BeritaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pidato di Kongres X GPM, Hasto Bawa 3 Pesan Megawati

Published Oktober 29, 2026 · Updated Oktober 29, 2026 · By Daniel Moore - beritanaya.com

Foto : Daniel Moore - beritanaya.com

Hasto Sampaikan Tiga Amanat Megawati pada Kongres X GPM

Beritanaya.com – Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) menggelar Kongres X di Jakarta pada Rabu, 28 Oktober. Forum organisasi tersebut menjadi ruang konsolidasi bagi jajaran pimpinan daerah dan cabang GPM yang datang dari berbagai wilayah Indonesia.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto hadir dalam kegiatan itu untuk mewakili Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Kehadirannya juga didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning serta tokoh senior partai, Yakobus Mayong Padang.

Dalam sambutannya, Hasto membawa tiga pesan dari Megawati untuk peserta kongres dan jajaran organisasi GPM. Pesan-pesan tersebut menekankan ikatan kekeluargaan, penguatan pemahaman ideologi, serta penghormatan terhadap jejak sejarah Marhaenisme.

Salam untuk keluarga besar GPM

Amanat pertama yang disampaikan Hasto berupa salam hangat Megawati bagi seluruh keluarga besar GPM. Pesan ini ditujukan kepada peserta kongres, termasuk unsur pimpinan daerah dan cabang yang mengikuti agenda organisasi tersebut.

“Pesan pertama, salam hangat buat seluruh keluarga GPM,” kata Hasto.

Salam itu menegaskan perhatian Megawati kepada GPM, organisasi yang telah berdiri sejak 1947 dan membawa nama Marhaenis. Dalam sebuah kongres, pesan kebersamaan memiliki arti penting karena peserta tidak hanya membahas kepengurusan, tetapi juga mempertemukan unsur organisasi dari beragam daerah dalam satu forum.

Kongres menjadi kesempatan bagi organisasi untuk memperkuat koordinasi internal dan menyatukan arah kerja. Bagi GPM, pertemuan nasional ini juga menandai keberlanjutan organisasi yang telah tumbuh melalui struktur daerah serta cabang di Indonesia.

Ajakan mendalami pemikiran Bung Karno

Pesan kedua berkaitan dengan penguatan pemahaman kader terhadap pemikiran Soekarno, Proklamator Republik Indonesia yang juga dikenal sebagai Bung Karno. Hasto menyampaikan bahwa Megawati mengingatkan kader GPM agar terus mempelajari Marhaenisme.

Marhaenisme merupakan gagasan yang lekat dengan pemikiran Bung Karno. Dalam konteks organisasi yang memakai nama Gerakan Pemuda Marhaenis, ajakan untuk mempelajari pemikiran tersebut menjadi penekanan terhadap pentingnya pemahaman ideologis di kalangan kader.

Pendalaman gagasan tidak berhenti pada pengenalan istilah atau sejarah. Bagi peserta kongres, pesan itu dapat dipahami sebagai dorongan untuk menjaga kesinambungan antara identitas organisasi, proses kaderisasi, dan arah kepemimpinan yang akan dibentuk melalui forum Kongres X.

Penguatan pemahaman terhadap pemikiran tokoh bangsa juga relevan dalam kehidupan organisasi. Kader dari tingkat daerah maupun cabang memerlukan pijakan yang sama agar komunikasi dan kegiatan organisasi tetap memiliki orientasi yang selaras.

Pesan ziarah ke tempat Bapak Marhaen

Amanat ketiga ditujukan kepada jajaran kepengurusan yang nantinya terbentuk dari hasil kongres. Megawati, melalui Hasto, mengingatkan agar pengurus baru tidak melupakan ziarah ke tempat Bapak Marhaen.

“Kemudian yang ketiga pesan bagi kepengurusan yang nanti terbentuk dari hasil kongres ini untuk jangan lupa berziarah ke tempat Bapak Marhaen,” ujar Hasto.

Pesan tersebut menghubungkan proses organisasi saat ini dengan simbol sejarah yang terkait dengan Marhaenisme. Ziarah diposisikan sebagai bentuk penghormatan terhadap jejak pemikiran dan perjalanan sejarah yang menjadi bagian dari identitas GPM.

Bagi kepengurusan baru, amanat ini juga dapat menjadi pengingat bahwa pergantian kepemimpinan tidak semata berkaitan dengan jabatan dan susunan struktur. Ada nilai, ingatan sejarah, serta identitas organisasi yang perlu tetap dijaga setelah kongres menghasilkan kepengurusan berikutnya.

Kongres sebagai titik konsolidasi

Ketua Umum DPP GPM Izedrik Emir Moeis menyatakan Kongres X diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi. Harapan tersebut sejalan dengan usia GPM yang telah berdiri sejak 1947 dan terus memiliki jaringan kepengurusan di sejumlah wilayah.

Saat ini, GPM memiliki 22 Dewan Pimpinan Daerah atau DPD dan 78 Dewan Pimpinan Cabang atau DPC di berbagai daerah Indonesia. Keberadaan struktur tersebut menunjukkan bahwa agenda kongres tidak hanya penting bagi pengurus di tingkat pusat, melainkan juga bagi jaringan organisasi yang bekerja di daerah dan cabang.

Konsolidasi dalam kongres dapat mempertemukan pandangan antarpengurus, memperkuat hubungan pusat dan daerah, serta memberi ruang bagi kepemimpinan baru untuk melanjutkan kerja organisasi. Dalam forum seperti ini, keputusan mengenai kepengurusan juga membawa konsekuensi terhadap kesinambungan program dan pembinaan kader.

Tiga pesan Megawati yang disampaikan Hasto memberikan penekanan yang berlapis: menjaga ikatan keluarga besar GPM, memperdalam pemikiran Bung Karno, dan merawat hubungan dengan sejarah Marhaenisme. Pesan tersebut hadir bersamaan dengan harapan agar Kongres X menjadi pijakan konsolidasi bagi GPM di masa berikutnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pidato di Kongres X GPM Hasto?

Pidato di Kongres X GPM Hasto is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pidato di Kongres X GPM Hasto matter?

Pidato di Kongres X GPM Hasto matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.