Evermos dan ILO Sediakan Pelatihan Kewirausahaan untuk Kelompok Rentan
Latest Program – Program latest program terbaru yang diinisiasi oleh Evermos dan Organisasi Buruh Internasional (ILO) menawarkan pelatihan kewirausahaan kepada kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas dan pekerja migran. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi masyarakat yang kurang beruntung melalui pendekatan digital. Dengan menggabungkan platform reseller Evermos dan kerangka kerja pendidikan dari ILO, program ini memberikan akses mudah kepada peserta untuk mengembangkan usaha sambil meminimalkan hambatan seperti modal besar atau lokasi fisik.
Upaya Membangun Kesetaraan Ekonomi
“Digital business bisa menjadi jembatan bagi kelompok rentan untuk membangun penghasilan yang mandiri dan berkelanjutan. Cukup menggunakan ponsel, mereka bisa memulai usaha tanpa hambatan,” jelas Iqbal Musilimin, Kepala Sustainability Evermos.
Program latest program ini tidak hanya menekankan pada teknik pemasaran digital, tetapi juga menyediakan modul literasi keuangan dan kemampuan manajemen usaha. Kemitraan dengan ILO memberikan panduan komprehensif tentang layak kerja, sementara Evermos menawarkan ekosistem lengkap, termasuk produk halal yang terpilih dan fasilitas pendampingan bisnis. Kombinasi antara kedua pihak diharapkan menciptakan usaha yang sehat secara finansial dan berdampak jangka panjang.
Kolaborasi Lokal dan Global untuk Pemberdayaan Masyarakat
Kolaborasi Evermos dan ILO telah mencapai berbagai kota di Indonesia, termasuk Bandung, Cirebon, dan Yogyakarta. Di Cirebon, program ini bersama Migrant Worker Resource Centre (MRC) mengadakan sesi khusus bagi pekerja migran pada Maret 2026. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, kegiatan melibatkan penyandang disabilitas dari BPKK Kementerian Ketenagakerjaan, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Sleman, serta Pusat Pemberdayaan Disabilitas Mitra Sejahtera (PPDMS) Gunungkidul. Pemilihan lokasi ini menunjukkan komitmen untuk mencakup berbagai kalangan yang membutuhkan pelatihan.
Program latest program ini menyasar pelaku usaha kecil dan menengah yang terdiri dari keluarga miskin, lansia, penyandang disabilitas, dan pekerja migran. Setiap tahap pelatihan dirancang secara bertahap, mulai dari pemahaman dasar bisnis digital hingga penerapan strategi pemasaran. Selain itu, peserta juga diberi kesempatan untuk langsung mencoba produk jual melalui aplikasi Evermos, membangun strategi bisnis, serta meningkatkan keterampilan finansial.
Kerangka kerja pelatihan dijabarkan dalam beberapa modul utama. Pertama, pemilihan produk halal yang sesuai dengan kebutuhan pasar lokal. Kedua, penerapan teknik pemasaran digital yang efektif, termasuk penggunaan media sosial dan optimasi toko online. Ketiga, pengembangan pola pikir wirausaha melalui diskusi kasus nyata dan konsultasi langsung dengan mentor berpengalaman. Dengan pendekatan praktis, program ini bertujuan mengubah masa kerja menjadi aset produktif yang berkelanjutan.
Hasil dan Dampak dari Latest Program
Sejak 2023, lebih dari 230 peserta telah mengikuti pelatihan di berbagai kota. Angka ini terus bertambah seiring peningkatan kesadaran masyarakat akan peluang usaha digital. Peserta menyatakan bahwa pelatihan ini memberikan mereka kepercayaan untuk memulai usaha sendiri, terutama karena alat dan bahan yang lengkap disediakan melalui platform Evermos. Keterampilan yang diperoleh tidak hanya membantu mereka membangun bisnis, tetapi juga meningkatkan kemandirian finansial dalam jangka panjang.
Program latest program ini menjadi contoh sukses kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dalam mendorong inklusif ekonomi. Dengan mendekati kelompok rentan secara langsung, Evermos dan ILO membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi solusi untuk kesetaraan ekonomi. Harapan dari program ini adalah menginspirasi lebih banyak keluarga untuk terlibat dalam ekonomi digital, sekaligus menciptakan jaringan usaha yang kuat dan berkelanjutan.
