Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Jika AS Melancarkan Serangan Lagi
Latest Program – Tensi antara Iran dan Amerika Serikat semakin memuncak, terutama setelah serangan terbaru yang diluncurkan oleh AS di wilayah Selat Hormuz. Dalam skenario terburuk, Iran menegaskan akan menutup selat tersebut sepenuhnya sebagai respons untuk menghentikan aksi militer AS. Tindakan ini bertujuan mengganggu pasokan minyak global yang melewati jalur perairan vital tersebut, sekaligus menegaskan komitmen Teheran untuk mempertahankan keamanan wilayahnya.
Latar Belakang Konflik di Selat Hormuz
Latest Program – Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama pengiriman minyak ke sekitar 20 persen produksi global, telah lama menjadi titik perhatian utama dalam hubungan Iran dan AS. Sejak tahun 2019, ketegangan meningkat setelah AS memutus sanksi ekonomi terhadap Iran, memicu serangan terhadap fasilitas minyak Iran di wilayah tersebut. Pada 7 Juli 2023, insiden serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz memperkuat kekhawatiran bahwa AS akan melanjutkan operasi militer. Sebagai respons, Iran mengungkap rencana untuk menutup selat ini secara permanen.
“Jika terjadi serangan lagi, Iran siap menutup Selat Hormuz sepenuhnya untuk memutus akses maritim musuh,” kata sumber keamanan yang mengungkap informasi terkini kepada Press TV, Rabu (8/7). Tindakan ini diperkirakan akan mengganggu pasokan minyak ke berbagai negara, termasuk Eropa dan Asia.
Latest Program – Strategi Iran mencakup penggunaan kapal-kapal perang dan drone untuk menghalangi gerakan militer AS. Sumber tersebut juga menegaskan bahwa Iran berencana menyerang dua target untuk setiap serangan yang diterima. Tujuan ini adalah untuk menunjukkan kekuatan militer mereka dan mengurangi kemungkinan AS mengulangi aksi serangan yang memicu kekacauan.
Langkah-Langkah Iran dalam Pemantapan Kekuasaan
Latest Program – Iran mengklaim bahwa penutupan Selat Hormuz akan dilakukan dengan cara yang sistematis, termasuk pemblokiran jalur lalu lintas kapal dan penerapan tindakan militer di area strategis. Tekanan ini juga dimaksudkan untuk menggangu kepentingan geopolitik AS di Timur Tengah. Menurut sumber, Teheran telah melakukan persiapan matang, termasuk meningkatkan kekuatan pasukan laut dan mengatur operasi penjagaan perairan.
Latest Program – Sebelumnya, Donald Trump, Presiden AS, menyatakan bahwa pihaknya akan melancarkan serangan terhadap Iran pada Rabu (8/7) sebagai pembalasan atas insiden pada Selasa (7/7). Serangan ini dianggap sebagai bagian dari strategi terbaru AS untuk memperkuat dominasi di wilayah kritis tersebut. Meski begitu, Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan gentar dan siap membalas setiap tindakan yang dianggap merugikan kepentingan nasional mereka.
Latest Program – Penutupan Selat Hormuz tidak hanya berdampak pada ekonomi Iran, tetapi juga pada kestabilan pasar minyak global. Sumber menyebutkan bahwa Iran sudah menyiapkan rencana untuk mengatur alur pasokan minyak sesuai kebijakan mereka sendiri. Dengan menutup selat ini, mereka berharap mendorong negosiasi yang lebih kuat dan menekan kebijakan sanksi AS terhadap industri energi Iran.
Latest Program – Tindakan ancaman ini juga dianggap sebagai bagian dari program terbaru Iran untuk memperkuat posisi mereka di kawasan Timur Tengah. Selama beberapa bulan terakhir, Teheran terus memperhatikan aktivitas militer AS di sekitar wilayahnya, termasuk penggunaan kapal perang dan pengeboman di beberapa titik strategis. Dengan menutup Selat Hormuz, Iran ingin menunjukkan bahwa mereka siap melindungi kepentingan ekonomi dan keamanan negara mereka.
