𝕏 f WA
News

Pemkot Tangsel Beber Hasil Evaluasi AI Helita – Masih Ada PR Besar Ubah Budaya

Share: 𝕏 Twitter Facebook
Pemkot Tangsel Beber Hasil Evaluasi AI Helita – Masih Ada PR Besar Ubah Budaya

Pemkot Tangsel Beber Hasil Evaluasi AI Helita: PR Besar Ubah Budaya Digital

Evaluasi Helita dan Tantangan Adaptasi Budaya

Pemkot Tangsel Beber Hasil Evaluasi AI Helita – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali memberikan evaluasi mengenai penggunaan asisten virtual Helita, yang menjadi bagian dari inisiatif modernisasi layanan publik digital. Evaluasi ini dilakukan selama periode 30 April hingga 15 Juni 2026, dan hasilnya diungkapkan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tangsel, TB Asep Nurdin. Meskipun kemajuan teknologi dan infrastruktur digital telah mencapai tingkat yang stabil, adapun tantangan besar dalam menggeser pola pikir masyarakat dari budaya analog ke digital, khususnya di sektor perizinan dan penanganan keluhan fisik.

“Hasil evaluasi menunjukkan bahwa perubahan budaya digital masih menjadi PR utama, meskipun kemampuan teknis Helita sudah memenuhi standar minimal,” tutur Asep.

Menurutnya, perlu penyesuaian lebih lanjut agar masyarakat lebih cepat merespons layanan berbasis AI. Dalam proses ini, Pemkot Tangsel terus mengoptimalkan sistem superTangselONE sebagai platform utama penggunaan Helita.

Statistik Pemakaian dan Kinerja Helita

Dalam 47 hari pengujian, asisten virtual Helita telah melayani sebanyak 974 percakapan dengan total pesan mencapai 10.257. Meski angka ini menunjukkan keberhasilan awal, rata-rata waktu respons yang mencapai 429 milidetik menimbulkan pertanyaan. Asep menjelaskan bahwa tingkat penyelesaian masalah berada di angka 25 persen, sementara 75 persen masih memerlukan penanganan lebih lanjut. Rating 4,3 dari 5 bintang berdasarkan 250 pengguna yang memberikan ulasan menunjukkan bahwa layanan ini cukup diminati, tetapi masih ada ruang untuk ditingkatkan.

Pemkot Tangsel Beber Hasil Evaluasi AI Helita juga menyoroti kebutuhan penguasaan digital yang tidak merata di berbagai lapisan masyarakat. Meski sebagian besar pegawai dinas telah terbiasa menggunakan sistem digital, ada sejumlah warga yang masih membutuhkan pelatihan khusus untuk memahami cara penggunaan Helita. “Kami melihat bahwa adaptasi masyarakat sangat memengaruhi efektivitas layanan,” tambah Asep.

Pencapaian KPI dan Potensi Perbaikan

Secara teknis, semua indikator kinerja utama (KPI) Helita telah mencapai target minimal. Tingkat ketersediaan sistem mencapai 93,33 persen, yang melebihi standar 90 persen yang diharapkan. Hal ini menunjukkan bahwa infrastruktur dan pengembangan algoritma Helita berjalan cukup baik. Namun, Asep menekankan bahwa pencapaian ini belum cukup untuk mengubah pola hidup masyarakat secara mendasar.

Hasil evaluasi Pemkot Tangsel Beber Hasil Evaluasi AI Helita menunjukkan bahwa keberhasilan teknis tidak sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan masyarakat. Dalam sektor perizinan, misalnya, banyak warga masih lebih nyaman menggunakan jalur fisik daripada melalui layanan digital. Dengan demikian, Pemkot Tangsel harus memperkuat strategi sosialisasi dan pelatihan untuk mempercepat transformasi digital.

Keterlibatan Masyarakat dan Kebutuhan Edukasi

Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor kunci dalam mengukur suksesnya implementasi Helita. Asep menyatakan bahwa keberhasilan aplikasi ini sangat bergantung pada tingkat pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap teknologi. “Jika warga tidak percaya dengan layanan digital, maka kemajuan teknis tidak akan memberikan dampak signifikan,” jelasnya. Oleh karena itu, Pemkot Tangsel sedang menggencarkan program edukasi dan komunikasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Berbagai upaya seperti pelatihan di kelurahan dan sosialisasi melalui media lokal diharapkan bisa mendorong adaptasi budaya digital. Asep menargetkan bahwa dalam waktu dekat, ketersediaan layanan dan respons masyarakat akan meningkat. “Kami ingin masyarakat tidak hanya mengenal Helita, tetapi juga menggantungkan kebutuhan sehari-hari pada sistem ini,” ujarnya.

Masa Depan Implementasi Helita

Pemkot Tangsel Beber Hasil Evaluasi AI Helita menyatakan bahwa evaluasi ini menjadi bahan pertimbangan untuk pengembangan lebih lanjut. Asep berharap bahwa setelah perbaikan, Helita bisa menjadi solusi utama dalam menangani keluhan dan pelayanan publik. “Kami ingin semua layanan berjalan lebih cepat dan efisien, serta mengurangi beban pekerja di dinas terkait,” imbuhnya. Dengan adanya hasil evaluasi, Pemkot Tangsel dapat menyesuaikan kebijakan dan strategi adaptasi digital sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Hasil evaluasi Pemkot Tangsel Beber Hasil Evaluasi AI Helita juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan berbagai sektor. Asep menegaskan bahwa transformasi digital tidak bisa dilakukan hanya oleh pihak teknis, tetapi perlu didukung oleh seluruh elemen masyarakat. “Perubahan budaya digital membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan, mulai dari warga hingga pegawai,” katanya. Dengan demikian, langkah-langkah strategis akan terus diambil untuk menjamin keberlanjutan implementasi Helita.

Sebagai bagian dari pengembangan layanan digital, Pemkot Tangsel juga berencana untuk memperluas fitur Helita, termasuk integrasi dengan layanan kesehatan dan pendidikan. Asep menyatakan bahwa evaluasi ini akan menjadi dasar untuk mengevaluasi performa sistem di berbagai sektor. “Tujuan utama adalah meningkatkan kualitas layanan publik melalui transformasi digital yang lebih mendalam,” pungkasnya.

Leave a comment 💬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *