BeritaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Empat Perguruan Tinggi Kesehatan Berkolaborasi Edukasi Ibu dan Anak di Surakarta

Published Oktober 24, 2026 · Updated Oktober 24, 2026 · By Elizabeth Anderson - beritanaya.com

Foto : Elizabeth Anderson - beritanaya.com

Empat Perguruan Tinggi Kesehatan Berkolaborasi di Surakarta

Beritanaya.com – Empat Perguruan Tinggi Kesehatan Berkolaborasi dalam program edukasi ibu dan anak di Kota Surakarta, Jawa Tengah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan melalui Lembaga Pelaksana Kegiatan Forum Komunikasi (LPK FORKOM) sebagai upaya memperkuat pengetahuan keluarga mengenai kesehatan, tumbuh kembang, dan perawatan anak sejak usia dini.

Program tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, terutama dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui pendekatan promotif dan preventif, para peserta memperoleh informasi yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk memantau perkembangan anak dan menentukan waktu yang tepat untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Empat institusi yang terlibat adalah Universitas Telogorejo Semarang, STIKes RS Husada Jakarta, STIKes Panti Kosala Surakarta, dan STIKes Adi Husada Surabaya. Kegiatan ini juga melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Jayengan serta kader kesehatan setempat yang memahami kebutuhan warga di wilayah tersebut.

“Kegiatan yang berlangsung dalam dua gelombang ini turut menggandeng tenaga kesehatan Puskesmas Jayengan serta kader kesehatan setempat,” kata Tim Pengabdi Masyarakat LPK FORKOM dalam keterangan resminya dikutip Sabtu (24/10).

Edukasi Tumbuh Kembang untuk Ibu Balita

Gelombang pertama kegiatan berlangsung pada 29 Agustus 2026 di Puskesmas Jayengan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta. Sebanyak 31 ibu yang memiliki balita mengikuti penyuluhan mengenai deteksi dini tumbuh kembang bayi dan demonstrasi pijat bayi.

Materi deteksi dini mengajak orang tua untuk memperhatikan perkembangan anak sesuai tahap usianya. Pemantauan tidak terbatas pada pertumbuhan fisik, seperti berat badan dan tinggi badan, tetapi juga mencakup kemampuan anak bergerak, merespons lingkungan, berinteraksi, serta berkembang sesuai tahapan usianya.

Orang tua memiliki peran penting karena menjadi pihak yang paling sering bersama anak dalam keseharian. Dengan pengamatan yang rutin, keluarga dapat lebih cepat menyadari apabila terdapat perubahan atau kondisi yang perlu dikonsultasikan kepada tenaga medis. Edukasi ini diharapkan membantu ibu lebih percaya diri dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak.

Dalam sesi penyuluhan, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai tanda penyimpangan tumbuh kembang yang membutuhkan perhatian lebih lanjut. Pengetahuan tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan pemeriksaan tenaga kesehatan, melainkan menjadi bekal bagi keluarga untuk mengambil langkah yang tepat ketika memiliki kekhawatiran terhadap kondisi anak.

Demonstrasi Pijat Bayi dengan Pendampingan

Selain menerima materi teori, para ibu mengikuti demonstrasi pijat bayi yang aman dan tepat. Tim pelaksana memberikan panduan mengenai teknik pemijatan, kemudian membuka kesempatan bagi peserta untuk mencoba gerakan yang telah diperagakan dengan pendampingan dari tim pengabdi.

Praktik langsung membantu peserta memahami urutan gerakan serta pentingnya kehati-hatian ketika melakukan pijat bayi. Untuk mendukung pembelajaran setelah kegiatan, panitia juga membagikan booklet yang dapat dipelajari kembali oleh peserta di rumah.

Pendekatan praktik membuat informasi kesehatan lebih mudah diterapkan dalam rutinitas keluarga. Meski demikian, orang tua tetap perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila anak mengalami keluhan atau terdapat kondisi yang menimbulkan kekhawatiran. Pijat bayi dapat menjadi bagian dari perawatan sehari-hari apabila dilakukan dengan pengetahuan dan perhatian yang memadai.

Kolaborasi Kampus, Puskesmas, dan Kader

Empat Perguruan Tinggi Kesehatan Berkolaborasi bersama puskesmas dan kader kesehatan untuk menghadirkan edukasi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Perguruan tinggi berkontribusi melalui sumber daya keilmuan, sedangkan tenaga kesehatan dan kader berperan penting dalam menjangkau keluarga di lingkungan setempat.

Sinergi tersebut memperlihatkan pentingnya kerja bersama dalam membangun kesadaran kesehatan ibu dan anak. Informasi yang disampaikan secara langsung kepada keluarga dapat membantu orang tua memahami langkah perawatan dasar, pentingnya pemantauan perkembangan, serta kebutuhan untuk mencari bantuan profesional jika diperlukan.

LPK FORKOM memandang edukasi kesehatan keluarga sebagai investasi untuk generasi mendatang. Melalui pelaksanaan kegiatan dalam dua gelombang, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai perawatan anak dan pentingnya melakukan pemantauan tumbuh kembang sejak dini.

FAQ Edukasi Ibu dan Anak di Surakarta

Apa manfaat pemantauan tumbuh kembang anak bagi orang tua?

Pemantauan membantu orang tua mengenali perkembangan anak sesuai usia dan memperhatikan perubahan yang mungkin memerlukan konsultasi dengan tenaga kesehatan. Pengamatan rutin juga mendukung orang tua dalam memberikan pendampingan yang sesuai bagi anak.

Di mana kegiatan edukasi ini dilaksanakan?

Gelombang pertama program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Puskesmas Jayengan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Siapa yang terlibat dalam kegiatan edukasi tersebut?

Kegiatan melibatkan Universitas Telogorejo Semarang, STIKes RS Husada Jakarta, STIKes Panti Kosala Surakarta, STIKes Adi Husada Surabaya, tenaga kesehatan Puskesmas Jayengan, dan kader kesehatan setempat.

Kapan orang tua perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan?

Orang tua dapat berkonsultasi ketika melihat perkembangan anak yang menimbulkan kekhawatiran atau ketika membutuhkan penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi dan perawatan anak. Tenaga kesehatan dapat memberikan pemeriksaan serta arahan sesuai kebutuhan anak.

Related Reading