BeritaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Bea Cukai Makassar Dorong Kepatuhan Masyarakat Lewat Pemusnahan Barang Ilegal

Published September 16, 2026 · Updated September 16, 2026 · By Emily Martinez - beritanaya.com

Foto : Emily Martinez - beritanaya.com

Bea Cukai Makassar Musnahkan Barang Ilegal untuk Perkuat Perlindungan Masyarakat

Beritanaya.com – Upaya pengawasan terhadap peredaran barang ilegal di Sulawesi Selatan kembali ditegaskan melalui pemusnahan berbagai hasil penindakan oleh Bea Cukai Makassar. Kegiatan ini mencakup barang yang ditindak dalam rentang 2025 hingga Juli 2026 dan telah ditetapkan sebagai Barang Yang Menjadi Milik Negara (BMMN).

Pemusnahan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan fungsi Bea Cukai sebagai community protector, yaitu melindungi masyarakat dari barang yang tidak memenuhi ketentuan kepabeanan maupun cukai. Selain menekan peredaran produk ilegal, langkah ini juga berkaitan dengan perlindungan penerimaan negara.

123 Penindakan hingga Juli 2026

Kepala Kantor Bea Cukai Makassar, Krisna Wardhana, menyampaikan bahwa instansinya telah menjalankan 123 penindakan pada sektor kepabeanan dan cukai selama periode tersebut. Barang yang berasal dari penindakan itu telah memperoleh persetujuan untuk dimusnahkan oleh Menteri Keuangan melalui Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara.

"Barang hasil penindakannya telah ditetapkan sebagai Barang Yang Menjadi Milik Negara (BMMN) dan telah mendapat persetujuan pemusnahan oleh Menteri Keuangan melalui Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara,"

Barang ilegal yang dimusnahkan terdiri atas 28.513.260 batang rokok ilegal, 635 liter minuman mengandung etil alkohol atau minuman keras dari berbagai merek, 1.168 unit barang bawaan penumpang berupa kosmetik, obat-obatan, dan mainan, serta 35 unit telepon seluler.

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa pengawasan tidak hanya menyasar barang kena cukai seperti rokok dan minuman beralkohol. Barang bawaan penumpang yang tidak memenuhi ketentuan juga menjadi perhatian, terutama produk yang berpotensi berkaitan dengan keselamatan, kesehatan, dan kepatuhan terhadap prosedur pemasukan barang.

Nilai Barang Mencapai Rp46 Miliar

Total nilai barang yang dimusnahkan diperkirakan mencapai Rp46.055.236.100. Sementara itu, potensi penerimaan negara yang dapat terdampak dari peredaran barang tersebut tercatat sebesar Rp30.044.794.361.

Angka potensi kerugian itu memperlihatkan pentingnya pengawasan di bidang cukai dan kepabeanan. Rokok ilegal, misalnya, dapat beredar tanpa pelunasan cukai yang semestinya. Kondisi tersebut bukan hanya berpengaruh terhadap penerimaan negara, tetapi juga menciptakan ketidaksetaraan bagi pelaku usaha yang menjalankan kegiatan produksi dan distribusi sesuai aturan.

Dalam rangkaian penindakan itu, terdapat enam perkara yang diselesaikan melalui pengenaan denda administratif. Nilai denda mencapai Rp307.637.000, dengan besaran denda tiga kali nilai cukai. Mekanisme tersebut diterapkan sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.

Penerapan sanksi administratif merupakan salah satu instrumen penegakan ketentuan cukai. Penanganan melalui denda tidak menghapus pesan utama dari pengawasan: setiap pihak yang terlibat dalam peredaran barang kena cukai perlu mematuhi kewajiban yang telah ditetapkan, termasuk pelunasan cukai dan ketentuan administrasi lainnya.

Pemusnahan Dilakukan dengan Incinerator

Pelaksanaan kegiatan dibagi dalam dua lokasi. Tahap seremonial berlangsung di Lapangan Bea Cukai Makassar, sedangkan proses pemusnahan utama dilakukan di PT Mitra Hijau Asia Barru. Lokasi perusahaan tersebut berada di Jalan Ir. Sutami, Kelurahan Mangempang, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

Seluruh barang dihancurkan menggunakan mesin incinerator atau tungku pembakaran. Cara ini memastikan barang yang telah ditetapkan untuk dimusnahkan tidak kembali masuk ke jalur perdagangan maupun digunakan kembali secara tidak semestinya.

Pemusnahan merupakan tahapan akhir setelah proses penindakan, penetapan status barang, dan persetujuan dari pihak yang berwenang. Karena itu, kegiatan ini tidak sekadar bersifat administratif atau seremonial. Proses tersebut menegaskan bahwa barang hasil pelanggaran telah dikeluarkan secara permanen dari peredaran.

Pesan Kepatuhan bagi Masyarakat dan Pelaku Usaha

Bagi masyarakat, kegiatan ini menjadi pengingat untuk lebih berhati-hati dalam membeli maupun membawa barang dari luar daerah atau luar negeri. Harga yang sangat murah, kemasan tanpa informasi yang jelas, atau produk tanpa penanda yang diwajibkan dapat menjadi alasan untuk meningkatkan kewaspadaan.

Rokok ilegal dan minuman mengandung etil alkohol yang tidak sesuai ketentuan berisiko merugikan negara karena tidak melalui mekanisme cukai sebagaimana mestinya. Di sisi lain, kosmetik, obat-obatan, mainan, serta perangkat elektronik bawaan penumpang perlu mematuhi aturan yang berlaku sebelum dapat beredar atau masuk ke wilayah Indonesia.

Pengawasan kepabeanan dan cukai pada akhirnya membutuhkan kepatuhan dari banyak pihak, mulai dari importir, pelaku usaha, penyedia jasa pengiriman, hingga masyarakat sebagai konsumen. Pemusnahan jutaan batang rokok ilegal dan ribuan barang lain di Makassar menunjukkan bahwa pelanggaran tidak berhenti pada tahap penindakan, melainkan dapat berakhir dengan hilangnya seluruh nilai ekonomi barang tersebut.

Melalui langkah ini, Bea Cukai Makassar menegaskan komitmennya menjaga tertib perdagangan, mengamankan penerimaan negara, serta mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa kepatuhan terhadap ketentuan kepabeanan dan cukai merupakan tanggung jawab bersama.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Bea Cukai Makassar Dorong Kepatuhan Masyarakat?

Bea Cukai Makassar Dorong Kepatuhan Masyarakat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bea Cukai Makassar Dorong Kepatuhan Masyarakat matter?

Bea Cukai Makassar Dorong Kepatuhan Masyarakat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.