BeritaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Remaja Tewas Diduga Tertembak Polisi di Makassar, 5 Anggota Polsek Tallo Diperiksa Propam

Published September 28, 2026 · Updated September 28, 2026 · By Daniel Moore - beritanaya.com

Foto : Daniel Moore - beritanaya.com

Lima Personel Polsek Tallo Diperiksa Setelah Remaja Meninggal di Makassar

Beritanaya.com – Kasus meninggalnya Rafli Ramadhani alias Pingky, remaja berusia 19 tahun di Makassar, Sulawesi Selatan, kini masuk dalam penanganan internal kepolisian. Lima anggota Polsek Tallo menjalani pemeriksaan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan atau Propam terkait dugaan penggunaan senjata api saat pembubaran tawuran antarkelompok.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Kandea III, Kelurahan Bunga Ejaya Beru, Makassar. Rafli diduga mengalami luka tembak dalam rangkaian kejadian ketika petugas membubarkan tawuran. Kematian korban kemudian memunculkan pemeriksaan terhadap personel yang berada di lokasi penanganan gangguan keamanan itu.

Pemeriksaan Fokus pada Pelaksanaan SOP

Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana menyampaikan bahwa Propam Polda Sulawesi Selatan telah memulai pemeriksaan terhadap anggota yang diduga terlibat. Proses ini diarahkan untuk menguji tindakan petugas di lapangan, termasuk kesesuaiannya dengan standar operasi yang berlaku.

“Saya sampaikan ini ada Pak Kabid Humas Polda Sulsel, dan Pak Kabid Propam juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap anggota-anggotanya yang tadi diduga melakukan tindak tersebut,” kata Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana di Kantor Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala Makassar, Minggu (27/9/2026).

Pemeriksaan internal menjadi bagian penting untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian. Tim Propam akan mendalami tindakan setiap anggota yang bertugas saat tawuran dibubarkan, termasuk apakah prosedur kepolisian telah dijalankan secara benar dalam situasi tersebut.

Penggunaan kewenangan oleh aparat dalam kondisi kerumunan atau konflik antarkelompok memiliki aturan dan tahapan. Karena itu, hasil pendalaman diperlukan untuk memastikan apakah tindakan di lapangan telah dilakukan secara proporsional serta sesuai ketentuan.

Hasil Pendalaman Akan Disampaikan

Arya meminta masyarakat memberikan waktu bagi tim pemeriksa untuk bekerja. Ia menyatakan kepolisian belum dapat menarik kesimpulan karena perkara masih dalam tahap penyelidikan dan pemeriksaan terhadap personel terkait.

“Nanti dari hasil tersebut akan kami umumkan, apakah menyalahi SOP atau tidak. Namanya masih penyelidikan harap bersabar,” ucapnya.

Pernyataan itu menegaskan bahwa pemeriksaan lima anggota Polsek Tallo belum berarti penetapan kesalahan terhadap siapa pun. Tahap tersebut dilakukan untuk mengumpulkan keterangan, menelusuri rangkaian tindakan yang terjadi, serta mencocokkan fakta di lapangan dengan prosedur operasional kepolisian.

Dalam kasus yang melibatkan dugaan luka tembak, kejelasan proses menjadi perhatian utama. Publik membutuhkan penjelasan mengenai kronologi, tindakan aparat, serta dasar kesimpulan yang nantinya diambil setelah seluruh pemeriksaan selesai.

Imbauan Menahan Diri

Kepolisian juga meminta masyarakat tidak terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi atau ajakan dari pihak mana pun yang berpotensi memperkeruh situasi. Imbauan tersebut disampaikan di tengah penanganan perkara kematian Rafli yang masih berlangsung.

Pihak keluarga korban disebut telah memberikan kepercayaan kepada kepolisian untuk menangani dan menyelesaikan persoalan ini. Sikap tersebut diharapkan dapat membantu proses pemeriksaan berjalan tanpa tekanan, spekulasi, maupun tindakan yang berisiko menimbulkan persoalan baru.

Ketertiban masyarakat tetap menjadi unsur penting setelah sebuah peristiwa serius terjadi. Ruang bagi proses hukum dan pemeriksaan internal perlu dijaga agar fakta dapat diungkap secara terbuka, sementara semua pihak yang terkait memperoleh perlakuan yang adil.

Polda Sulsel Tindak Lanjuti Penanganan Personel

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto turut menyampaikan bahwa langkah tindak lanjut telah dilakukan terhadap personel yang bertugas. Keterangan ini memperlihatkan bahwa penanganan tidak hanya berhenti pada pemeriksaan awal terhadap lima anggota Polsek Tallo.

Perkara ini berawal dari upaya pembubaran tawuran antarkelompok di kawasan Jalan Kandea III. Penanganan tawuran pada dasarnya dilakukan untuk mencegah kekerasan meluas dan menjaga keselamatan warga sekitar. Namun, meninggalnya Rafli dalam peristiwa tersebut membuat setiap tindakan petugas perlu diperiksa secara menyeluruh.

Hasil pemeriksaan Propam nantinya akan menentukan apakah terdapat pelanggaran standar operasi dalam pelaksanaan tugas tersebut. Kepolisian menyatakan akan mengumumkan hasilnya setelah proses penyelidikan selesai, sehingga masyarakat dapat memperoleh penjelasan resmi mengenai dugaan yang berkembang.

Sampai hasil pemeriksaan diumumkan, kasus ini masih memerlukan pendalaman. Fokus utamanya adalah memastikan penyebab dan rangkaian peristiwa yang mengakibatkan meninggalnya Rafli Ramadhani alias Pingky, sekaligus menilai tindakan lima anggota Polsek Tallo yang diperiksa dalam proses tersebut.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Remaja Tewas Diduga Tertembak Polisi di Makassar?

Remaja Tewas Diduga Tertembak Polisi di Makassar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Remaja Tewas Diduga Tertembak Polisi di Makassar matter?

Remaja Tewas Diduga Tertembak Polisi di Makassar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.