BeritaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Indonesia Baru Raih 3 Perunggu di Asian Games 2026 hingga Minggu Siang

Published September 20, 2026 · Updated September 20, 2026 · By Jennifer Williams - beritanaya.com

Foto : Jennifer Williams - beritanaya.com

Indonesia Mengoleksi Tiga Perunggu di Asian Games 2026 hingga Minggu Siang

Beritanaya.com – Kontingen Indonesia telah mengamankan tiga medali perunggu pada Asian Games 2026 sampai Minggu, 20 September, siang WIB. Tiga raihan itu datang dari wushu, teqball, dan soft tennis, sekaligus menjadi catatan awal perjalanan tim Merah Putih dalam persaingan multievent Asia di Aichi.

Medali pertama Indonesia dipersembahkan Seraf Naro Siregar dari cabang wushu. Atlet yang lahir pada 17 September 2001 tersebut finis di posisi perunggu nomor Men’s Changquan. Pertandingan nomor itu berlangsung di Aichi Prefectural Martial Arts Hall pada Minggu, 20 September.

Changquan merupakan nomor yang menuntut perpaduan teknik, keluwesan gerak, keseimbangan, serta ketepatan dalam menampilkan rangkaian jurus. Dalam persaingan tersebut, atlet Makau Chi Hin Kuong merebut emas. Rekan senegaranya, Chi Kuan Song, memperoleh medali perak.

Seraf Membuka Perolehan Medali

Keberhasilan Seraf menjadi penting karena membuka daftar perolehan medali Indonesia di Asian Games 2026. Perunggu dari nomor Men’s Changquan itu memberikan awal positif bagi kontingen Indonesia pada hari-hari awal penyelenggaraan ajang tersebut.

Raihan medali wushu juga memperlihatkan bahwa Indonesia mampu bersaing pada nomor individual yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. Dalam nomor penampilan seperti changquan, setiap rangkaian gerak menjadi penentu nilai, sehingga konsistensi atlet sepanjang penampilan sangat menentukan hasil akhir.

Setelah medali pertama hadir dari wushu, Indonesia kembali mendapatkan tambahan perunggu melalui teqball. Yoga Ardika Putra berhak atas medali tersebut setelah lawannya dari Kuwait, Zaid Eidan, mengundurkan diri.

Perunggu Teqball untuk Yoga Ardika Putra

Yoga Ardika Putra menjadi atlet Indonesia berikutnya yang naik podium. Medali perunggu dari teqball menambah koleksi Indonesia menjadi dua keping. Hasil itu tercipta dalam situasi ketika Zaid Eidan tidak melanjutkan pertandingan.

Teqball menjadi salah satu cabang yang menyajikan persaingan dengan karakter permainan tersendiri. Tambahan medali dari cabang ini memberi kontribusi langsung pada posisi Indonesia di daftar perolehan sementara, sekaligus menunjukkan bahwa peluang podium datang dari berbagai disiplin olahraga.

Namun, hasil berbeda dialami pasangan Husni Uba dan La Ode Mardani M. Keduanya harus mengakhiri perjuangan di peringkat keempat setelah pertandingan perebutan posisi melawan pasangan Kuwait, Basel dan Al Qattan Abdulwahab.

Pasangan Indonesia sempat memberi perlawanan dalam duel tiga set tersebut. Husni Uba/La Ode Mardani M kalah 1-2 dengan rincian skor 5-12, 12-7, dan 10-12. Setelah tertinggal pada set pertama, mereka mampu membalas pada set kedua. Akan tetapi, set penentuan kembali menjadi milik pasangan Kuwait dengan selisih tipis.

Kekalahan 10-12 pada set terakhir menggambarkan ketatnya pertandingan. Meski belum menghasilkan medali, posisi keempat tetap mencerminkan bahwa pasangan Indonesia mampu mencapai fase akhir persaingan dan bersaing hingga set penentuan.

Soft Tennis Putra Menyumbang Medali Ketiga

Medali perunggu ketiga Indonesia datang dari tim beregu putra soft tennis. Tim Indonesia memastikan podium ketiga setelah kalah dari Jepang pada babak semifinal dengan skor 0-2.

Dalam format pertandingan beregu, hasil semifinal tersebut membuat langkah tim putra berhenti sebelum partai final. Meski demikian, posisi semifinal memberi Indonesia satu medali perunggu dan melengkapi tiga raihan yang telah dikumpulkan hingga Minggu siang WIB.

Pada pertandingan pertama semifinal, pasangan Tio Hutauruk/Fernando Sanger menghadapi Takafumi Uchimoto/Takuya Kurosaka. Wakil Indonesia belum mampu membendung pasangan Jepang dan kalah 1-5.

Rangkaian skor pertandingan Tio dan Fernando adalah 1-4, 0-4, 4-6, 5-3, 0-4, dan 4-6. Indonesia sempat merebut satu gim melalui kemenangan 5-3, tetapi pasangan Jepang lebih konsisten dalam keseluruhan pertandingan dan membawa kemenangan untuk tim tuan rumah.

Hasil dari soft tennis mempertegas arti kontribusi tim beregu dalam perolehan medali. Tidak semua medali lahir dari pertandingan individual; kerja sama antarpemain, kemampuan menjaga fokus, dan kesiapan menghadapi lawan kuat juga menjadi bagian penting dalam perjuangan menuju podium.

Awal Perjalanan Kontingen Indonesia

Sampai Minggu siang, Indonesia memiliki tiga perunggu tanpa tambahan emas maupun perak. Catatan itu masih merupakan gambaran sementara karena pertandingan Asian Games 2026 terus berlangsung dan sejumlah cabang masih menyisakan agenda kompetisi.

Tiga medali dari tiga cabang berbeda memberi arti bahwa kontribusi kontingen tidak bertumpu pada satu olahraga saja. Wushu membuka jalan melalui penampilan Seraf Naro Siregar, teqball menambah koleksi lewat Yoga Ardika Putra, sedangkan soft tennis putra menyumbang podium melalui pencapaian beregu.

Bagi pembaca yang mengikuti perkembangan Asian Games, perolehan medali sementara perlu dilihat sebagai bagian dari perjalanan kompetisi yang masih berjalan. Setiap hasil pertandingan dapat mengubah posisi kontingen, sementara atlet Indonesia di cabang lain masih berpeluang melanjutkan perjuangan mereka.

Dengan tiga perunggu hingga 20 September siang WIB, Indonesia telah menandai kehadirannya di papan medali Asian Games 2026. Tantangan berikutnya adalah menjaga momentum, memaksimalkan pertandingan yang tersisa, dan membuka peluang tambahan podium pada hari-hari selanjutnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Indonesia Baru Raih 3 Perunggu di Asian?

Indonesia Baru Raih 3 Perunggu di Asian is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Indonesia Baru Raih 3 Perunggu di Asian matter?

Indonesia Baru Raih 3 Perunggu di Asian matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.