𝕏 f WA
News

Key Issue: Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Ari Irham Bicara Kesulitan Jadi Anak Band

Share: 𝕏 Twitter Facebook
Key Issue: Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Ari Irham Bicara Kesulitan Jadi Anak Band

Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Ari Irham Bicara Kesulitan Jadi Anak Band

Key Issue: Tantangan Pemain Utama dalam Film Musikal

Key Issue menghadirkan kisah seru tentang perjalanan Ari Irham sebagai aktor yang menantang diri untuk mengambil peran gitaris dan vokalis dalam film terbarunya, Takkan Kubiarkan Kau Menangis. Bagi Ari, ini bukan sekadar proyek biasa, melainkan pengalaman unik yang menguji keterampilannya di luar bidang akting. Dalam wawancara eksklusif, ia mengungkapkan betapa beratnya menangani tugas ganda ini, sekaligus bagaimana ia berusaha memadukan keahlian musik dan kehidupan sehari-hari sebagai aktor.

Persiapan dan Proses Latihan yang Intensif

Sebelum memerankan karakter Dika, Ari menjalani latihan intensif selama dua bulan untuk mengasah kemampuan bermain gitar dan bernyanyi. “Key Issue adalah bagaimana saya harus menjadi bagian dari alur cerita sekaligus menciptakan musik yang selaras dengan suasana film,” kata pemeran muda ini. Latihan tersebut mencakup workshop teknik dasar, keterampilan bermain gitar, dan latihan vokal yang dirasa sangat berat, terutama karena ia sebelumnya hanya mengenal musik secara teori.

Ari, yang berusia 24 tahun, mengakui bahwa peran sebagai anak band mengharuskan ia melupakan identitas seorang aktor. “Saya harus berpikir seperti seorang musisi, bukan aktor,” tambahnya. Kehadirannya dalam film ini juga memicu perubahan pola hidup, mulai dari rutinitas sehari-hari hingga cara berpikir tentang kreativitas dan ekspresi. Proses ini menurutnya seperti mengambil tantangan baru yang mengubah segalanya.

“Key Issue yang paling menonjol adalah bagaimana saya bisa memadukan ekspresi emosional dengan teknik musik. Sering kali, saya terjebak antara memainkan gitar dengan tepat dan menyampaikan emosi yang diperlukan untuk karakter,” papar Ari. Ia pun tak segan meminta bantuan dari musisi profesional untuk mengasah performa di luar jam latihan. “Saya butuh konsistensi, karena setiap adegan harus terlihat natural dan menarik.”

Sebagai mantan DJ, Ari memiliki dasar musik yang kuat, tetapi peran anak band dalam film ini jauh lebih kompleks. Ia mengungkapkan bahwa mengeksekusi lagu-lagu dalam konteks drama membutuhkan perhatian ekstra terhadap nuansa emosional dan makna kata-kata. “Key Issue adalah mengubah keahlian saya sebagai DJ menjadi sesuatu yang bisa dinikmati oleh penonton,” ujarnya. Proses ini juga menantang keterampilannya dalam mengatur waktu, karena ia harus sekaligus menghadiri syuting dan berlatih musik di sela-sela jadwal.

Dalam film ini, Ari memerankan karakter yang tidak hanya menonjolkan bakat musikal tetapi juga menggambarkan perjuangan hidup anak band. Ia berusaha menampilkan sisi emosional dari Dika, yang kerap terjebak antara keinginan untuk menang dan ketakutan akan kegagalan. “Key Issue adalah bagaimana saya bisa menyampaikan perasaan yang tersembunyi di balik musik, seperti rasa cinta, kecewa, atau keberanian,” jelas Ari. Peran ini pun mengajarkannya tentang pentingnya menggabungkan dua dunia, yakni musik dan akting, dalam satu kisah.

Ari juga menyoroti bagaimana sutradara memandu proses pemeranannya. “Key Issue adalah komunikasi yang baik antara saya dan tim produksi. Tidak hanya teknik musik, tetapi juga cara menampilkan karakter secara visual dan emosional.” Proses syuting film ini berjalan dinamis, di mana ia sering kali harus bermain dengan kecepatan tinggi sambil memastikan performa musiknya tetap stabil. Bagi Ari, ini adalah pengalaman berharga yang membuka wawasan baru tentang bagaimana musik bisa menjadi alat ekspresi yang kuat dalam dunia perfilman.

Leave a comment πŸ’¬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *