𝕏 f WA
News

Main Agenda: Menavigasi Tantangan Menuju Ekosistem Asuransi Kesehatan yang Berkelanjutan

Share: 𝕏 Twitter Facebook
Main Agenda: Menavigasi Tantangan Menuju Ekosistem Asuransi Kesehatan yang Berkelanjutan

Menavigasi Tantangan Menuju Ekosistem Asuransi Kesehatan yang Berkelanjutan

Main Agenda – Industri asuransi kesehatan di Indonesia tengah mengalami proses perubahan yang ditandai oleh peningkatan permintaan layanan kesehatan, kemajuan bidang medis, serta laju inflasi di sektor kesehatan yang lebih cepat dibandingkan inflasi umum. Situasi ini mendorong berbagai pihak untuk mencari keseimbangan antara pelayanan kesehatan yang berkualitas, perlindungan peserta, dan stabilitas sistem pembiayaan jangka panjang.

Salah satu langkah strategis yang diambil dalam rangka memperkuat tata kelola dan pengelolaan risiko adalah penerbitan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 36 Tahun 2025 tentang Penguatan Ekosistem Asuransi Kesehatan. Regulasi ini diharapkan menjadi fondasi untuk memastikan keberlanjutan sektor asuransi kesehatan nasional.

Topik cost sharing menjadi pusat pembahasan dalam iLearn Thematic Webinar yang diadakan oleh Indonesia Re melalui Indonesia Re Institute. Kepala Divisi Indonesia Re Institute, Adi Putra, mengatakan bahwa mekanisme ini harus dilihat dalam konteks transformasi ekosistem asuransi kesehatan secara menyeluruh.

“Cost sharing tidak hanya tentang distribusi biaya antara peserta dan perusahaan, tetapi juga alat untuk mendorong penggunaan layanan kesehatan yang lebih bijak, memperkuat kesadaran risiko, serta menopang keberlanjutan finansial sistem kesehatan,” ujarnya.

Secara serupa, Executive Director Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Emira E. Oepangat, menekankan perlunya kesepahaman bersama terkait tujuan kebijakan cost sharing. Menurutnya, ini penting untuk membangun kerangka pendanaan kesehatan yang bertahan dalam waktu lama.

Webinar tersebut mengupas isu-isu terkini dalam pengelolaan risiko di sektor asuransi kesehatan, termasuk peran cost sharing dalam meningkatkan efisiensi dan tanggung jawab peserta. Banyak pertanyaan terbuka yang diharapkan dapat dijawab melalui diskusi ini.

Leave a comment πŸ’¬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *