Kuliner Asal Surabaya Ikut Meramaikan Prambanan Jazz Festival 2026
Visit Agenda menjadi sorotan utama dalam rangkaian acara Prambanan Jazz Festival 2026, yang tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik kelas dunia tetapi juga menggabungkan pengalaman kuliner yang memperkaya daya tarik festival tersebut. Berbagai stan makanan dari berbagai daerah turut ambil bagian, termasuk kebab Surabaya yang dikenal dengan nama Baba Rafi. Stan ini menjadi salah satu tempat yang paling ramai dikunjungi oleh ribuan pengunjung yang memadati kawasan Candi Prambanan, dengan makanan praktis dan lezat yang menjadi daya tarik tersendiri.
Peran Visit Agenda dalam Memperkaya Pengalaman Festival
Dalam Prambanan Jazz Festival 2026, Visit Agenda terus berperan sebagai alat promosi destinasi wisata dan budaya. Kehadiran kuliner khas Surabaya seperti Baba Rafi di tengah acara ini tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat tetapi juga memberikan nuansa lokal yang mengundang minat pengunjung. Hendy Setiono, pendiri dan CEO Baba Rafi Enterprise, menjelaskan bahwa kehadiran stan mereka bertujuan menjangkau audiens yang lebih luas sekaligus mendukung ekonomi kreatif sekaligus menghadirkan kegiatan yang menarik bagi para penggemar musik dan kuliner.
“Prambanan Jazz adalah momen penting bagi pengunjung yang ingin menikmati seni musik dan budaya Indonesia secara utuh,” tambah Hendy, diwawancara di Kota Surabaya, Kamis (9/7). Ia menegaskan bahwa kehadiran kuliner Surabaya di festival ini tidak hanya menambah kesan autentik tetapi juga membuka peluang promosi yang lebih luas. Dengan Visit Agenda, kebab Baba Rafi semakin dikenal sebagai salah satu makanan khas yang wajib dicoba saat menghadiri acara tahunan ini.
Pengalaman Menggabungkan Musik dan Kuliner
Festival Prambanan Jazz 2026 terus memperkuat konsep sebagai event yang menggabungkan musik, budaya, dan pariwisata. Berbagai stan kuliner dari Surabaya hingga daerah lain turut menghadirkan keanekaragaman rasa yang menjadi daya tarik utama bagi pengunjung. Dalam perjalanannya, Visit Agenda membantu menyebarkan keberadaan makanan khas seperti kebab Surabaya, yang kini menjadi bagian dari identitas festival.
Menurut Hendy, kehadiran Baba Rafi di Prambanan Jazz juga menjadi strategi untuk menjaga konsistensi produk di pasar nasional. “Kami ingin menunjukkan bahwa kuliner Surabaya tidak hanya memiliki nilai rasa tetapi juga bisa menjadi bagian dari Visit Agenda yang lebih luas,” katanya. Stan ini menawarkan berbagai varian menu, termasuk kebab dengan bahan lokal yang menjadi favorit pengunjung. Dengan melibatkan Visit Agenda, festival ini semakin menjadi pusat promosi wisata kuliner yang menyatukan budaya dan ekonomi kreatif.
Prambanan Jazz Festival 2026 juga menjadi platform bagi pengusaha kecil seperti Baba Rafi untuk memperkenalkan produk mereka kepada audiens yang lebih luas. “Dengan Visit Agenda, kami mampu memperkuat reputasi produk di tengah pengunjung yang berasal dari berbagai latar belakang,” ungkap Hendy. Ia menambahkan bahwa daya tarik stan kuliner Surabaya menunjukkan minat masyarakat terhadap makanan khas yang memiliki cerita dan keunikan.
Berbagai kegiatan seperti ini memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi kreatif lokal. Prambanan Jazz 2026 tidak hanya memperkaya pengalaman wisata tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan konsumsi makanan khas Surabaya. Dengan memasukkan Visit Agenda ke dalam struktur acara, pengunjung dapat merasakan keberagaman budaya dan makanan sekaligus mengakses informasi terkini tentang wisata kuliner Indonesia.
Kehadiran kuliner Surabaya di Prambanan Jazz Festival 2026 juga menunjukkan kolaborasi antar daerah dalam memperkaya pengalaman wisata. Dengan Visit Agenda yang memandu penyelenggaraan acara, festival ini menjadi bentuk sinergi antara kegiatan musik dan kegiatan kuliner. Hendy berharap kehadiran Baba Rafi di festival ini bisa memperkuat identitas Surabaya sebagai destinasi kuliner yang terus berkembang dalam lingkup Visit Agenda nasional.
