𝕏 f WA
News

Dosen UMN & Kalbis Kolaborasi Dorong PP Tunas Atasi Kecanduan Gim Anak

Share: 𝕏 Twitter Facebook
Dosen UMN & Kalbis Kolaborasi Dorong PP Tunas Atasi Kecanduan Gim Anak
Foto : Anthony Jones - beritanaya.com

Dosen UMN amp Kalbis Kolaborasi Dorong PP Tunas Atasi Kecanduan Gim Anak

Beritanaya.com – Fenomena kecanduan gim pada anak-anak kini menjadi perhatian serius di kalangan akademisi Indonesia. Permainan multi-player online seperti Mobile Legend, Roblox, hingga PUBG semakin populer di kalangan generasi muda. Kondisi ini tidak hanya berpotensi memicu kecanduan, tetapi juga dapat mengganggu prestasi akademik serta hubungan sosial para siswa. Menghadapi situasi tersebut, tim peneliti dari dua perguruan tinggi terkemuka, yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Kalbis Institute, mengadakan Focus Group Discussion (FGD) pertama kali pada hari Rabu, 22 Juli 2026. Acara ini diselenggarakan di Hotel Golden Flower, Bandung, dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan terkait.

Strategi Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua

Langkah ini menandai dimulainya serangkaian penelitian mendalam untuk mengevaluasi sejauh mana peraturan sekolah dapat menekan risiko dampak negatif dari gim online, khususnya bagi siswa kelas akhir Sekolah Dasar (SD). Dr. Tangguh Okta Wibowo, selaku Ketua Tim Peneliti UMN, menguraikan bahwa fokus utama penanganan masalah ini terletak pada kolaborasi peran antara sekolah dan orang tua. Penelitian ini secara khusus menargetkan siswa kelas 6 SD sebagai upaya pengurangan risiko kecanduan gim yang lebih efektif.

Menurut Dr. Tangguh, yang merupakan lulusan doktor dari Universitas Gadjah Mada, melalui FGD ini penelitian berupaya memperkuat PP Tunas dengan cara membangun literasi antara keluarga dan sekolah. Ia menekankan pentingnya sinergi antara orang tua dan guru dalam mencegah kecanduan gim.

“Orang tua dan guru harus bisa bersinergi dan berperan dalam mencegah kecanduan gim,” ujar Tangguh.

Pernyataan ini menjadi fondasi penting dalam merancang strategi pencegahan yang komprehensif.

Dr. Tangguh menambahkan bahwa intervensi dari lingkungan sekolah sangat krusial mengingat anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah. Hal ini menjadi dasar penting dalam merancang strategi yang efektif untuk mengatasi masalah gaming pada anak-anak. Dengan melibatkan kedua pihak secara aktif, diharapkan dapat tercipta keseimbangan antara aktivitas bermain dan belajar yang optimal bagi perkembangan anak.

Kolaborasi antara dosen UMN dan Kalbis Institute ini juga membuka peluang untuk pengembangan kurikulum yang lebih responsif terhadap tantangan digital. Penelitian ini akan melibatkan survei mendalam kepada siswa, orang tua, serta guru untuk mendapatkan data yang komprehensif. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang berbasis bukti untuk mengatasi kecanduan gim secara berkelanjutan.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi perkembangan anak-anak Indonesia di era digital. Dengan pendekatan holistik yang melibatkan berbagai pihak, diharapkan kecanduan gim dapat ditekan tanpa menghilangkan manfaat positif dari permainan digital bagi pertumbuhan kognitif anak-anak.

Leave a comment πŸ’¬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *