𝕏 f WA
News

Latest Program: Pemprov DKI Perkuat Digitalisasi Transaksi, QRIS Jakarta Capai 38 Persen Nasional

Share: 𝕏 Twitter Facebook

Pemprov DKI Perkuat Digitalisasi Transaksi QRIS Jakarta Capai 38 Persen Nasional

Latest Program – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong percepatan transformasi digital dalam bidang transaksi pembayaran, salah satunya melalui pengembangan QRIS (Quick Response Code for Islamic Standard). Data terkini menunjukkan bahwa kontribusi transaksi QRIS Jakarta mencapai 38 persen dari total transaksi QRIS nasional, menjadikannya salah satu daerah dengan adopsi teknologi ini yang paling pesat di Indonesia. Inisiatif ini menjadi bagian dari Latest Program yang bertujuan meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas layanan keuangan bagi masyarakat luas.

QRIS Sebagai Tolak Ukur Inovasi Pembayaran

Peluncuran Latest Program ini dilakukan dalam rangka memperkuat ekosistem pembayaran digital di DKI Jakarta. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa QRIS menjadi salah satu alat utama dalam mendorong transaksi non-tunai. Ia menegaskan bahwa penggunaan QRIS di Jakarta bukan hanya meningkatkan efisiensi bisnis tetapi juga menjadi bagian dari Latest Program nasional yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan instansi terkait.

Dalam rangkaian Latest Program, Pemprov DKI Jakarta dan BI telah melakukan berbagai upaya untuk menyebarluaskan QRIS. Salah satunya adalah Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 yang diadakan di Istora Senayan, Jakarta, pada 4 Juli 2026. Acara tersebut menjadi platform untuk menyoroti inisiatif digitalisasi transaksi dan menunjukkan bagaimana QRIS bisa mengubah cara berbelanja serta bertransaksi di berbagai sektor. Iwan Setiawan menjelaskan bahwa QRIS tidak hanya memudahkan pembayaran tetapi juga menjadi kebutuhan dalam era digital saat ini.

Perluasan QRIS ke Berbagai Sektor

Kepala Dinas Perdagangan DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa seluruh 153 pasar yang dikelola pemerintah provinsi telah menerapkan QRIS. Selain itu, sekitar 422.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jakarta juga aktif menggunakan sistem ini. “QRIS adalah bagian dari Latest Program untuk mendorong ekonomi digital dan memudahkan masyarakat dalam bertransaksi,” ujarnya saat membuka acara JKF 2026.

Transaksi QRIS di Jakarta terus meningkat karena kemudahan akses dan keamanannya. Menurut data BI, sistem ini menjadi pilihan utama bagi para pengguna layanan keuangan, terutama dalam transaksi kecil dan menengah. Dengan Latest Program yang dijalankan secara terpadu, DKI Jakarta berkomitmen untuk menyelesaikan masalah keuangan digital secara menyeluruh, termasuk memberikan pelatihan bagi pelaku usaha serta meningkatkan infrastruktur teknologi.

Pramono Anung menambahkan bahwa kompetisi digitalisasi pasar akan menjadi bagian dari Latest Program untuk menekankan partisipasi masyarakat dalam memperluas penggunaan QRIS. Dinas UMKM DKI Jakarta berencana menggelar lomba digitalisasi yang diharapkan mampu memicu pertumbuhan transaksi online. “Selain itu, kami juga berencana mengajak lebih banyak mitra seperti perusahaan teknologi dan pihak swasta untuk mendorong inisiatif ini,” jelasnya.

QRIS Jakarta menjadi model terbaik bagi daerah lain karena capaian transaksi yang signifikan. Iwan Setiawan menyoroti bahwa pertumbuhan ini berkat sinergi antara Pemprov DKI, BI, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan Latest Program yang terus berlanjut, target pemerintah adalah meningkatkan pangsa pasar QRIS hingga mencapai 50 persen dalam waktu 12 bulan ke depan. Program ini juga mencakup pengembangan layanan keuangan yang lebih inklusif, terutama bagi lapisan masyarakat yang sebelumnya kesulitan mengakses teknologi.

Untuk memastikan keberlanjutan Latest Program, Pemprov DKI Jakarta bersama BI dan OJK telah menyusun strategi jangka panjang. Salah satu langkah utama adalah memastikan bahwa QRIS terus diperbarui dan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Menurut Pramono Anung, pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai manfaat transaksi digital melalui berbagai kampanye dan edukasi. “QRIS bukan hanya alat pembayaran, tetapi juga jembatan menuju ekonomi yang lebih modern,” tuturnya.

Dengan Latest Program yang dijalankan secara konsisten, Jakarta berharap menjadi pusat inovasi digitalisasi transaksi di Indonesia. Program ini juga berdampak pada perekonomian lokal, karena QRIS meningkatkan volume transaksi dan mengurangi penggunaan uang tunai. Dukungan pemerintah bersama dengan berbagai pihak membantu menjadikan Jakarta sebagai salah satu daerah yang paling berpengaruh dalam mengembangkan ekosistem pembayaran digital di Tanah Air.

Leave a comment 💬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *