BeritaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Novita Hardini Bawa Trenggalek ke Panggung Dunia Yeosu World Island di Korsel

Published September 6, 2026 · Updated September 6, 2026 · By Jennifer Williams - beritanaya.com

Ilustrasi AI sesuai topik artikel, bukan foto dokumentasi peristiwa atau tokoh sebenarnya.

Novita Hardini Bawa Trenggalek ke Panggung Yeosu

Beritanaya.com – Novita Hardini Bawa Trenggalek ke Panggung internasional melalui partisipasi Indonesia dalam Yeosu World Island Fair 2026, sebuah pameran berskala global yang berlangsung 5 September–4 November 2026 di Yeosu, Korea Selatan. Dengan tema "Island, Connecting the Ocean and the Future", acara ini menargetkan sekitar tiga juta pengunjung dan melibatkan kurang lebih 30 negara serta tiga organisasi internasional. Agenda forum mencakup isu kelautan, kebudayaan, kerja sama maritim lintas batas, dan masa depan peradaban kepulauan.

Bagi kader perempuan PDI Perjuangan tersebut, kehadiran di forum Yeosu bukan sekadar agenda seremonial. Ia memandang momentum ini sebagai titik masuk untuk menempatkan potensi kepulauan Nusantara ke dalam percakapan kebijakan global yang lebih substansial—bukan hanya sebagai objek tontonan, melainkan sebagai mitra pembangunan ekonomi dan budaya.

Trenggalek Melampaui Satu Ikon Budaya

Kabupaten Trenggalek di pesisir selatan Jawa Timur menyimpan lanskap kepulauan yang kaya tradisi maritim. Turonggo Yakso, warisan seni pesisir yang mulai dikenal lintas negara, selama ini menjadi satu-satunya jendela dunia menuju daerah itu. Novita Hardini menegaskan bahwa tujuan partisipasi Indonesia di Yeosu jauh melampaui pengenalan satu tarian atau satu produk kerajinan.

"Kalau hari ini mereka mengenal Turonggo Yakso, maka kami ingin mereka mengenal lebih potensi Trenggalek. Selain berharap mereka datang sebagai wisatawan, mereka akan datang sebagai mitra bisnis, sebagai kolaborator. Di mana sumber daya pariwisata kepulauan di Indonesia memiliki potensi luar biasa besar. Namun, kita masih memerlukan dukungan dan sentuhan infrastruktur teknologi yang advance untuk menjadikan daya tarik pariwisata kita tidak hanya murni indah, namun membangun pengalaman berwisata dengan bantuan teknologi. Itulah diplomasi kebudayaan yang menghasilkan nilai nyata."

Dengan kata lain, Trenggalek diposisikan sebagai destinasi wisata utuh, mitra investasi, dan kolaborator pengembangan ekonomi kepulauan—bukan sekadar etalase satu ekspresi budaya.

Infrastruktur sebagai Prasyarat Transformasi Ekonomi

Di balik narasi kebudayaan terdapat persoalan struktural yang selama bertahun-tahun terpinggirkan: jalan antar-pulau yang belum memadai, jaringan listrik yang belum merata, pasokan air bersih yang terbatas, serta konektivitas digital yang lemah. Tanpa fondasi fisik yang andal, potensi wisata dan budaya kepulauan tidak dapat diakses secara efisien oleh wisatawan maupun investor.

Novita Hardini menyebut bahwa budaya tidak boleh berhenti sebagai pengalaman sesaat yang dinikmati lalu dilupakan. Ia harus bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi berkelanjutan, dan transformasi itu mensyaratkan prioritas pembangunan infrastruktur.

"Saya mendorong bahwa budaya bukan hanya dinikmati sesaat, namun harus menjadi kekuatan ekonomi. Maka infrastrukturnya juga harus menjadi prioritas pembangunan."

Ruang lingkup infrastruktur yang dimaksud melampaui jalan dan listrik. Ia mencakup pusat kebudayaan sebagai ruang dialog lintas komunitas, sentra kerajinan yang menghidupkan mata pencaharian lokal, kawasan kuliner pesisir, galeri produk ekonomi kreatif, studio produksi konten, ruang pertunjukan seni tradisional dan kontemporer, pusat pelatihan pelaku industri kreatif, hingga digitalisasi produk budaya agar dapat diakses secara global tanpa kehilangan konteks lokal. Konektivitas antar-destinasi wisata juga menjadi bagian tak terpisahkan dari rencana ini.

Kerja Sama Internasional dan Ketahanan Iklim

Forum Yeosu sekaligus membuka kanal kolaborasi dengan jejaring internasional yang memiliki visi serupa dalam pengelolaan kepulauan. Kerja sama tersebut tidak terbatas pada pertukaran budaya; ia juga menjangkau perlindungan daerah kepulauan dari potensi bencana—gempa bumi, tsunami, hingga kenaikan muka air laut yang mengancam pemukiman pesisir.

FAQ

Kapan dan di mana Yeosu World Island Fair 2026 berlangsung? Acara ini digelar 5 September hingga 4 November 2026 di Yeosu, Korea Selatan, dengan tema "Island, Connecting the Ocean and the Future".

Siapa Novita Hardini dan apa perannya dalam forum ini? Novita Hardini adalah kader perempuan PDI Perjuangan yang mendorong partisipasi Indonesia di Yeosu agar Trenggalek dan potensi kepulauan Nusantara diposisikan sebagai mitra ekonomi, budaya, dan pembangunan—bukan sekadar objek wisata.

Apa saja bentuk infrastruktur yang menjadi prioritas? Mulai dari jalan dan konektivitas antar-pulau, jaringan listrik dan air bersih, hingga pusat kebudayaan, sentra kerajinan, studio kreatif, ruang pertunjukan, pusat pelatihan, serta digitalisasi produk budaya.

Apakah kerja sama di forum ini terbatas pada budaya? Tidak. Kolaborasi juga mencakup ketahanan iklim, mitigasi bencana pesisir, dan perlindungan lingkungan kepulauan bersama mitra internasional.

Related Reading