News

Begini Cara Pertamina Kenalkan Transisi Energi Kepada Anak Muda di IdeaFest 2026

Begini Cara Pertamina Kenalkan Transisi Energi Kepada Anak Muda di IdeaFest 2026
Ilustrasi AI sesuai topik artikel, bukan foto dokumentasi peristiwa atau tokoh sebenarnya.

Begini Cara Pertamina Kenalkan Transisi Energi di IdeaFest 2026

Beritanaya.com – Di antara ribuan pengunjung yang memadati Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, pada September 2026, satu stan menarik perhatian khusus: stan PT Pertamina (Persero) yang memamerkan bagaimana sisa minyak goreng dari dapur rumah tangga dapat berubah menjadi bahan bakar pesawat. Inilah inti dari pesan yang Pertamina sampaikan dalam acara IdeaFest 2026, festival gagasan tahunan yang mempertemukan anak muda dengan inovator dan pengambil kebijakan. Melalui pendekatan visual dan interaktif, perusahaan migas tersebut menunjukkan bahwa peralihan ke energi bersih bukan wacana abstrak, melainkan proses yang berakar pada kebiasaan sehari-hari warga.

Minyak Jelantah sebagai Bahan Baku SAF

Produk yang menjadi sorotan utama adalah Sustainable Aviation Fuel (SAF), bahan bakar penerbangan berkelanjutan yang salah satu sumbernya berasal dari Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah. Dalam peta jalan dekarbonisasi sektor penerbangan global, SAF dianggap jalur paling realistis untuk memangkas emisi karbon tanpa menunggu teknologi baru yang belum matang. Pertamina mengubah limbah dapur menjadi bahan bakar yang kompatibel dengan mesin pesawat yang sudah beroperasi, sehingga tidak diperlukan modifikasi teknis pada armada eksisting.

Di area pameran, pengunjung diajak menelusuri seluruh rantai nilai secara langsung: pengumpulan minyak bekas di tingkat rumah tangga, tahap penyaringan dan pengolahan, hingga transformasi akhir menjadi bahan bakar yang siap mengisi tangki pesawat. Desain interaktif ini bertujuan agar generasi muda menyadari bahwa tindakan sekecil mengumpulkan minyak goreng bekas di dapur merupakan mata rantai pertama dalam ekosistem energi rendah karbon.

Riset Satu Dekade Sebelum Satu Tetes Menyentuh Langit

Arya Dwi Paramita, Corporate Secretary Pertamina, menjelaskan bahwa produk yang dipamerkan bukan prototipe spekulatif, melainkan buah dari proses riset dan pengujian yang telah berjalan lebih dari satu dekade. Ia menegaskan komitmen perusahaan dalam menjalankan mandat peralihan energi sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.

“Minyak itu kami buat untuk bahan bakar pesawat udara. Namun, jangan khawatir, ini aman karena risetnya sudah diinisiasi sejak 2015, diteliti secara ketat dan diuji coba dari 2021 hingga 2025,” ujar Arya, Jumat (4/9/2026).

Periode pengujian 2021–2025 mencakup verifikasi kompatibilitas bahan bakar dengan komponen mesin, analisis emisi, serta pemenuhan standar internasional untuk bahan bakar penerbangan. Penting dipahami bahwa SAF tidak menggantikan seluruh jet fuel fosil secara instan; ia dicampur dalam proporsi tertentu dengan bahan bakar konvensional agar tetap aman bagi mesin yang sudah beroperasi.

Penerbangan Komersial: Pelita Air Service di Rute Jakarta–Bali

SAF berbasis jelantah yang dikembangkan Pertamina telah melampaui tahap laboratorium dan masuk ke operasi komersial. Pelita Air Service, anak perusahaan Pertamina di sektor penerbangan, telah menggunakan bahan bakar tersebut pada rute Jakarta–Bali. Koridor domestik ini dipilih karena frekuensi penerbangannya yang tinggi dan jaraknya yang sesuai untuk validasi performa pada siklus terbang rutin. Keberhasilan di rute ini menjadi fondasi sebelum ekspansi ke koridor yang lebih panjang atau kemitraan dengan maskapai lain.

Keberadaan Pertamina di IdeaFest 2026 bukan sekadar aktivitas pemasaran korporat. Festival yang menargetkan anak muda ini berfungsi sebagai kanal komunikasi untuk membangun kesadaran bahwa transisi energi membutuhkan partisipasi kolektif, bukan hanya investasi skala besar di kilang atau bandara. Ketika seorang warga mengumpulkan minyak goreng bekasnya ke titik pengumpulan komunitas, ia secara tidak langsung menyuplai bahan baku yang akan menggerakkan pesawat lintas pulau.

Tanya Jawab Singkat

Apakah SAF berbasis minyak jelantah sudah bisa dipakai di pesawat komersial? Ya. Pelita Air Service telah mengoperasikannya pada rute Jakarta–Bali setelah melewati fase pengujian 2021–2025 dan pemenuhan standar internasional.

Bagaimana masyarakat biasa bisa berkontribusi? Cukup mengumpulkan minyak goreng bekas di dapur dan menyalurkannya ke titik pengumpulan komunitas. Minyak tersebut akan diolah menjadi bahan baku SAF.

Kapan riset SAF Pertamina dimulai? Menurut Corporate Secretary Arya Dwi Paramita, riset diinisiasi sejak 2015, dengan fase uji coba berlangsung dari 2021 hingga 2025.

Apakah SAF menggantikan seluruh bahan bakar fosil di pesawat? Belum. SAF dicampur dalam proporsi tertentu dengan jet fuel konvensional sehingga tidak memerlukan modifikasi mesin pesawat yang sudah beroperasi.

Leave a comment 💬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *