Kolagen Berkurang di Usia 20 Tahun, Perawatan Estetika Preventif Menjadi Trend
Kolagen Berkurang Sejak Usia 20 Tahun – Kolagen, senyawa alami yang penting untuk kekencangan dan kekenyalan kulit, mulai berkurang sejak usia 20 tahun. Perubahan ini terjadi secara perlahan, memicu kebutuhan akan perawatan estetika yang lebih awal. Dengan jumlah penurunan hampir 1% setiap tahun, banyak orang kini memprioritaskan tindakan pencegahan sebelum tanda-tanda penuaan menjadi lebih jelas.
Mengapa Kolagen Berkurang di Usia 20 Tahun?
Proses alami tubuh yang menyebabkan penurunan kolagen dimulai saat usia memasuki 20-an. Faktor seperti aktivitas hormonal, gaya hidup, dan paparan lingkungan berkontribusi pada kehilangan ini. Menurut pendiri Beauty Sister Clinic, dr. Elizabeth Lisa, kondisi ini mendorong munculnya minat pada perawatan estetika preventif, terutama di kalangan usia produktif dan Gen Z.
Menurutnya, hilangnya kolagen menyebabkan kulit kehilangan elastisitas dan kekencangan. Sementara itu, pengurangan volume lemak di bawah kulit bisa memicu munculnya cekungan di area wajah seperti bawah mata dan pipi. ‘Mulai usia 20 tahun, kolagen yang hilang sekitar satu persen setiap tahun. Di usia 40 tahun, sekitar 20 persen kolagen sudah berkurang. Karena itu, perawatan preventif lebih baik dilakukan sejak dini dibandingkan menunggu gejala penuaan terlihat jelas,’ ujarnya.
Kolagen berperan sebagai fondasi struktur kulit, menjaga kekencangan, mencegah kerutan, dan memberi kilau. Penurunan ini tidak hanya terjadi pada usia lanjut, tetapi juga mengancam penampilan di usia muda. Akibatnya, masalah seperti garis halus, kulit kendur, dan kekeringan lebih sering terjadi, meski sebagian besar orang belum menyadarinya.
Trend Perawatan Estetika Preventif di Indonesia
Di tengah kesadaran akan pentingnya pencegahan, perawatan estetika preventif kini menjadi pilihan utama. Banyak klinik kecantikan dan dokter estetika mulai menawarkan layanan yang bertujuan memperkuat produksi kolagen alami atau menggantinya dengan bahan-bahan yang efektif. Selain itu, teknik kombinasi seperti collagen stimulator PLLA-SCA dan filler NASHA & OBT semakin diminati karena menawarkan hasil yang seimbang antara cepat dan bertahan lama.
‘Filler memberikan hasil instan untuk memperbaiki kontur wajah, sedangkan collagen stimulator bekerja bertahap dengan hasil yang semakin terlihat seiring waktu,’ jelas dr. Elizabeth Lisa. Kombinasi ini tidak hanya mengatasi gejala akut, tetapi juga memperkuat struktur kulit secara jangka panjang.
Berbagai metode perawatan preventif, seperti masker kolagen, serum penguat, atau teknik injeksi, dirancang untuk mendukung kebutuhan kulit pada usia muda. Teknologi terkini seperti PLLA-SCA dan NASHA & OBT membantu mempertahankan bentuk wajah dan mencegah kehilangan kecantikan. Selain itu, lifestyle yang sehat seperti konsumsi antioksidan, hidrasi kulit, dan perlindungan terhadap sinar UV menjadi bagian integral dari strategi pencegahan.
Analisis dari berbagai sumber menunjukkan bahwa kebutuhan akan perawatan preventif meningkat seiring berkembangnya kesadaran masyarakat tentang penuaan dini. Dengan memulai perawatan sejak usia 20-an, individu bisa meminimalkan dampak penurunan kolagen dan memperpanjang masa muda mereka. Penelitian menegaskan bahwa penggunaan bahan aktif sejak dini lebih efektif dalam mencegah perubahan signifikan pada kulit.
Di sisi lain, teknologi pengganti kolagen juga berkembang pesat. Filler NASHA & OBT, misalnya, memberikan perbaikan kontur wajah secara instan, sementara collagen stimulator PLLA-SCA merangsang tubuh untuk menghasilkan kolagen sendiri. Kombinasi ini tidak hanya mengatasi tanda-tanda penuaan, tetapi juga menjaga keseimbangan struktur kulit sepanjang waktu. Pendekatan ini semakin diminati karena memberi hasil yang alami dan tahan lama.
