𝕏 f WA
News

Key Strategy: Syam Basrijal: Atasi Polusi Udara dengan Percepatan Investasi Energi Terbarukan

Share: 𝕏 Twitter Facebook
Key Strategy: Syam Basrijal: Atasi Polusi Udara dengan Percepatan Investasi Energi Terbarukan

Key Strategy: Syam Basrijal Tawarkan Solusi Atasi Polusi Udara Jakarta

Key Strategy – Dalam upaya menangani masalah polusi udara yang kian mengkhawatirkan, Syam Basrijal, Direktur PT Gema Aset Solusindo, mengungkapkan bahwa Key Strategy untuk memperbaiki kualitas udara di Jakarta harus berfokus pada percepatan investasi energi terbarukan. Menurutnya, kebijakan jangka pendek seperti penggunaan masker atau pembatasan lalu lintas hanya bersifat sementara, sedangkan solusi permanen memerlukan keberanian politik dan peningkatan infrastruktur listrik berbasis energi bersih.

Pola Polusi yang Berulang

Syam Basrijal menjelaskan bahwa polusi udara di Jakarta memiliki pola yang hampir serupa setiap tahun. “Masalah ini tidak hanya terkait dengan volume kendaraan, tetapi juga dengan struktur sistem energi yang masih bergantung pada bahan bakar fosil,” katanya. Menurutnya, penggunaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara tetap menjadi penyumbang utama emisi pencemar, yang mencapai sekitar 70 persen dari total emisi sistem kelistrikan Jawa-Bali. Ketergantungan ini, kata Syam, menjadikan polusi udara sebagai masalah struktural yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional.

Investasi Energi Terbarukan sebagai Jawaban

β€œPLTU batu bara menghasilkan energi dalam jumlah besar, tetapi juga menyebabkan peningkatan partikel halus (PM2.5) dan gas berbahaya yang merusak kesehatan masyarakat,” ujar Syam. Ia menekankan bahwa peralihan ke sumber energi terbarukan, seperti solar, angin, atau hidro, adalah kunci untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Dengan mempercepat investasi di bidang ini, Jakarta dapat mengurangi emisi sebesar 30-50 persen dalam lima tahun ke depan, sekaligus mendorong pengembangan ekonomi hijau.

Selain itu, Syam memaparkan bahwa penggunaan energi terbarukan juga bisa mengurangi biaya listrik jangka panjang. “Investasi dalam teknologi hijau bukan hanya solusi lingkungan, tetapi juga investasi ekonomi yang menguntungkan,” tambahnya. Dengan mengintegrasikan energi terbarukan ke dalam sistem kelistrikan, Jakarta bisa menurunkan biaya operasional dan meningkatkan ketahanan energi.

Syam Basrijal mengingatkan bahwa dampak polusi udara tidak hanya terasa pada lingkungan, tetapi juga pada kesehatan masyarakat. Pencemaran udara berlebihan dikaitkan dengan peningkatan kasus gangguan pernapasan dan penyakit jantung. “Jika tidak segera diatasi, polusi ini akan mengurangi produktivitas tenaga kerja dan memperburuk kualitas sumber daya manusia,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa Key Strategy yang dipilih pemerintah harus mencakup komitmen jangka panjang untuk mengubah struktur energi, bukan hanya pengurangan sementara.

Untuk mewujudkan Key Strategy ini, Syam menyarankan beberapa langkah konkret. Pertama, pemerintah perlu mempercepat persetujuan proyek energi terbarukan di daerah-daerah dengan potensi besar, seperti Kalimantan atau Sumatra. Kedua, insentif kebijakan harus diberikan kepada investor yang berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur energi hijau. “Tidak hanya pemerintah, tetapi juga swasta harus aktif dalam Key Strategy ini, karena peran mereka sangat penting dalam meningkatkan akses dan kapasitas energi terbarukan,” tambahnya.

Syam juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap emisi dari sektor industri dan transportasi. “Investasi energi terbarukan harus disertai dengan regulasi yang ketat untuk memastikan semua sektor berkontribusi pada peningkatan kualitas udara,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa Key Strategy yang efektif perlu didukung oleh data yang akurat dan transparansi dalam pelaksanaannya. “Jika kita tidak menyusun strategi yang terukur, maka hasilnya akan sulit dinilai secara objektif,” pungkas Syam.

Leave a comment πŸ’¬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *