dapat dihadapi oleh pejabat dari berbagai lembaga dan jabatan. Presiden, menteri, maupun pejabat di institusi penegak hukum sama-sama memiliki tingkat eksposur tinggi. Setiap ucapan mereka dapat tersebar melalui pemberitaan, rekaman video, konferensi pers, wawancara, hingga media sosial.

Dalam ruang informasi yang bergerak cepat, sebuah pernyataan spontan pun dapat segera mendapat respons luas. Hal ini membuat pejabat perlu memperhatikan ketepatan data, pilihan kata, serta konteks saat memberikan keterangan kepada masyarakat. Pesan yang ringkas tetapi jelas dapat membantu mengurangi kesalahpahaman.

Catatan Penting untuk Komunikasi Pemerintah

Temuan LAB 45 menjadi catatan mengenai pentingnya pengelolaan komunikasi dalam pemerintahan. Kebijakan publik membutuhkan penjelasan yang konsisten, mudah dipahami, dan sesuai dengan kondisi yang sedang dihadapi masyarakat. Komunikasi yang baik dapat membantu publik memahami alasan, tujuan, serta dampak sebuah keputusan pemerintah.

Catatan 303 blunder komunikasi selama periode penelitian juga memperlihatkan tingginya intensitas interaksi pejabat negara dengan publik. Pernyataan dalam forum resmi maupun respons terhadap isu yang berkembang dapat membentuk persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah.

Dalam evaluasi dua tahun ini, 2 Tahun Memerintah Prabowo Jadi bahan perhatian melalui posisi Presiden Prabowo di urutan pertama, disusul Bahlil Lahadalia dan mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Bagi pemerintah, temuan tersebut dapat menjadi pengingat untuk memperkuat koordinasi pesan dan ketelitian saat menyampaikan informasi.

FAQ

Apa yang dimaksud blunder komunikasi dalam riset LAB 45?

Blunder komunikasi merujuk pada kekeliruan dalam pernyataan atau komunikasi publik pejabat negara yang tercatat dalam kajian LAB 45 selama periode 20 Oktober 2024 sampai 19 Oktober 2026.

Berapa jumlah blunder komunikasi yang dicatat LAB 45?

LAB 45 menghimpun 303 kekeliruan komunikasi atau blunder yang melibatkan jajaran pejabat negara dalam periode dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Siapa tiga pejabat teratas dalam catatan LAB 45?

Presiden Prabowo Subianto berada di urutan pertama, Bahlil Lahadalia di posisi kedua, dan mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo menempati posisi ketiga.

Related Reading