117 Calon Paralegal Ikut Pelatihan Hukum, Ujung Tombak Layanan di Desa
Pelatihan Interaktif untuk Meningkatkan Kualitas Bantuan Hukum Lokal
117 Calon Paralegal Ikut Pelatihan Interaktif – Kanwil Kemenkum dan HAM NTB mengadakan pelatihan paralegal secara daring melalui platform Zoom pada Selasa (23/6) yang diikuti oleh 117 peserta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas tenaga bantuan hukum di tingkat desa, khususnya dalam menjembatani akses layanan hukum bagi masyarakat yang kurang terjangkau. Dengan pelatihan yang mengusung pendekatan interaktif, para calon paralegal diberikan bekal teori dan praktik untuk menjadi ujung tombak dalam memberikan layanan hukum yang lebih merata.
Pelatihan ini bertujuan mengembangkan kemampuan peserta dalam memahami berbagai aspek hukum, termasuk penerapan konsep demokrasi dan peran paralegal dalam sistem hukum lokal. Peserta dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Kelas A dan Kelas B, untuk memastikan pemahaman yang lebih mendalam dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Materi yang disampaikan mencakup permasalahan sosial, perubahan struktur masyarakat, serta isu-isu khusus yang relevan dengan kelompok minoritas dan masyarakat rentan.
Program Lengkap untuk Membentuk Paralegal Profesional
Pelatihan yang berlangsung selama beberapa hari ini dirancang secara komprehensif, meliputi sesi diskusi, simulasi kasus nyata, serta evaluasi berbasis kinerja. Dengan pendekatan ini, para calon paralegal tidak hanya menguasai teori, tetapi juga terlatih dalam mengaplikasikan pengetahuan tersebut ke lingkungan sehari-hari. Banyak peserta menyatakan bahwa pelatihan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kompetensi mereka dalam menjawab berbagai kebutuhan hukum di desa.
Para peserta yang berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Lombok Timur terdiri dari penduduk setempat, kelompok masyarakat aktif, serta anggota lembaga kependudukan. Mereka akan menjalani pelatihan selama beberapa minggu dengan jadwal rutin setiap hari. Selama program, peserta juga diberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan narasumber yang berkompeten di bidang hukum, sosial, dan perencanaan kebijakan. Ini membantu membangun koneksi antara para calon paralegal dengan masyarakat yang mereka layani.
Banyak keuntungan yang diperoleh peserta dari pelatihan ini, seperti peningkatan kemampuan komunikasi, penguasaan teknik mediasi, serta pengetahuan tentang kebijakan hukum terkini. Sejumlah topik yang dibahas mencakup cara menghadapi konflik agraria, pendekatan komunikasi efektif dalam layanan hukum, serta pengelolaan kasus di lingkungan desa. Selain itu, peserta juga diberikan sertifikat setelah menyelesaikan program ini, yang menjadi bukti kompetensi mereka sebagai calon paralegal.
Masa Depan Layanan Hukum Lokal yang Lebih Maju
Dengan adanya 117 calon paralegal yang terlatih, diharapkan akan muncul pengembangan sistem layanan hukum yang lebih inklusif dan responsif. Para peserta diberikan wawasan tentang bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam menjaga keadilan di tingkat desa, terutama dalam menghadapi tantangan seperti kurangnya pengakuan hak-hak warga atau kesenjangan akses informasi hukum. Kegiatan ini juga menegaskan bahwa paralegal bukan hanya sebagai bantuan hukum, tetapi juga sebagai pelaku perubahan sosial yang berdampak langsung pada masyarakat.
Kegiatan pelatihan ini menunjukkan komitmen Kanwil Kemenkum NTB dalam membangun ekosistem hukum yang lebih merata. Dengan menyiapkan 117 calon paralegal, pihak penyelenggara ingin memastikan bahwa kebutuhan masyarakat desa dapat terpenuhi melalui sumber daya lokal yang terlatih. Selain itu, pelatihan ini menjadi langkah awal dalam menciptakan jaringan kerja paralegal yang solid dan berkelanjutan. Diharapkan, para peserta akan terus berkembang menjadi bagian dari komunitas hukum yang mandiri dan berpartisipasi aktif dalam penyelesaian masalah hukum di tingkat masyarakat.
