Jasa Marga Meraih 2 Penghargaan Tata Kelola pada Ajang IICD 2026
Jasa Marga Raih Pengakuan Tata Kelola di IICD Corporate Governance Conference and Award 2026
Beritanaya.com – PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperoleh dua penghargaan dalam The 17th Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) Corporate Governance Conference and Award 2026. Penghargaan tersebut mencerminkan perhatian perusahaan terhadap penguatan tata kelola, keterbukaan informasi, serta pertanggungjawaban kepada publik dan pemangku kepentingan.
Pada ajang yang mengangkat tema “Strengthening Market Confidence through Governance Excellence” itu, Jasa Marga masuk dalam daftar penerima penghargaan Top 50 Big Capitalization Public Listed Company. Perusahaan juga meraih penghargaan Best Disclosure and Transparency.
Pengakuan ini menempatkan praktik tata kelola sebagai salah satu unsur penting dalam perjalanan perusahaan jalan tol tersebut. Di tengah kebutuhan bisnis yang berkelanjutan, transparansi dan akuntabilitas menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga keyakinan investor, pengguna pasar modal, serta masyarakat luas.
Penilaian Mengacu pada Standar ASEAN
IICD melakukan penilaian secara independen dengan merujuk pada ASEAN Corporate Governance Scorecard atau ACGS. Standar ini digunakan untuk melihat kualitas penerapan tata kelola perusahaan publik, termasuk aspek pengungkapan informasi, peran organ perusahaan, perlindungan kepentingan pemegang saham, serta tanggung jawab terhadap para pemangku kepentingan.
Bagi emiten dengan kapitalisasi besar, kualitas keterbukaan informasi memiliki arti yang luas. Informasi yang disampaikan secara jelas dan dapat dipertanggungjawabkan membantu publik memahami arah perusahaan, proses pengambilan keputusan, serta bentuk pengawasan yang berjalan dalam kegiatan usaha.
Penghargaan Best Disclosure and Transparency juga menunjukkan pentingnya penyampaian informasi yang terbuka dalam membangun hubungan yang kredibel dengan pasar. Keterbukaan bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan kewajiban administratif, tetapi juga menjadi dasar agar pemangku kepentingan dapat menilai perusahaan secara lebih utuh.
Komitmen Menjaga Kepercayaan
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi dorongan bagi perseroan untuk terus memperbaiki kualitas tata kelolanya. Ia menilai penghargaan itu sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya perusahaan dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas publik.
“Pencapaian ini menjadi apresiasi atas komitmen Perseroan dalam memperkuat tata kelola, keterbukaan informasi, dan akuntabilitas publik,” kata Rivan dalam keterangan diterima di Jakarta, Sabtu.
Rivan menekankan bahwa tata kelola yang kokoh berperan sebagai landasan bagi keberlanjutan usaha. Prinsip tersebut juga berkaitan dengan kemampuan perusahaan menciptakan nilai jangka panjang, bukan semata-mata mengejar hasil dalam waktu singkat.
Dalam praktiknya, Good Corporate Governance atau GCG menjadi kerangka yang membantu perusahaan menjalankan kegiatan bisnis secara tertib, terukur, dan bertanggung jawab. Penerapan prinsip ini mencakup kejelasan peran, pengawasan yang memadai, keterbukaan dalam komunikasi, serta kesediaan mempertanggungjawabkan setiap keputusan penting.
Jasa Marga memandang penerapan GCG secara konsisten di seluruh proses bisnis sebagai bagian dari komitmen perusahaan. Konsistensi tersebut penting karena tata kelola tidak berhenti pada kebijakan tertulis atau pencapaian penghargaan, melainkan perlu hadir dalam aktivitas operasional dan pengambilan keputusan sehari-hari.
Keterbukaan sebagai Bagian dari Kredibilitas
Bagi perusahaan terbuka, informasi yang disampaikan kepada publik menjadi salah satu tolok ukur kepercayaan. Pasar modal membutuhkan data dan penjelasan yang transparan agar investor dapat membentuk penilaian dengan dasar yang memadai. Di sisi lain, publik juga memerlukan akses terhadap informasi yang relevan untuk memahami kinerja dan arah perusahaan.
“Bagi kami, keterbukaan informasi bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan komitmen untuk menjaga kredibilitas dan kepercayaan pasar modal. Seluruh informasi yang kami sampaikan harus transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” tuturnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keterbukaan informasi diposisikan sebagai tanggung jawab yang lebih besar daripada sekadar menjalankan ketentuan. Ketika informasi disajikan dengan jelas, perusahaan memiliki ruang yang lebih baik untuk membangun komunikasi dengan investor, pemegang saham, mitra, dan masyarakat.
Kepercayaan pasar sendiri tidak terbentuk secara instan. Kredibilitas tumbuh melalui praktik yang berkelanjutan, mulai dari kualitas pengawasan hingga ketepatan perusahaan dalam menyampaikan informasi yang material. Karena itu, penghargaan tata kelola dapat menjadi pengingat bahwa standar transparansi dan akuntabilitas perlu terus dijaga seiring perkembangan bisnis.
Makna Penghargaan bagi Keberlanjutan Usaha
Dua penghargaan dari IICD 2026 menjadi catatan penting bagi Jasa Marga dalam memperkuat posisinya sebagai perusahaan publik berkapitalisasi besar. Pengakuan tersebut tidak hanya menyoroti hasil penilaian pada satu ajang, tetapi juga memperlihatkan relevansi tata kelola dalam menjaga keberlangsungan perusahaan di masa mendatang.
Penguatan GCG, keterbukaan, dan akuntabilitas pada akhirnya berkaitan dengan kemampuan perusahaan untuk mempertahankan kepercayaan. Bagi pemangku kepentingan, praktik tersebut memberikan gambaran bahwa pengelolaan usaha diarahkan untuk berjalan secara bertanggung jawab dan berorientasi pada nilai jangka panjang.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Jasa Marga Meraih 2 Penghargaan Tata?Jasa Marga Meraih 2 Penghargaan Tata is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Jasa Marga Meraih 2 Penghargaan Tata matter?Jasa Marga Meraih 2 Penghargaan Tata matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.