BeritaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

DPR Minta Pemeriksaan Kasus Rumah Mewah Lapas Cibinong Transparan

Published September 28, 2026 · Updated September 28, 2026 · By Anthony Jones - beritanaya.com

Foto : Anthony Jones - beritanaya.com

DPR Minta Pemeriksaan Kasus Rumah Mewah di Lapas Cibinong Dilakukan Terbuka

Beritanaya.com – DPR Minta Pemeriksaan Kasus Rumah Mewah di Lapas Cibinong dilakukan secara transparan dan menyeluruh. Sorotan ini muncul setelah ditemukan bangunan yang diduga digunakan warga binaan di kawasan Lapas Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat. Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka menilai langkah penonaktifan lima pejabat struktural belum cukup untuk menjawab pertanyaan publik mengenai temuan tersebut.

Permintaan keterbukaan dinilai penting karena kasus ini tidak hanya berkaitan dengan keberadaan sebuah bangunan, tetapi juga tata kelola fasilitas, penggunaan ruang, serta pengawasan di lingkungan lembaga pemasyarakatan. Pemeriksaan yang jelas diharapkan dapat mengungkap fakta secara utuh dan mencegah munculnya dugaan yang tidak berdasar.

Ombudsman Temukan Rumah dan Fasilitas Lain

Perhatian terhadap Lapas Cibinong menguat setelah Ombudsman RI melakukan inspeksi mendadak pada Rabu (23/9). Dalam inspeksi tersebut, ditemukan sebuah rumah mewah di dalam area lapas yang diduga dimanfaatkan oleh warga binaan. Bangunan itu disebut memiliki ruang tamu, satu kamar, televisi, kulkas, serta sejumlah fasilitas lain.

Selain rumah tersebut, Ombudsman juga menemukan fasilitas kebugaran yang lengkap dan pembangunan simulator golf. Keberadaan fasilitas-fasilitas itu menjadi perhatian karena lapas merupakan tempat pembinaan bagi warga binaan yang harus dijalankan berdasarkan aturan dan prinsip kesetaraan.

Temuan tersebut memunculkan kebutuhan akan penjelasan rinci mengenai fungsi setiap bangunan dan fasilitas. Pemeriksaan juga perlu memastikan apakah seluruh sarana itu merupakan bagian dari kebutuhan operasional atau pembinaan yang sah, atau terdapat penggunaan yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Penonaktifan Pejabat Bukan Akhir Pengusutan

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan telah menonaktifkan lima pejabat struktural Lapas Cibinong setelah persoalan ini mencuat. Namun, Rieke menegaskan bahwa tindakan administratif tersebut tidak boleh menjadi titik akhir penanganan perkara.

“Proses pemeriksaan ini harus dilakukan secara transparan, menyeluruh, dan tidak berhenti pada pencopotan pejabat,” kata Rieke melalui layanan pesan, Minggu (27/9).

Menurutnya, DPR Minta Pemeriksaan Kasus Rumah Mewah itu menjangkau semua unsur yang terkait dengan keberadaan bangunan serta fasilitas lain di dalam lapas. Penelusuran diperlukan untuk mengetahui bagaimana bangunan dapat berada di kawasan tersebut, siapa yang menggunakannya, dan bagaimana pengawasannya berlangsung.

Keterbukaan hasil pemeriksaan juga diperlukan agar masyarakat memperoleh penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Informasi mengenai pihak yang terlibat, hasil penelusuran, serta langkah perbaikan harus disampaikan dengan jelas sesuai perkembangan pemeriksaan.

Penghuni dan Status Aset Harus Diungkap

Rieke meminta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menjelaskan secara lengkap identitas penghuni setiap bangunan yang termasuk dalam temuan. Kepastian ini penting untuk mengetahui fungsi bangunan dan pihak yang memiliki akses terhadap fasilitas di dalamnya.

Selain itu, Komisi XIII DPR RI juga meminta kejelasan mengenai status hukum bangunan-bangunan tersebut. Statusnya sebagai barang milik negara atau BMN perlu dipaparkan, mengingat bangunan berada di dalam kawasan lembaga pemasyarakatan. Kejelasan aset akan membantu menentukan mekanisme pencatatan, pemanfaatan, dan tanggung jawab pengelolaannya.

DPR Minta Pemeriksaan Kasus Rumah Mewah dilakukan dengan membedakan fasilitas resmi untuk operasional atau pembinaan dari fasilitas yang diduga dipakai secara tidak semestinya. Pembedaaan tersebut diperlukan agar kesimpulan pemeriksaan benar-benar bertumpu pada data dan tidak hanya pada dugaan.

Transparansi untuk Menjaga Kepercayaan Publik

Lapas memiliki fungsi pembinaan bagi warga binaan. Karena itu, pengelolaan ruang dan fasilitas harus dijaga agar tidak menimbulkan kesan adanya perlakuan khusus. Temuan rumah dengan perlengkapan rumah tangga, fasilitas kebugaran, dan simulator golf memerlukan penjelasan terang agar kepercayaan publik terhadap sistem pemasyarakatan tetap terjaga.

Penanganan kasus ini dapat menjadi bahan evaluasi terhadap pengawasan internal, pencatatan aset, pemanfaatan ruang, dan prosedur pemberian akses terhadap fasilitas tertentu di lapas. Langkah korektif yang jelas akan membantu memastikan pengelolaan lembaga pemasyarakatan berjalan sesuai fungsi dan ketentuan.

Pada akhirnya, DPR Minta Pemeriksaan Kasus Rumah Mewah di Lapas Cibinong tidak berhenti pada penonaktifan pejabat. Pemeriksaan diharapkan menghasilkan kejelasan mengenai penghuni bangunan, asal-usul fasilitas, status aset, serta pertanggungjawaban pihak terkait.

FAQ Kasus Rumah Mewah Lapas Cibinong

Apa yang ditemukan Ombudsman RI di Lapas Cibinong?

Ombudsman RI menemukan rumah yang diduga digunakan warga binaan, dengan ruang tamu, satu kamar, televisi, kulkas, dan fasilitas lain. Inspeksi juga menemukan fasilitas kebugaran lengkap serta pembangunan simulator golf.

Siapa yang meminta pemeriksaan dilakukan secara transparan?

Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka meminta proses pemeriksaan dilakukan terbuka, menyeluruh, dan tidak berhenti pada pencopotan pejabat.

Apakah sudah ada pejabat yang dinonaktifkan?

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan telah menonaktifkan lima pejabat struktural Lapas Cibinong. Namun, DPR menilai pemeriksaan tetap perlu dilanjutkan hingga seluruh fakta terungkap.

Hal apa saja yang perlu dijelaskan dalam pemeriksaan?

Pemeriksaan perlu menjelaskan identitas penghuni bangunan, fungsi fasilitas, asal-usul bangunan, statusnya sebagai barang milik negara atau bukan, serta pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengawasannya.

Related Reading