Presenter TVRI Papua Barat Hanyut Terseret Arus – Tim SAR Gelar Operasi Pencarian
Detail Kejadian di Area Air Terjun Memti
Presenter TVRI Papua Barat Hanyut Terseret – Kecelakaan yang menyebabkan presenter TVRI Papua Barat hanyut terseret arus terjadi di kawasan Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak, pada hari Sabtu (18 Juli). Yanto Idorway, seorang presenter dari stasiun televisi TVRI Papua Barat, tenggelam setelah terpeleset di alur air deras saat berusaha menyeberangi sungai. Laporan darurat diterima oleh Kasat Intel Polres Pegunungan Arfak pada pukul 20.30 WIT, dan tim pencarian darurat segera dibentuk untuk menangani situasi tersebut.
“Kami akan memaksimalkan upaya pencarian terhadap korban, kata Yefri Sabaruddin, Kepala Kantor SAR Manokwari, melalui keterangan di Manokwari, Sabtu (18/7).” Tim SAR mulai bergerak ke lokasi kejadian setelah menerima laporan, dengan menggunakan satu unit mobil penyelamat untuk memastikan operasi berjalan cepat dan terorganisir.
Kondisi Korban dan Upaya Penyelamatan
Korban, Yanto, terjatuh ke dalam aliran air deras saat menjelajah area wisata alam yang terkenal di Papua Barat. Dua temannya berusaha menyelamatkannya dengan berlari ke arah korban, namun Yanto tidak bisa ditangkap. Kejadian ini menimbulkan kecemasan di kalangan masyarakat setempat, terutama karena kejadian terjadi di lokasi yang cukup jauh dari permukiman. Selain itu, kondisi cuaca yang tidak menentu serta aliran sungai yang deras memperumit proses pencarian.
Yefri Sabaruddin menjelaskan bahwa tim SAR bersama anggota polisi dan masyarakat setempat telah melakukan pencarian intensif di sekitar area air terjun. “Kami mengambil langkah tergesa-gesa karena waktu sangat berharga,” tambahnya.
Operasi terus berlangsung hingga pagi hari, dengan tim SAR berjalan kaki selama beberapa jam melalui medan yang cukup berat untuk mencari tanda-tanda keberadaan korban.
Upaya Pencarian dan Tantangan yang Dihadapi
Tim SAR Manokwari mengambil langkah serius dalam operasi pencarian untuk presenter TVRI Papua Barat hanyut. Mereka membagi tim menjadi dua kelompok: satu untuk menelusuri sisi hulu air terjun, dan yang lain untuk mencari di bagian bawah. Selain itu, tim menggunakan peralatan seperti drone dan alat komunikasi untuk mempercepat proses pencarian. Meski demikian, cuaca buruk dan bentuk aliran air yang tidak terduga menjadi hambatan utama dalam upaya penyelamatan.
Setelah beberapa jam bergerak di sekitar lokasi, tim SAR masih belum menemukan korban. Namun, mereka terus meningkatkan intensitas pencarian, termasuk meminta bantuan warga setempat yang lebih mengenal kondisi alam sekitar. “Kami tidak menyerah sampai semua kemungkinan terpenuhi,” ujar Yefri Sabaruddin, yang menegaskan komitmen tim SAR untuk menemukan korban sebelum kondisi cuaca memburuk.
Proses Pencarian dan Kondisi Tempat Kejadian
Kawasan Air Terjun Memti dikenal memiliki aliran air yang deras dan terjal, sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan serius. Lokasi ini juga sering dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara, yang menambah risiko terpeleset saat menyeberangi sungai. Selain itu, kondisi tanah yang basah dan curam membuat proses pencarian lebih sulit.
Yefri Sabaruddin menjelaskan bahwa tim SAR mengambil strategi yang berbeda, yaitu menelusuri semua kemungkinan jalur yang bisa dilalui korban. “Kami juga memperhatikan sumber daya alam di sekitar air terjun untuk mengidentifikasi area yang paling mungkin menyimpan korban.”
Pencarian diperkirakan akan memakan waktu sekitar 24 jam, tergantung pada kondisi cuaca dan hasil penelusuran yang dilakukan.
Tim SAR terus memperkuat upaya mereka dengan meminta bantuan perahu dan alat pendarat untuk menyelami bagian sungai yang lebih dalam. Sementara itu, warga setempat juga memberikan informasi tentang aliran air yang terlihat di sekitar kawasan, berharap bisa membantu menemukan tanda-tanda korban. Dalam beberapa jam, tim SAR berhasil menemukan satu barang yang diduga milik Yanto, yaitu pakaian basah dan alat komunikasi, yang memberikan harapan baru dalam pencarian.
Dalam beberapa jam setelah kejadian, tim SAR berupaya memperluas cakupan pencarian ke area sekitar, termasuk ke hutan dan lereng bukit yang dekat dengan air terjun. Yefri Sabaruddin mengatakan bahwa beberapa tim penyelamat juga menjelajah jalur yang cukup jauh dari permukiman, mencoba menemukan korban sebelum kondisi cuaca memburuk. “Kami sedang bekerja dengan cepat dan tekun untuk menemukan Yanto,” tambahnya.
