BeritaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Polisi Tes Urine Pengemudi Mobil Listrik BYD yang Lindas Ojol di Jaksel, Ini Hasilnya

Published Oktober 25, 2026 · Updated Oktober 25, 2026 · By James Lopez - beritanaya.com

Foto : James Lopez - beritanaya.com

Polisi Tes Urine Pengemudi Mobil BYD usai Insiden Ojol di Panglima Polim

Beritanaya.com – Polisi tes urine pengemudi mobil listrik BYD yang terlibat kecelakaan dengan pengemudi ojek online di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan pengemudi berinisial S (46) negatif narkoba dan alkohol.

Pengemudi tersebut masih menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan. Tes urine dilakukan sebagai bagian dari pendalaman kondisi S saat kecelakaan yang menimpa pengemudi ojol berinisial HS (56) terjadi.

“Itu (pengemudi) sudah diperiksa (tes urine), negatif. Sama alkohol sudah juga, negatif semua,” kata Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Mujiyanto di Jakarta, Sabtu.

Mobil BYD Diduga Bersenggolan Sebelum Oleng

Polisi mendalami rangkaian kejadian sebelum mobil listrik BYD tersebut menabrak HS. Berdasarkan keterangan awal, kendaraan yang dikemudikan S diduga lebih dahulu bersenggolan dengan kendaraan lain yang berada di sisi jalan.

Setelah senggolan itu, S diduga terkejut dan mengarahkan setir kendaraan ke sebelah kiri. Mobil kemudian diduga oleng sebelum akhirnya menabrak pengemudi ojol di kawasan Panglima Polim.

“Mungkin kaget, terus oleng, mau jalan lagi, tetapi berhenti di depan itu, Hotel Amaris,” ujar Mujiyanto.

Keterangan mengenai pengemudi yang terkejut dan kendaraan yang kehilangan arah tersebut masih didalami penyidik. Polisi belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai penyebab kecelakaan maupun rangkaian peristiwa secara menyeluruh.

Pengemudi Diamankan di Polres Metro Jaksel

Setelah kejadian, S diamankan dan ditahan di Polres Metro Jakarta Selatan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik masih mengumpulkan keterangan untuk memastikan kronologi, termasuk peristiwa senggolan yang diduga terjadi sebelum kendaraan bergerak ke arah kiri.

Polisi tes urine pengemudi mobil sebagai salah satu langkah awal dalam penanganan kecelakaan. Hasil negatif narkoba dan alkohol menjadi informasi penting, tetapi belum menjadi penentu tunggal penyebab insiden tersebut.

Pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan untuk mencocokkan keterangan pengemudi, saksi, serta fakta di lokasi. Penyidik juga perlu menelusuri kondisi kendaraan dan urutan gerak mobil setelah terjadi senggolan dengan kendaraan lain.

Hasil Tes Urine Bukan Kesimpulan Akhir

Negatif narkoba dan alkohol berarti polisi tidak menemukan indikasi penggunaan dua zat tersebut dari pemeriksaan awal terhadap pengemudi. Namun, hasil itu tidak serta-merta menjawab seluruh pertanyaan mengenai penyebab kecelakaan.

Polisi masih mendalami alasan kendaraan bisa bergerak ke kiri setelah senggolan, apakah pengemudi kehilangan kendali, serta faktor lain yang mungkin berkaitan dengan insiden tersebut. Kesimpulan resmi baru dapat disampaikan setelah seluruh pemeriksaan selesai.

Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa situasi di jalan perkotaan dapat berubah dengan cepat. Senggolan kecil dapat memicu reaksi spontan, sehingga pengemudi perlu menjaga kendali kendaraan dan tetap memperhatikan pengguna jalan di sekitarnya.

FAQ Polisi Tes Urine Pengemudi Mobil BYD

Apakah hasil tes urine pengemudi BYD positif?

Tidak. Polisi menyatakan pengemudi mobil listrik BYD berinisial S negatif narkoba dan alkohol.

Di mana kecelakaan itu terjadi?

Insiden terjadi di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dan kendaraan disebut berhenti di depan Hotel Amaris.

Apakah penyebab kecelakaan sudah dipastikan?

Belum. Polisi masih mendalami dugaan senggolan dengan kendaraan lain, kondisi pengemudi, serta kronologi kendaraan hingga menabrak pengemudi ojol.

Bagaimana status pengemudi mobil listrik tersebut?

Pengemudi berinisial S telah diamankan dan ditahan di Polres Metro Jakarta Selatan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Related Reading