𝕏 f WA
Jatim Terkini

Hujan Deras Guyur Surabaya – 17 Titik Banjir dan Genangan Air Capai 50 Cm

Share: 𝕏 Twitter Facebook
Hujan Deras Guyur Surabaya – 17 Titik Banjir dan Genangan Air Capai 50 Cm

Hujan Deras Guyur Surabaya, 17 Titik Banjir dan Genangan Air Capai 50 Cm

Hujan Deras Guyur Surabaya – Hujan deras yang mengguyur Surabaya sejak tengah malam hingga pagi hari, Senin (22/6), menyebabkan banjir dan genangan air di 17 titik berbeda. Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya, hingga pukul 09.25 WIB, 15 dari total 17 lokasi masih tergenang, sementara dua titik telah surut. Fenomena cuaca ekstrem ini berdampak signifikan pada mobilitas warga dan kondisi infrastruktur kota.

Update Pemantauan dan Penanganan Darurat

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya, Linda Novanti, menjelaskan bahwa tim penanggulangan bencana terus berupaya mengendalikan situasi dengan pembersihan saluran drainase dan pengaturan aliran air. “Kami sedang memantau kondisi di semua titik genangan secara real-time, termasuk mengevakuasi warga yang terjebak di daerah terendah,” katanya. Tindakan darurat ini diambil guna mencegah peningkatan risiko banjir lebih lanjut dan meminimalkan kerugian material.

“Hujan deras yang terjadi dalam beberapa jam terakhir menyebabkan peningkatan aliran air di berbagai titik. Kami memprioritaskan area dengan genangan tertinggi agar bisa segera dikelola,” tambah Linda. Penanganan ini dilakukan secara intensif karena kota Surabaya memiliki topografi yang berbukit, sehingga air cepat menggenang di daerah rendah.

Kondisi banjir di Surabaya mengakibatkan gangguan pada akses jalan utama, termasuk Jalan Bung Tomo dan Jalan Raya Bratang Binangun. Pemadam kebakaran dan relawan terlibat dalam menolong warga yang kesulitan berpindah karena genangan mencapai hingga 50 sentimeter. BPBD juga meminta warga untuk tetap waspada dan tidak membuang sampah sembarangan di sekitar saluran drainase.

Lokasi Terdampak dan Ketinggian Air

Genangan air yang terjadi di Surabaya menyebar ke beberapa kawasan strategis, seperti Jalan Ngagel Kebonsari, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Simo Hilir Raya. Titik tertinggi ditemukan di kawasan Stikosa AWS, Nginden Jangkungan, Kecamatan Sukolilo, dengan ketinggian mencapai sekitar 50 sentimeter. Wilayah lain yang terdampak mencakup Wisma Tengger Kandangan di Kecamatan Benowo serta Jalan Simo Kalangan di Kecamatan Sukomanunggal.

Kota Surabaya, yang memiliki sistem drainase yang terkadang kurang memadai, memperparah situasi dengan hujan deras yang mengguyur tanpa henti. BPBD mengimbau warga untuk menghindari jalan-jalan yang rentan banjir dan mengatur pencahayaan di area gelap untuk meminimalkan risiko cedera. Fenomena ini juga memicu peningkatan volume air di saluran drainase, sehingga membutuhkan pengosongan rutin untuk mengurangi tekanan.

Selain Stikosa AWS, genangan air di Jalan Tanjungsari dan Jalan Menur Pumpungan juga tergolong dalam kondisi kritis. Warga setempat mengeluhkan keterbatasan akses ke pusat perbelanjaan dan tempat ibadah, sementara pekerjaan di kawasan industri sempat terganggu. BPBD menyatakan bahwa hujan deras yang terjadi hari ini tidak hanya memengaruhi kehidupan sehari-hari, tetapi juga mengancam keselamatan warga yang tinggal di daerah rawan banjir.

BPBD Surabaya sedang memperkuat koordinasi dengan pihak terkait, termasuk dinas lingkungan dan badan meteorologi, untuk memantau perkembangan cuaca dan mempersiapkan respons bencana. Pemimpin tim penanggulangan bencana menjelaskan bahwa hujan deras yang terjadi adalah hasil dari sistem front siklon yang melintas daerah tersebut, sehingga membutuhkan perhatian khusus dari seluruh pihak. Dengan langkah-langkah yang diambil, harapan kota Surabaya bisa kembali stabil dalam beberapa hari ke depan.

Leave a comment πŸ’¬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *