Kawal Ketahanan Energi Nasional Komut Pertamina Apresiasi Zona 4
Beritanaya.com – PRABUMULIH – Komitmen PT Pertamina (Persero) terhadap visi ketahanan dan kemandirian energi nasional yang menjadi bagian dari agenda Asta Cita Pemerintah terus ditunjukkan melalui aksi nyata di lapangan. Pada hari kedua agenda Management Walkthrough (MWT) yang berlangsung Selasa (21/7/2026), Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan melakukan kunjungan kerja intensif mulai pagi hingga malam tanpa henti di Region Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memastikan bahwa seluruh operasional hulu migas berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Kawal Ketahanan Energi Nasional Komut Pertamina – PRABUMULIH – Kunjungan ini berfokus pada peninjauan berbagai titik strategis operasional di PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 Prabumulih. Mochamad Iriawan secara langsung memeriksa fasilitas-fasilitas penting seperti Integrated Demo Room, Rig PDSI #30.2/D1000-E, serta Stasiun Pengumpul Gas (SPG) Beringin A yang berperan sebagai pusat produksi minyak dan gas bumi di kawasan tersebut. Langkah menyusuri area lapangan hingga larut malam ini bertujuan memastikan seluruh lini operasional hulu berjalan dengan optimal dan sesuai standar keselamatan yang berlaku.
Data Kinerja yang Mengesankan
Mantan Pj Gubernur Jawa Barat tersebut menyampaikan rasa bangga setelah menyaksikan langsung semangat para Perwira Pertamina yang bekerja di garis depan penyuplai energi nasional. Ia menegaskan bahwa kunjungan fisik ini merupakan bentuk apresiasi atas capaian impresif yang sebelumnya hanya ia baca melalui laporan di meja kerjanya. Kinerja tim Zona 4 Prabumulih menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal produktivitas dan efisiensi operasional.
Menurut Iriawan, kinerja Pertamina di PHR Zona 4 pada pertengahan tahun 2026 menunjukkan lonjakan efisiensi dan produktivitas yang sangat membanggakan. Pencapaian-pencapaian tersebut meliputi keberhasilan pengeboran sumur pengembangan baru melalui metode infill dan step-out, serta keberhasilan Sumur LBK-031 di akhir Juni lalu yang mencatatkan open flow 2.068 BOPD dan 2,68 MMSCFD. Angka-angka ini membuktikan bahwa strategi yang diterapkan telah memberikan hasil yang nyata.
“Laporan kinerja yang masuk ke meja saya menunjukkan pencapaian yang luar biasa di pertengahan tahun 2026 ini. Mulai dari keberhasilan pengeboran sumur pengembangan baru lewat metode infill dan step-out, hingga keberhasilan Sumur LBK-031 di akhir Juni lalu yang mencatatkan open flow 2.068 BOPD dan 2,68 MMSCFD,” ujar Mochamad Iriawan dengan penuh apresiasi.
Selain itu, Iriawan juga menyoroti potensi masif dari Sumur TLJ-261 dan GNK-113 di Lapangan Prabumulih yang menyentuh angka 4.834,8 BOPD. Efisiensi luar biasa juga terlihat pada pengeboran sumur pengembangan KRG-042 di Struktur Karangan, Field Limau yang mencatatkan hasil sementara 777 BOPD hanya dalam waktu 25 hari dari target awal 28 hari, serta realisasi biaya sebesar US$3,18 juta atau 76,15% dari AFE SKK Migas. Pencapaian ini menunjukkan bahwa manajemen biaya dan waktu telah berjalan dengan sangat baik.
“Ini efisiensi waktu dan biaya yang luar biasa. Hasil ini adalah bukti nyata bahwa Bumi Sriwijaya masih menyimpan potensi besar jika dikelola oleh tangan-tangan yang tepat. Sinergi antara PEP Zona 4 dan Pertamina Drilling pada sumur L5A-309 yang hemat waktu 50% adalah contoh konkrit bagaimana kita bergerak cepat menyuplai gas nasional tanpa buang-buang waktu dan biaya,” tegasnya.
Kawal Ketahanan Energi Nasional Komut Pertamina – PRABUMULIH – Kunjungan marathon ini menjadi bukti nyata bahwa Pertamina terus berkomitmen untuk menjaga ketahanan energi nasional melalui pengelolaan sumber daya yang efektif dan efisien di seluruh wilayah operasinya. Dengan dukungan penuh dari seluruh elemen organisasi, Pertamina optimis dapat mencapai target produksi dan efisiensi yang telah ditetapkan untuk tahun 2026. Komitmen ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk memastikan ketersediaan energi yang berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia.
