Guru Besar Unsoed Nilai Kunjungan Gibran ke Cilacap Perluas Kerja Sama Pemda dengan BUMN
Guru Besar Unsoed Nilai Kunjungan Gibran Buka Peluang Kerja Sama di Cilacap
Beritanaya.com – Guru Besar Unsoed nilai kunjungan Gibran Rakabuming Raka ke Cilacap, Jawa Tengah, dapat menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Cilacap untuk memperluas kerja sama dengan badan usaha milik negara atau BUMN. Kolaborasi tersebut dinilai berpotensi mendukung ekonomi masyarakat, pengembangan UMKM, serta pemanfaatan potensi daerah secara lebih terarah.
Pandangan itu disampaikan Guru Besar Universitas Jenderal Soedirman, Prof. Icuk Rangga Bawono. Menurut dia, agenda kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk membuka komunikasi dan menjajaki kemitraan yang lebih luas dengan BUMN.
Kerja sama yang dibangun tidak harus selalu berfokus pada proyek berskala besar. Pemerintah daerah juga dapat mendorong program yang menyentuh kebutuhan warga, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang membutuhkan pendampingan untuk mengembangkan usahanya.
Program TJSL BUMN Bisa Diperkuat untuk UMKM
Guru Besar Unsoed nilai kunjungan Gibran sebagai pintu masuk bagi Pemkab Cilacap untuk melihat peluang pemanfaatan program tanggung jawab sosial dan lingkungan atau TJSL dari BUMN. Program tersebut dapat diarahkan untuk membantu UMKM melalui pendampingan, peningkatan kapasitas, dan penguatan akses pasar.
“Kunjungan Wapres ini sebenarnya menjadi pintu masuk bagi Pemkab untuk melihat CSR atau TJSL yang bisa dilakukan,” ujar Icuk, Selasa (27/10).
Dukungan kepada UMKM tidak hanya dapat diberikan dalam bentuk bantuan langsung. Pelaku usaha juga dapat memperoleh manfaat dari pendampingan pengelolaan bisnis, penyusunan rencana usaha, pengembangan produk, hingga perluasan jaringan pemasaran sesuai dengan potensi yang dimiliki daerah.
Usaha kecil kerap memiliki produk dan layanan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Namun, pengelolaan usaha yang lebih baik serta akses terhadap pasar yang lebih luas diperlukan agar kegiatan ekonomi tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan.
Dalam konteks ini, kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMN, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi penting. Masing-masing pihak dapat berperan dalam mengidentifikasi kebutuhan, menyiapkan program, serta memastikan dukungan yang diberikan benar-benar relevan bagi pelaku UMKM di Cilacap.
Kajian dan Masukan Warga Menjadi Dasar Program
Guru Besar Unsoed nilai kunjungan Gibran perlu ditindaklanjuti dengan langkah yang terukur. Icuk menekankan pentingnya pemerintah daerah memetakan persoalan dan potensi masyarakat sebelum menentukan bentuk kerja sama dengan BUMN.
“Peluang tersebut dasarnya adalah dari kajian atau masukan-masukan dari masyarakat dan perguruan tinggi untuk mengoptimalkan hal tersebut. Ini harus dilakukan,” kata Icuk.
Kajian dari perguruan tinggi dapat membantu pemerintah daerah menentukan sektor yang layak diprioritaskan. Di sisi lain, aspirasi masyarakat diperlukan agar program yang dirancang tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjawab kondisi nyata yang dihadapi warga.
Melalui pemetaan yang baik, dukungan TJSL BUMN dapat disusun lebih spesifik. Kebutuhan setiap wilayah dapat berbeda, mulai dari peningkatan kemampuan pelaku usaha, pengembangan pemasaran, penguatan produk lokal, hingga pengelolaan potensi ekonomi yang sudah berjalan.
Peluang Pengembangan Energi Ramah Lingkungan
Selain penguatan UMKM, Icuk juga menyoroti peluang pengembangan energi yang lebih ramah lingkungan di Cilacap. Isu tersebut dapat menjadi salah satu bidang yang dibahas dalam kerja sama antara pemerintah daerah dan BUMN.
Perhatian terhadap energi ramah lingkungan dapat berjalan seiring dengan pengembangan ekonomi daerah apabila dirancang secara matang. Pembahasan ini dapat membantu Cilacap melihat kebutuhan jangka panjang tanpa mengabaikan aktivitas ekonomi masyarakat yang sedang berlangsung.
Kunjungan Wakil Presiden Gibran ke Cilacap pada akhirnya dinilai sebagai kesempatan untuk memperluas dialog antarlembaga. Pemkab Cilacap dapat menggunakan momentum ini untuk menyusun prioritas, menghimpun masukan masyarakat, dan mencari kemitraan yang memberi manfaat nyata bagi ekonomi lokal.
FAQ Kunjungan Gibran ke Cilacap
Apa peluang kerja sama yang dapat dibuka Pemkab Cilacap?
Pemkab Cilacap dapat menjajaki kerja sama dengan BUMN melalui program TJSL, terutama untuk pendampingan UMKM, pengembangan produk lokal, peningkatan kemampuan pelaku usaha, serta perluasan akses pemasaran.
Mengapa masukan masyarakat diperlukan dalam program TJSL?
Masukan masyarakat membantu pemerintah daerah memahami kebutuhan di lapangan. Dengan demikian, program TJSL dapat dirancang lebih tepat sasaran dan memberi manfaat yang relevan bagi warga serta pelaku usaha.
Apa peran perguruan tinggi dalam kerja sama tersebut?
Perguruan tinggi dapat memberikan kajian dan masukan mengenai sektor yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Kajian tersebut dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan BUMN dalam menyusun program yang lebih terarah.
Selain UMKM, bidang apa yang dapat diperhatikan?
Pengembangan energi ramah lingkungan juga dapat menjadi salah satu bidang yang layak dikaji. Langkah ini dapat mendukung kebutuhan pembangunan jangka panjang sekaligus memperhatikan keberlanjutan lingkungan di Cilacap.