Ferry Irwandi Ungkap Pentingnya Storytelling
Kegiatan dalam Rangka Dies Natalis UPGRIS
What Happened During – Dalam rangka perayaan Dies Natalis ke-45 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), acara seminar dan diskusi interaktif berlangsung di GP 7 kampus tersebut. Rabu (15/7), tamu spesial yang dihadirkan adalah Ferry Irwandi, seorang narator dan pelaku kreatif yang dikenal dalam industri media. Kegiatan ini memiliki tema “The Art of Storytelling: Mengubah Gagasan Menjadi Dampak, Memberi Makna di Era Digital” dan menjadi What Happened During yang menarik perhatian banyak peserta. Seminar ini tidak hanya fokus pada teori narasi, tetapi juga menyajikan aplikasi praktis storytelling dalam konteks kehidupan digital modern.
Pengembangan Narasi dalam Pendidikan Tinggi
Rektor UPGRIS, Sapto Budoyo, menjelaskan bahwa What Happened During seminar ini adalah bagian dari upaya menyelenggarakan kegiatan edukatif yang berkelanjutan setiap Dies Natalis. “Tujuan utamanya adalah memberikan wawasan kepada generasi muda agar bisa mengomunikasikan ide, membangun narasi, memengaruhi perubahan, serta menciptakan dampak positif dalam masyarakat digital,” ujar Sapto. Kegiatan ini juga menjadi What Happened During untuk memperkuat visi UPGRIS dalam memadukan teknologi dengan keterampilan komunikasi yang efektif.
“Saat ini, kami ingin melanjutkan misi sebagaimana yang dijalankan oleh pemimpin sebelumnya,” tambah Sapto.
Menurut Sapto, jumlah peserta mencapai 688 orang, melebihi target awal sebanyak 500 peserta. Peserta terdiri dari mahasiswa, dosen, serta staf pendidikan UPGRIS. “Ada juga perwakilan pengurus OSIS dari SMK di Kota Semarang yang didampingi guru dan kepala sekolah,” katanya. What Happened During acara ini terbukti sangat dinamis, dengan peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi tentang tantangan komunikasi di era media sosial. Tema storytelling dianggap relevan karena menjadi alat untuk membangun identitas institusi dan memperkaya pengalaman belajar.
Di samping itu, What Happened During seminar ini juga mencakup sesi praktik langsung dengan peserta. Ferry Irwandi memberikan contoh penerapan narasi dalam berbagai bidang, mulai dari pemasaran digital hingga pengembangan program pendidikan. “Storytelling adalah jembatan antara informasi dan emosi,” terangnya. Ia menjelaskan bahwa narasi yang kuat bisa menarik perhatian audiens, membangun kepercayaan, dan menyampaikan pesan dengan lebih efisien. Hal ini sangat penting di tengah kehidupan digital yang penuh dengan informasi yang cepat berlalu.
Kegiatan ini menjadi What Happened During yang sangat bermakna bagi mahasiswa, terutama dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. “Seorang pemimpin harus mampu mengubah ide menjadi kisah yang menginspirasi,” ujar Ferry Irwandi. Ia menekankan bahwa storytelling tidak hanya untuk menarik perhatian, tetapi juga sebagai alat untuk menciptakan hubungan emosional dengan audiens. Dalam konteks pendidikan tinggi, ini bisa memperkuat kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan konsep atau proyek mereka secara lebih menarik dan efektif.
What Happened During sesi diskusi interaktif juga menyoroti pentingnya keterampilan ini dalam membangun masyarakat digital yang lebih inklusif. Ferry Irwandi mengungkapkan bahwa narasi yang baik bisa memperjelas tujuan, membangun koneksi, dan meningkatkan partisipasi. “Dalam dunia digital, kejelasan dan kekuatan narasi bisa membedakan antara keberhasilan dan kegagalan suatu proyek,” imbuhnya. Ia memberikan tips praktis untuk meningkatkan storytelling, seperti memahami audiens, menekankan emosi, dan menggabungkan data dengan cerita.
Silakan baca berita menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News. What Happened During Dies Natalis UPGRIS bukan hanya tentang narasi, tetapi juga tentang peran pendidikan tinggi dalam membentuk generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi. Seminar ini menjadi What Happened During yang menginspirasi peserta untuk merancang strategi komunikasi yang lebih inovatif. Dengan tema yang relevan, acara ini memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana storytelling bisa menjadi senjata ampuh dalam era digital yang serba cepat dan sibuk.
