BeritaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Tumbuh 21,6 Persen, Perdagangan Indonesia-Rusia Tembus USD4,84 Miliar di 2025

Published Oktober 17, 2026 · Updated Oktober 17, 2026 · By Daniel Moore - beritanaya.com

Foto : Daniel Moore - beritanaya.com

Perdagangan Indonesia-Rusia Tumbuh 21,6 Persen pada 2025

Beritanaya.com – Tumbuh 21 6 Persen Perdagangan Indonesia dan Rusia menjadi sorotan pada 2025 setelah nilai transaksi kedua negara mencapai USD4,84 miliar. Capaian tersebut meningkat 21,6 persen dibandingkan nilai perdagangan pada 2024 yang tercatat sebesar USD3,98 miliar.

Kenaikan nilai dagang ini mencerminkan penguatan hubungan ekonomi Indonesia-Rusia. Pertumbuhan perdagangan membuka peluang lebih luas bagi kedua negara untuk memperdalam kerja sama, baik melalui pertukaran komoditas maupun kemitraan investasi dan bisnis antarpelaku usaha.

Komoditas perkebunan dan pertanian masih memiliki peran penting dalam perdagangan bilateral. Minyak kelapa sawit, kopi, kakao, produk pertanian lainnya, serta pupuk menjadi sejumlah barang yang mendukung arus perdagangan antara Indonesia dan Rusia.

Kerja Sama Ekonomi Indonesia dan Rusia

Perkembangan hubungan ekonomi kedua negara dibahas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov. Pertemuan itu membicarakan peluang penguatan perdagangan, investasi, dan hubungan bisnis yang dapat memberi manfaat bagi kedua pihak.

Airlangga menyampaikan bahwa Indonesia dan Rusia mempunyai landasan yang kuat untuk meningkatkan kerja sama ekonomi. Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan nilai ekspor dan impor, tetapi juga pada perluasan hubungan antarpelaku usaha agar berbagai peluang dapat diwujudkan dalam kegiatan ekonomi yang nyata.

Kami berkomitmen untuk mendorong peningkatan perdagangan dan investasi, memperluas kemitraan antarpelaku usaha, serta memastikan berbagai peluang kerja sama dapat ditindaklanjuti menjadi langkah-langkah konkret yang memberikan manfaat bagi kedua negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga di Jakarta pada Sabtu, 17 Oktober. Komitmen itu menegaskan pentingnya tindak lanjut dari pembahasan tingkat pemerintah agar dunia usaha dapat memanfaatkan peluang pasar yang tersedia.

Komoditas Penopang Nilai Perdagangan

Tumbuh 21 6 Persen Perdagangan bilateral juga didukung oleh ragam komoditas yang dipertukarkan. Minyak kelapa sawit menjadi salah satu produk Indonesia yang berperan dalam hubungan dagang dengan Rusia, disusul kopi, kakao, dan berbagai hasil pertanian lainnya.

Selain produk pangan dan perkebunan, pupuk juga menjadi bagian dari arus perdagangan Indonesia-Rusia. Keberagaman komoditas tersebut menunjukkan bahwa hubungan ekonomi kedua negara tidak hanya bergantung pada satu jenis produk.

Bagi pelaku usaha Indonesia, peningkatan nilai perdagangan dapat menjadi sinyal adanya ruang ekspansi di pasar Rusia. Namun, peluang itu tetap membutuhkan kesiapan bisnis, pemahaman atas kebutuhan konsumen dan mitra dagang, serta kepatuhan terhadap ketentuan perdagangan yang berlaku.

Di sisi lain, hubungan bisnis yang berkelanjutan dapat membantu memperkuat arus perdagangan dalam jangka panjang. Kemitraan yang lebih luas juga diharapkan mampu menciptakan peluang baru bagi sektor pertanian, perkebunan, dan bidang ekonomi lainnya.

Perkembangan I-EAEU FTA

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Rusia turut meninjau perkembangan perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia atau I-EAEU FTA. Proses ratifikasi kesepakatan itu disebut telah mendekati tahap penyelesaian.

I-EAEU FTA dinilai penting karena dapat menyediakan kerangka kerja perdagangan yang lebih teratur antara Indonesia dan kawasan Uni Ekonomi Eurasia. Rusia merupakan salah satu negara di kawasan tersebut, sehingga perkembangan perjanjian ini relevan bagi agenda penguatan hubungan ekonomi bilateral.

Apabila proses ratifikasi selesai, pemerintah dan dunia usaha perlu memastikan manfaat perjanjian dapat diterjemahkan menjadi kerja sama konkret. Momentum perdagangan Indonesia-Rusia yang meningkat pada 2025 memberi konteks positif bagi pengembangan hubungan ekonomi tersebut.

Dari USD3,98 miliar pada 2024 menjadi USD4,84 miliar pada 2025, Tumbuh 21 6 Persen Perdagangan menunjukkan peningkatan nilai yang signifikan dalam satu tahun. Capaian itu menjadi dasar untuk mendorong investasi, kemitraan usaha, dan pengembangan komoditas unggulan secara lebih luas.

FAQ Perdagangan Indonesia-Rusia

Berapa nilai perdagangan Indonesia dan Rusia pada 2025?

Nilai perdagangan Indonesia-Rusia pada 2025 mencapai USD4,84 miliar.

Berapa pertumbuhan perdagangan Indonesia-Rusia dibandingkan 2024?

Nilai perdagangan kedua negara naik 21,6 persen dari USD3,98 miliar pada 2024.

Komoditas apa yang diperdagangkan Indonesia dengan Rusia?

Komoditas yang disebut dalam perdagangan kedua negara meliputi minyak kelapa sawit, kopi, kakao, produk pertanian, dan pupuk.

Apa pentingnya I-EAEU FTA bagi Indonesia?

Perjanjian perdagangan bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia dapat menjadi kerangka untuk memperkuat hubungan perdagangan Indonesia dengan negara-negara kawasan tersebut, termasuk Rusia.

Related Reading