BeritaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Idgitaf Bakal Gelar Showcase Pementasan Berusaha di Bawah Hujan, Catat Tanggalnya

Published September 4, 2026 · Updated September 4, 2026 · By Susan Jones - beritanaya.com

Ilustrasi AI sesuai topik artikel, bukan foto dokumentasi peristiwa atau tokoh sebenarnya.

Idgitaf Ubah Album Studio Kedua Menjadi Pengalaman Panggung Dua Babak di Jakarta

Beritanaya.com – Sebuah pementasan musik yang memadukan tarian, akting, dan vokal akan mengisi Kuningan City Ballroom di Jakarta Selatan pada Jumat, 18 September. Di balik layar acara tersebut berdiri penyanyi sekaligus penulis lagu Idgitaf, yang memilih menghidupkan kembali seluruh materi album studio keduanya, Berusaha di Bawah Hujan, dalam format pertunjukan langsung. Keputusan ini menandai langkah berbeda dari sekadar konser biasa: alih-alih sekadar menyanyikan lagu-lagu secara berurutan, Idgitaf merancang pengalaman sensorial yang lebih berlapis, di mana tubuh, narasi, dan suara saling bertaut.

Alasan di Balik Transformasi Album Menjadi Panggung

Idgitaf menjelaskan bahwa dorongan untuk memvisualisasikan album tidak datang dari kebutuhan komersial semata, melainkan dari rasa bahwa kemampuan vokal dan penulisan lagu saja belum cukup untuk menyampaikan kedalaman materi tersebut. Dalam wawancara di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Kamis (3/9), ia mengungkapkan:

"Karena, kan, ya, aku tahu aku menyanyi bisa, menulis bisa, tetapi apalagi yang dibutuhkan untuk memvisualisasikan album ini lebih baik lagi, aku memutuskan untuk menari, dan sekaligus menggunakan unsur teatrikalnya, yaitu aku akting."

Pernyataan itu mengisyaratkan bahwa album Berusaha di Bawah Hujan memuat narasi emosional yang, menurut Idgitaf, memerlukan dimensi fisik dan dramatik agar pendengar dapat merasakan konteksnya secara utuh. Dengan menambahkan elemen koreografi dan peran, ia berupaya menjembatani jarak antara pendengar pasif dan pengalaman aktif yang lebih imersif.

Kolaborasi dengan Katarsis Live

Pementasan ini tidak berdiri sendiri. Idgitaf menggandeng Katarsis Live, sebuah entitas yang berfokus pada produksi pertunjukan seni pertunjukan, untuk mewujudkan konsep tersebut. Kolaborasi ini memungkinkan integrasi elemen teatrikal—pencahanan, tata panggung, dan arahan dramatik—ke dalam kerangka musik yang sudah ada. Bagi Idgitaf, kerja sama tersebut menjadi krusial karena transformasi dari format rekaman studio ke format panggung menuntut keahlian lintas disiplin yang melampaui kapasitas seorang musisi solo.

Dua Babak: Dari Tubuh ke Suara

Struktur pertunjukan dirancang dalam dua babak yang terpisah secara tematik dan teknis. Babak pertama sepenuhnya didedikasikan untuk ekspresi fisik: Idgitaf akan menari dan berakting di atas panggung. Ia mengambil peran bernama Air, sementara pasangan panggungnya memerankan Api. Dinamika antara dua elemen alam ini menjadi metafora sentral yang menggerakkan narasi babak pertama.

"Babak satu aku akan full menari, berakting bersama pasanganku, pasanganku yang juga menjadi inspirasi album Berusaha di Bawah Hujan."

Fakta bahwa pasangan panggungnya sekaligus menjadi sumber inspirasi album menambah lapisan personal pada pertunjukan. Penonton tidak hanya menyaksikan pertunjukan teatrikal, tetapi juga melihat bagaimana hubungan nyata diterjemahkan ke dalam bahasa gerak dan dialog panggung.

Babak kedua menggeser fokus sepenuhnya ke vokal. Di sinilah Idgitaf membawakan total 25 lagu, mencakup materi dari album Berusaha di Bawah Hujan serta karya-karya dari rilisan sebelumnya. Jumlah tersebut menunjukkan durasi pertunjukan yang cukup panjang dan menuntut stamina vokal yang signifikan, sekaligus memberi ruang bagi pendengar untuk menjelajahi rentang emosional yang lebih luas dari sekadar satu album.

Idgitaf: Latar dan Posisi dalam Lanskap Musik Indonesia

Di balik nama panggung Idgitaf tersimpan identitas Brigitta Sriulina Beru Meliala, perempuan berusia 25 tahun yang telah membangun reputasi melalui penulisan lagu yang personal dan produksi musik independen. Album Berusaha di Bawah Hujan merupakan karya studio keduanya, yang secara tematik menyentuh dinamika hubungan, kerentanan, dan upaya bertahan di tengah tekanan emosional. Judul album itu sendiri—berusaha di bawah hujan—menjadi metafora untuk ketekunan yang dilakukan dalam kondisi tidak ideal.

Keputusan untuk mengemas ulang album dalam format pementasan menempatkan Idgitaf dalam tradisi seniman Indonesia yang tidak membatasi diri pada satu medium. Dari era pementasan musik teater hingga kolaborasi lintas disiplin kontemporer, tren ini menunjukkan bahwa batas antara konser, pertunjukan tari, dan drama semakin kabur. Bagi audiens Jakarta yang selama ini mengenal Idgitaf melalui rekaman audio, pementasan 18 September menawarkan akses ke dimensi karya yang sebelumnya tidak tersedia: dimensi tubuh, ruang, dan waktu nyata.

Detail Acara

Pementasan Berusaha di Bawah Hujan dijadwalkan berlangsung di Kuningan City Ballroom, Jakarta Selatan, pada Jumat, 18 September. Pertunjukan ini merupakan adaptasi langsung dari album studio kedua Idgitaf dan diproduksi bersama Katarsis Live. Dengan kombinasi 25 lagu, koreografi tari, dan narasi teatrikal dua babak, acara ini diposisikan sebagai pengalaman seni pertunjukan yang utuh, bukan sekadar konser penyanyi solo.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Idgitaf Bakal Gelar Showcase Pementasan Berusaha?

Idgitaf Bakal Gelar Showcase Pementasan Berusaha is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Idgitaf Bakal Gelar Showcase Pementasan Berusaha matter?

Idgitaf Bakal Gelar Showcase Pementasan Berusaha matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.