BeritaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Basarnas Perluas Pencarian 5 Jurnalis yang Hilang Kontak Saat Meliput Erupsi

Published September 11, 2026 · Updated September 11, 2026 · By Daniel Moore - beritanaya.com

Ilustrasi AI, bukan dokumentasi peristiwa atau tokoh sebenarnya.

Basarnas Membagi Pencarian Lima Jurnalis ke Empat Sektor

Beritanaya.com – Operasi pencarian terhadap lima jurnalis yang kehilangan kontak ketika meliput erupsi Gunung Anak Krakatau memasuki hari keempat di perairan sekitar Pandeglang, Banten. Pada Jumat, Basarnas memperluas cakupan penyisiran dengan mengerahkan 13 kapal dan membagi area operasi menjadi empat sektor.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjangkau wilayah laut yang luas, termasuk perairan terbuka serta kawasan di sekitar Tanjung Belimbing, Lampung. Pos SAR Marina Carita di Pandeglang menjadi salah satu titik koordinasi dalam operasi pencarian ini.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menyampaikan bahwa berbagai unsur kapal dikerahkan dalam pencarian hari keempat. Armada yang terlibat terdiri atas KRI Kerambit 627, KN SAR Tetuka, KP Hayabusa, KN SAR Basudewa, KRI Leuser 924, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RBB P Peucang, RIB Lampung, KAL Pahowang, TB Gunung Santri, dan KRI Lepu.

“Untuk hari ini, kami menggerakkan 13 alutsista yang terbagi dalam empat sektor,” kata Al Amrad di Pos SAR Marina Carita, Pandeglang, Banten.

Sektor A Menjangkau Laut Lepas

Sektor A menjadi salah satu wilayah pencarian dengan cakupan terbesar. Area yang disisir di sektor ini mencapai sekitar 1.026 nautical mile. Tiga kapal ditugaskan untuk melakukan pencarian di wilayah tersebut, yakni KRI Kerambit, KP Sanjaya, dan KAL Pahawang.

Wilayah sektor A berada di laut lepas dengan arah pencarian kurang lebih menuju Tanjung Belimbing, Lampung. Penggunaan tiga unsur kapal dilakukan karena area yang harus dijangkau cukup luas dan memerlukan penyisiran dari beberapa arah.

“Karena luas areanya cukup luas, jadi di situ kami menggunakan tiga alutsista dan di situ posisinya di laut lepas, kurang lebih di Tanjung Belimbing, Lampung,” ujar Al Amrad.

Pembagian unsur pencarian di laut terbuka menjadi penting agar area yang tersedia dapat dipantau secara lebih merata. Dengan pergerakan kapal dari sejumlah jalur, tim dapat memperluas kemungkinan menemukan petunjuk terkait keberadaan lima jurnalis tersebut.

Pencarian di Barat Pulau Lampung

Selain sektor A, operasi juga mencakup sektor B yang memiliki luas kurang lebih 1.020 nautical mile. KRI Leuser dan KAL Anyer dikerahkan untuk menyisir sektor ini, khususnya di wilayah barat Pulau Lampung.

Cakupan sektor B yang hampir setara dengan sektor A menunjukkan bahwa operasi tidak hanya berfokus pada satu titik. Area pencarian dirancang dalam beberapa bagian agar petugas dapat mengatur pergerakan kapal dan memperluas jangkauan penyisiran di perairan yang menjadi perhatian.

Keberadaan kapal-kapal dari berbagai unsur memungkinkan operasi berlangsung dengan pembagian tugas sesuai wilayah yang telah ditetapkan. Dalam pencarian di laut, luasnya area menjadi salah satu tantangan utama karena setiap sektor membutuhkan pemantauan yang terarah.

Sektor C Menyisir Perairan dan Pesisir

Untuk sektor C, Basarnas menetapkan area pencarian seluas sekitar 585 nautical mile. Dua kapal digunakan di wilayah ini, yaitu KN SAR Basudewa dari Lampung serta RIB yang berada di Lampung.

Sektor tersebut berada di utara Tanjung Belimbing. KN SAR Basudewa menjalankan pencarian di perairan bagian tengah, sementara RIB melakukan penyisiran di sepanjang pesisir pulau atau kawasan Tanjung Belimbing.

“Ini posisinya di utara Tanjung Belimbing. KN SAR melakukan pencarian di wilayah tengah, sedangkan RIB melakukan penyisiran di pesisir pulau atau Tanjung Belimbing tersebut,” paparnya.

Pemisahan penyisiran antara perairan tengah dan garis pantai memperlihatkan bahwa pencarian dilakukan melalui lebih dari satu pendekatan. Wilayah pesisir dan laut terbuka memiliki karakter berbeda, sehingga penggunaan kapal dengan peran yang sesuai membantu tim menjangkau area-area yang perlu diperiksa.

Operasi Dilanjutkan dengan Empat Pembagian Area

Basarnas menyebutkan operasi pada hari keempat dibagi dalam empat sektor. Rincian yang disampaikan mencakup sektor A, B, dan C, sedangkan unsur lain dalam daftar 13 kapal turut menjadi bagian dari kekuatan operasi pencarian yang digerakkan pada hari itu.

Fokus utama operasi tetap pada upaya menemukan lima jurnalis yang hilang kontak saat menjalankan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau. Pembagian wilayah pencarian memberi gambaran bahwa tim menghadapi cakupan perairan yang besar, dari laut lepas hingga kawasan pesisir di sekitar Lampung dan Banten.

Dengan banyaknya kapal yang dikerahkan, pencarian dapat dilakukan secara serentak di sejumlah jalur. Setiap perkembangan di lapangan akan menjadi penting untuk menentukan arah penyisiran berikutnya, terutama apabila ditemukan petunjuk yang dapat mempersempit area pencarian.

Bagi masyarakat yang mengikuti operasi ini, perlu dipahami bahwa pencarian di perairan luas membutuhkan koordinasi antarkapal dan pembagian sektor yang jelas. Penetapan area tidak hanya membantu mengatur rute, tetapi juga memastikan wilayah yang diprioritaskan dapat diperiksa tanpa tumpang tindih yang tidak diperlukan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Basarnas Perluas Pencarian 5 Jurnalis?

Basarnas Perluas Pencarian 5 Jurnalis is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Basarnas Perluas Pencarian 5 Jurnalis matter?

Basarnas Perluas Pencarian 5 Jurnalis matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.