BeritaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Menjembatani Iman dan Realitas: HAAK PP ISKA Luncurkan Buku 'Teologi Publik dan Dialog Aksi'

Published September 13, 2026 · Updated September 13, 2026 · By Sarah Moore - beritanaya.com

Foto : Sarah Moore - beritanaya.com

PP ISKA Hadirkan Buku tentang Teologi Publik dan Dialog Aksi

Beritanaya.com – Presidium Dialog Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAAK) Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (PP ISKA) periode 2022–2026 mempersembahkan sebuah buku yang merekam keterlibatan sarjana Katolik dalam dinamika ruang publik. Buku itu berjudul Teologi Publik dan Dialog Aksi: Sarjana Katolik Indonesia di Ruang Publik.

Peluncuran karya tersebut menjadi bagian dari rangkaian Musyawarah Nasional XVII ISKA yang berlangsung di Balikpapan pada 11 hingga 13 September 2026. Kehadiran buku ini menandai upaya untuk mendokumentasikan pengalaman, refleksi, serta berbagai program yang telah dijalankan Presidium Dialog HAAK PP ISKA sepanjang masa kepengurusan.

Berangkat dari Pengalaman dan Percakapan

Pastor Moderator PP ISKA periode 2022–2026, Dr. Antonius Widyarsono, SJ, menggambarkan bahwa buku tersebut tidak disusun dari sebuah rencana penerbitan yang telah dirancang sejak awal. Naskahnya tumbuh melalui perjumpaan dengan beragam pengalaman, catatan yang dihimpun dari lapangan, pembicaraan di luar agenda formal, serta proses perenungan yang panjang.

Proses itu berkaitan dengan kebutuhan untuk merespons berbagai peristiwa sosial yang terus bergerak dan sering kali menuntut pemahaman secara cepat. Dalam konteks tersebut, buku ini ditempatkan sebagai ruang untuk mengolah pengalaman menjadi refleksi yang lebih terarah, khususnya mengenai relasi iman, kehidupan bersama, dan keterlibatan warga dalam masyarakat.

“Buku Berjudul 'Teologi Publik dan Dialog Aksi: Sarjana Katolik Indonesia di Ruang Publik' ini tidak direncanakan sejak awal. Ia lahir dari tumpukan pengalaman, catatan lapangan, percakapan yang melampaui agenda resmi, serta malam-malam panjang untuk merumuskan respons atas peristiwa yang bergerak lebih cepat daripada kemampuan manusia memahaminya.”

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa buku ini bukan semata kumpulan gagasan abstrak. Isinya berangkat dari proses nyata yang dialami dalam kerja dialog dan keterlibatan sosial, lalu dikembangkan menjadi bahan refleksi bagi pembaca yang ingin memahami peran komunitas beriman di tengah kehidupan publik Indonesia.

Dokumentasi Satu Periode Kepengurusan

Buku setebal 346 halaman ini ditulis oleh M. M. Restu Hapsari dan Yogen Sogen. Penerbitannya dilakukan oleh Tulisan Bermakna di Jakarta pada September 2026. Dengan cakupan yang cukup luas, karya tersebut merangkum perjalanan Presidium Dialog HAAK PP ISKA selama periode 2022–2026.

Di dalamnya tercatat proses yang dilalui, pengalaman yang diperoleh, refleksi yang dikembangkan, serta program-program yang dikerjakan selama masa kepengurusan. Pendekatan seperti ini memberi nilai dokumenter pada buku tersebut, karena pembaca dapat melihat jejak kerja organisasi dalam membangun dialog hubungan antaragama dan kepercayaan.

Dokumentasi menjadi penting dalam kerja organisasi yang berhadapan dengan isu publik. Banyak kegiatan dialog maupun perjumpaan lintas kelompok berlangsung dalam konteks yang berubah-ubah. Tanpa pencatatan dan pengolahan pengalaman, pembelajaran yang diperoleh berisiko berhenti pada kegiatan sesaat. Buku ini menghadirkan kesempatan untuk merawat pengalaman tersebut agar dapat dibaca, ditelaah, dan dikembangkan lebih lanjut.

Teologi Publik dalam Kehidupan Bersama

Judul Teologi Publik dan Dialog Aksi menempatkan pembahasan iman dalam kaitannya dengan kehidupan warga dan ruang bersama. Ruang publik dapat dipahami sebagai wilayah tempat masyarakat bertemu, menyampaikan pandangan, merumuskan kepentingan bersama, serta menghadapi persoalan yang berdampak pada banyak orang.

Dalam ruang seperti itu, dialog tidak berhenti pada pertukaran pendapat. Dialog juga menuntut kesediaan untuk mendengar pengalaman pihak lain, mengenali persoalan secara lebih utuh, dan mencari bentuk tindakan yang dapat membawa manfaat bagi kehidupan bersama. Karena itu, istilah “dialog aksi” dalam buku ini menunjukkan perhatian pada hubungan antara perenungan dan praktik.

Bagi sarjana Katolik Indonesia, keterlibatan di ruang publik dapat mengambil banyak bentuk, mulai dari pengembangan gagasan, kerja kemasyarakatan, hingga kontribusi profesional di bidang masing-masing. Buku ini menghadirkan refleksi atas keterlibatan tersebut tanpa memisahkan secara kaku kehidupan iman dari realitas sosial yang dihadapi sehari-hari.

Pendekatan ini relevan dalam masyarakat yang memiliki keragaman agama dan kepercayaan. Keragaman memerlukan ruang perjumpaan yang terbuka, sikap saling menghormati, dan kesediaan untuk mengutamakan kepentingan bersama. Dialog yang dibangun dengan baik dapat membantu membuka pemahaman, sementara tindakan nyata dapat memberi makna yang lebih kuat bagi komitmen tersebut.

Catatan bagi Pembaca dan Penggerak Dialog

Kehadiran buku ini dapat dibaca sebagai bahan rujukan bagi anggota ISKA, komunitas Katolik, penggerak dialog lintas agama dan kepercayaan, serta pembaca yang menaruh perhatian pada relasi antara agama dan kehidupan publik. Buku tersebut juga menawarkan catatan perjalanan kelembagaan yang dapat menjadi bahan evaluasi bagi kerja-kerja serupa pada masa mendatang.

Melalui pengalaman yang dihimpun selama satu periode kepengurusan, pembaca memperoleh gambaran bahwa dialog membutuhkan ketekunan. Ia tidak selalu lahir dari forum besar atau pernyataan resmi, melainkan juga dari percakapan, pencatatan pengalaman, dan kesediaan untuk terus merumuskan respons terhadap perubahan di sekitar.

Peluncuran Teologi Publik dan Dialog Aksi: Sarjana Katolik Indonesia di Ruang Publik dalam Munas XVII ISKA di Balikpapan menjadi penanda bahwa hasil kerja dialog dapat diwariskan dalam bentuk tertulis. Karya M. M. Restu Hapsari dan Yogen Sogen ini merekam perjalanan Presidium Dialog HAAK PP ISKA periode 2022–2026 sekaligus mengajak pembaca melihat pentingnya keterlibatan yang reflektif dan bertanggung jawab di ruang publik.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Menjembatani Iman dan Realitas?

Menjembatani Iman dan Realitas is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Menjembatani Iman dan Realitas matter?

Menjembatani Iman dan Realitas matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.