BeritaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

23 Tahun Al Qohhar, Berawal dari Amanat Guru hingga Dampingi 1.252 Anak Yatim

Published Oktober 4, 2026 · Updated Oktober 4, 2026 · By Emily Martinez - beritanaya.com

Foto : Emily Martinez - beritanaya.com

23 Tahun Al Qohhar Berawal dari Amanat Guru untuk Anak Yatim

Beritanaya.com – 23 Tahun Al Qohhar Berawal dari sebuah amanat guru yang kemudian berkembang menjadi pendampingan sosial bagi anak yatim, yatim piatu, dan lansia. Pada 2026, Yayasan Al Qohhar menandai usia 23 tahun dengan tetap menempatkan kebutuhan anak-anak asuh sebagai perhatian utama. Sejak didirikan pada 9 Juli 2003, yayasan ini menjalankan pendampingan yang mencakup berbagai kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam perjalanan lebih dari dua dekade, Al Qohhar telah mengasuh dan mendampingi sekitar 1.252 anak. Angka tersebut terdiri atas 865 anak yatim dan 387 anak yatim piatu. Perjalanan itu menunjukkan bahwa kepedulian sosial bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan komitmen yang perlu dijaga secara berkelanjutan sesuai kebutuhan anak pada setiap tahap tumbuh kembangnya.

Amanat Guru Menjadi Dasar Pendirian Yayasan

Sejarah 23 Tahun Al Qohhar Berawal dari kegiatan sebuah majelis ta'lim yang dibina oleh guru Haji Robert Nitiyudo Wachjo. Setelah gurunya wafat, Haji Robert melanjutkan pesan yang pernah dititipkan kepadanya. Amanat tersebut menekankan pentingnya memberi perhatian kepada anak yatim, anak yatim piatu, dan kelompok lansia.

Pesan itu kemudian diwujudkan melalui pendirian Yayasan Al Qohhar pada 2003. Yayasan ini hadir bukan hanya sebagai tempat penyaluran bantuan, tetapi juga sebagai ruang pendampingan yang berupaya menjawab kebutuhan anak-anak secara lebih menyeluruh. Perhatian yang diberikan mencakup hal-hal mendasar yang dekat dengan kehidupan mereka.

Bagi anak yang kehilangan salah satu atau kedua orang tua, kebutuhan hidup tidak berhenti pada satu kali santunan. Pendidikan, kesehatan, makanan, tempat tinggal, pakaian, dan perlengkapan harian menjadi bagian yang saling berkaitan. Dukungan yang berkelanjutan membantu anak-anak menjalani aktivitas sehari-hari dengan rasa aman yang lebih baik.

Pendampingan Bukan Hanya Santunan

Ketua Yayasan Al Qohhar Kartono Warigogung menegaskan bahwa perhatian kepada anak-anak asuh tidak dapat dipahami sebatas pemberian uang atau santunan. Menurutnya, anak-anak memiliki beragam kebutuhan yang harus diperhatikan secara nyata dan berkesinambungan.

Bukan hanya soal memberikan santunan. Anak-anak ini punya banyak kebutuhan.

Kebutuhan tersebut meliputi akses pendidikan, layanan kesehatan, makanan, tempat tinggal, serta keperluan sehari-hari lainnya. Pendidikan, misalnya, akan lebih mudah dijalani ketika anak juga memperoleh makanan yang cukup, kondisi kesehatan yang terjaga, dan lingkungan tinggal yang layak. Setiap kebutuhan dasar itu berperan dalam mendukung proses belajar dan perkembangan anak.

Pendampingan jangka panjang juga penting karena kebutuhan anak berubah seiring pertambahan usia. Anak usia sekolah dasar memiliki kebutuhan yang berbeda dengan mereka yang memasuki jenjang pendidikan lanjutan. Karena itu, perhatian yang konsisten memungkinkan kebutuhan tersebut dipahami dan dipenuhi sesuai kondisi yang dihadapi anak-anak asuh.

Dalam konteks ini, perjalanan 23 Tahun Al Qohhar Berawal dari kepedulian yang diterjemahkan menjadi kerja sosial sehari-hari. Makanan, pakaian, biaya kesehatan, perlengkapan sekolah, dan tempat tinggal bukan sekadar daftar kebutuhan, melainkan unsur yang membantu anak memiliki kesempatan untuk belajar, berinteraksi, dan menata masa depan.

Komitmen untuk Anak Yatim, Yatim Piatu, dan Lansia

Dari sebuah majelis ta'lim hingga terbentuknya yayasan, amanat guru tersebut terus dijaga dalam bentuk pendampingan nyata. Jumlah 1.252 anak yang telah diasuh dan didampingi selama 23 tahun mencerminkan tanggung jawab besar yang dijalankan Al Qohhar. Angka itu juga menggambarkan pentingnya dukungan yang tidak terputus bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian.

Memasuki usia ke-23, Yayasan Al Qohhar tetap membawa semangat awal pendiriannya, yakni memperhatikan anak yatim, yatim piatu, dan lansia. Komitmen tersebut menjadi fondasi untuk melanjutkan pendampingan pada tahun-tahun berikutnya, dengan kebutuhan dasar dan masa depan anak-anak asuh tetap menjadi bagian penting dari perhatian yayasan.

FAQ tentang Pendampingan Anak Yatim

Apa saja kebutuhan utama anak yatim dan yatim piatu?

Kebutuhan utama mereka meliputi pendidikan, kesehatan, makanan, tempat tinggal, pakaian, perlengkapan sekolah, dan kebutuhan harian lainnya. Pemenuhan kebutuhan tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan agar anak dapat menjalani kehidupan dan pendidikan dengan lebih baik.

Mengapa pendampingan anak tidak cukup hanya dengan santunan?

Santunan dapat membantu kebutuhan tertentu, tetapi anak juga membutuhkan perhatian terhadap pendidikan, kesehatan, tempat tinggal, serta perkembangan mereka sesuai usia. Pendampingan membantu memastikan dukungan tidak berhenti setelah bantuan awal diberikan.

Bagaimana 23 Tahun Al Qohhar Berawal?

Perjalanan tersebut berawal dari amanat guru Haji Robert Nitiyudo Wachjo melalui majelis ta'lim. Amanat untuk memberi perhatian kepada anak yatim, yatim piatu, dan lansia kemudian diwujudkan dengan pendirian Yayasan Al Qohhar pada 9 Juli 2003.

Related Reading