𝕏 f WA
News

MRPTNI dan BAPPISUS Perkuat Kebijakan Berbasis Data dan Sains

Share: 𝕏 Twitter Facebook
MRPTNI dan BAPPISUS Perkuat Kebijakan Berbasis Data dan Sains
Foto : Susan Brown - beritanaya.com

MRPTNI dan BAPPISUS Perkuat Kebijakan Berbasis Data dan Sains

Beritanaya.com – MRPTNI dan BAPPISUS Perkuat Kebijakan Berbasis Data dan Sains dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan tinggi nasional. Sebagai tindak lanjut dari Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026, MRPTNI menyelenggarakan Diskusi Kebangsaan Chapter 1 yang menjadi momen penting bagi kolaborasi antar lembaga. Acara strategis ini dihadiri oleh Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BAPPISUS) Republik Indonesia, Aris Marsudiyanto, bersama para pimpinan perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia.

Sarasehan KSTI 2026 sebelumnya dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Jakarta International Convention Center (JICC) pada hari Jumat, 26 Juni 2026. Momentum positif dari acara tersebut mendorong MRPTNI dan BAPPISUS RI untuk menginisiasi diskusi lanjutan yang lebih fokus dan mendalam. Forum ini akan berlangsung secara periodik sebagai ruang dialog berkelanjutan antara dunia akademik dan pemerintah pusat dalam merumuskan kebijakan berbasis bukti.

Lima Fokus Pembahasan Utama dalam Diskusi

Diskusi perdana dihadiri oleh 20 rektor dari perguruan tinggi negeri yang mewakili berbagai wilayah di Indonesia. Mereka membahas lima isu strategis yang menjadi prioritas nasional, yaitu kesehatan, ketahanan pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), pembiayaan pendidikan tinggi, serta pembangunan karakter bangsa. Setiap topik dibahas secara komprehensif dengan melibatkan perspektif ilmiah dan data empiris.

Pertama, pemenuhan kebutuhan dokter spesialis melalui kolaborasi pendidikan spesialis antara Kemendiktisaintek dan Kemenkes. Kedua, ketahanan pangan dan program MBG yang mencakup aspek gizi, rantai pasok, dan pemberdayaan daerah. Ketiga, tata kelola perguruan tinggi negeri sebagai penerima manfaat dari pengelolaan sumber daya alam seperti tambang dan perkebunan dengan skema Izin Usaha Pertambangan Khusus. Keempat, kebijakan pembiayaan pendidikan tinggi yang lebih berkeadilan bagi mahasiswa program sarjana. Kelima, pengembangan dan pelaksanaan riset Rute Peradaban Nusantara di bidang politik, hukum, ekonomi, dan sosial-budaya sebagai bagian dari strategi pembangunan karakter bangsa khususnya bagi generasi muda.

Diskusi Kebangsaan ini adalah tindak lanjut dari semangat yang dibangun Bapak Presiden dalam Sarasehan KSTI 2026. Kami dari MRPTNI berkewajiban selain sebagai penyelenggara pendidikan, juga berkontribusi memberi sumbangan pemikiran secara langsung kepada Pemerintah, tentang isu-isu strategis bangsa, mulai dari kesehatan, ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya alam, hingga masa depan kebudayaan Nusantara.

Ungkapan tersebut disampaikan oleh Ketua MRPTNI, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, menegaskan komitmen organisasi dalam memberikan kontribusi pemikiran strategis bagi bangsa. Melalui pendekatan berbasis data dan sains, MRPTNI dan BAPPISUS Perkuat Kebijakan yang akan berdampak jangka panjang terhadap pembangunan nasional. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang terukur dan dapat diimplementasikan secara efektif.

Ke depan, diskusi berkala ini akan menjadi mekanisme penting dalam memastikan bahwa setiap kebijakan pendidikan tinggi didasarkan pada evidence-based approach. Dengan melibatkan para ahli dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu, MRPTNI dan BAPPISUS Perkuat Kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan tantangan global. Hasil dari setiap sesi diskusi akan didokumentasikan dan disebarluaskan sebagai referensi bagi pemangku kepentingan di sektor pendidikan dan penelitian.

Leave a comment πŸ’¬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *