𝕏 f WA
News

Special Plan: Latsarmil Buat Calon Manajer KNMP Dititadakan, Diganti Pembekalan Bela Negara

Share: 𝕏 Twitter Facebook
Special Plan: Latsarmil Buat Calon Manajer KNMP Dititadakan, Diganti Pembekalan Bela Negara

Special Plan: KNMP Calon Manajer Diganti Pembekalan Bela Negara

Special Plan – Kementerian Pertahanan (Kemhan) telah meluncurkan Special Plan yang mengubah pendekatan pelatihan calon manajer Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Perubahan ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi program yang sebelumnya dikenal sebagai Latsarmil, yang kini diganti dengan pembekalan bela negara dan manajerial. Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengungkapkan keputusan ini pada Kamis (2/7).

Perubahan Struktur Program Latsarmil

Menurut Rico, Special Plan bertujuan memberikan pendekatan lebih holistik dalam membentuk calon manajer KNMP. “Program Latsarmil yang lama tidak lagi diterapkan dalam bentuk sebelumnya, karena kami ingin lebih fokus pada pembentukan karakter dan kompetensi kepemimpinan,” terang Rico. Ia menambahkan, pelatihan kini dirancang dengan elemen bela negara yang lebih kuat, serta penguatan kemampuan manajerial peserta.

Program bela negara ini melibatkan berbagai aktivitas seperti latihan kebugaran fisik, simulasi situasi krisis, dan studi kasus kebangsaan. Selain itu, peserta juga diberikan pembelajaran tentang tanggung jawab sosial dan penguasaan teknik manajemen yang relevan. Rico menjelaskan bahwa Special Plan dirancang agar calon manajer KNMP lebih siap menghadapi tantangan dalam menjalankan tugas di lingkungan operasional.

Manfaat dan Tujuan Utama Program

“Dengan Special Plan, kita bisa membangun disiplin, wawasan kebangsaan, serta kemampuan kerja sama yang lebih baik,” tambah Rico. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi peserta tetapi juga memperkuat rasa nasionalisme dan dedikasi mereka terhadap tugas bela negara. Target utama program ini adalah menghasilkan manajer yang mampu menjadi penggerak positif dalam mendorong keberlanjutan operasi KNMP.

Sebelumnya, Latsarmil diadakan sebagai bentuk pelatihan keprajuritan, namun sekarang pendekatan tersebut dianggap kurang memadai. Rico menyebutkan bahwa Special Plan memadukan unsur pelatihan dengan penguasaan konsep manajemen modern. “Kami ingin peserta memiliki dasar teoritis yang kuat, sekaligus pengalaman langsung dalam lingkungan operasional,” ujarnya. Dengan demikian, program ini diharapkan bisa menghasilkan manajer yang lebih adaptif dan profesional.

Pembekalan bela negara dalam Special Plan juga mencakup pelatihan tentang keamanan nasional, strategi pertahanan, dan kegiatan sosial yang berdampak pada masyarakat. Rico menjelaskan bahwa peserta akan terlibat dalam berbagai simulasi seperti penanganan keadaan darurat, koordinasi antar tim, serta penerapan kebijakan pertahanan di tingkat lokal. “Tujuan utama adalah menjadikan mereka sebagai pilar kekuatan yang tangguh,” tutur Rico.

Program Special Plan ini tidak hanya berdampak pada keberhasilan KNMP tetapi juga pada keberlanjutan program pertahanan di tingkat komunitas. Dengan pendekatan yang lebih menyeluruh, Kemhan berharap mampu memperkuat kapasitas manajerial dan pengelolaan sumber daya dalam operasi bela negara. Rico menyebut bahwa Special Plan akan dijalankan secara bertahap, dengan penyesuaian kurikulum berdasarkan kebutuhan dan respons peserta.

Sebagai bagian dari Special Plan, Kemhan juga berencana mengadakan evaluasi berkala untuk memastikan program tetap relevan dan efektif. “Kami akan terus memantau hasil pelatihan dan menyesuaikan metode dengan tuntutan kebutuhan masa depan,” kata Rico. Dengan adanya perubahan ini, diharapkan calon manajer KNMP bisa berperan lebih aktif dalam menjaga keutuhan wilayah dan keamanan nasional.

Penyesuaian dalam Special Plan ini juga mencerminkan kebutuhan untuk merespons dinamika sosial dan ekonomi yang terus berubah. Rico menegaskan bahwa kemampuan manajerial yang ditekankan dalam program ini akan memperkuat kapasitas KNMP dalam berbagai aspek, termasuk pengelolaan sumber daya manusia, pengambilan keputusan, dan koordinasi dengan pihak lain. “Kami ingin menciptakan manajer yang tidak hanya mahir teknis tetapi juga memiliki visi kebangsaan,” pungkas Rico.

Leave a comment πŸ’¬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *