𝕏 f WA
Jatim Terkini

RPH Pindah ke Tambak Osowilangun Buka Kesempatan Lowongan Jagal

Share: 𝕏 Twitter Facebook
RPH Pindah ke Tambak Osowilangun Buka Kesempatan Lowongan Jagal

RPH Pindah ke Tambak Osowilangun, Buka Lowongan Jagal Baru

RPH Pindah ke Tambak Osowilangun Buka – Perpindahan Rumah Potong Hewan (RPH) ke area Tambak Osowilangun, yang diresmikan pada 1 Juni 2026, telah menciptakan peluang baru bagi warga Surabaya yang ingin bergabung sebagai jagal. Pergeseran ini dilakukan untuk memperbaiki operasional pemotongan hewan, sekaligus memastikan pasokan daging tetap stabil bagi masyarakat. Dengan lokasi baru di Tambak Osowilangun, RPH berharap dapat meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan daging dan mengakomodasi kebutuhan konsumen secara lebih optimal.

Proses Pemindahan RPH dan Strategi Kolaborasi

Kepala Dinas Pertanian Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa perpindahan RPH ke Tambak Osowilangun dilakukan sebagai bagian dari upaya modernisasi layanan pemerintah dalam sektor perternakan dan pengolahan daging. Menurut Eri, lokasi baru ini memiliki fasilitas yang lebih lengkap, termasuk infrastruktur parkir, kawasan pemotongan yang lebih luas, dan akses transportasi yang memudahkan para jagal serta pengunjung. “Kami memperkirakan kebutuhan jagal di Tambak Osowilangun akan meningkat karena tempat ini dikenal sebagai pusat distribusi daging yang strategis,” tambah Eri, Jumat (19/6).

“Pemindahan RPH ke Tambak Osowilangun bukan hanya untuk efisiensi operasional, tetapi juga untuk mendukung ketersediaan daging secara berkala. Kami telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan transisi berjalan lancar,” ujar Eri, menambahkan bahwa pihaknya terus membuka kesempatan bagi warga yang ingin mendaftar sebagai jagal di lokasi baru.

Peluang Kerja bagi Jagal Lokal dan Pengembangan Komunitas

Perpindahan RPH ke Tambak Osowilangun memberikan ruang bagi jagal lokal untuk tampil lebih aktif di sektor distribusi daging. Menurut Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar A. Isnugroho, lokasi baru diharapkan bisa menarik lebih banyak pelaku usaha kecil menengah yang ingin terlibat dalam rantai pasok daging. “Dengan keberadaan RPH di Tambak Osowilangun, masyarakat bisa mendapatkan daging yang lebih cepat dan lebih murah, terutama di sekitar wilayah industri,” jelas Fajar.

Komunitas sekitar Tambak Osowilangun pun antusias dengan perubahan ini. Sejumlah warga menyatakan bahwa lokasi baru memberi manfaat bagi usaha penjualan daging dan produk olahan ternak. “Sebelumnya, kami harus mengantre di RPH Pegirian. Sekarang, akses lebih mudah karena lokasi dekat dengan kawasan industri dan pasar,” kata salah satu pedagang daging di area tersebut.

Prosedur Pendaftaran dan Persyaratan Jagal di Tambak Osowilangun

Untuk mengisi kebutuhan jagal di RPH Tambak Osowilangun, Pemkot Surabaya membuka pendaftaran secara terbuka. Eri Cahyadi mengatakan proses perekrutan dilakukan melalui seleksi berbasis keahlian dan pengalaman. “Kami memprioritaskan jagal yang memiliki sertifikasi kebersihan dan keamanan makan, serta pengalaman minimal satu tahun di bidang tersebut,” tutur Eri.

Pendaftar harus mengajukan surat lamaran kerja ke kantor Dinas Pertanian atau langsung ke PT RPH Surabaya Perseroda. Fajar A. Isnugroho menambahkan bahwa proses rekrutmen juga melibatkan pelatihan khusus untuk memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga. “Kami mengundang para jagal yang bersedia belajar teknik pemotongan modern dan penerapan protokol sanitasi,” imbuh Fajar.

Selain itu, Eri juga mengungkapkan bahwa pemerintah menawarkan insentif berupa bantuan peralatan pemotongan kepada jagal yang mendaftar. “Kami berharap kebijakan ini bisa mendorong partisipasi lebih luas dari masyarakat, terutama yang memiliki keahlian di bidang ini,” pungkasnya.

Perkembangan Infrastruktur dan Dukungan Pemerintah

Dalam rangka memperkuat keberlanjutan operasional RPH di Tambak Osowilangun, Pemkot Surabaya juga berkomitmen untuk memperbaiki infrastruktur sekitar. Pasca-perpindahan, beberapa jalan di area tersebut telah diperlebar, dan penerangan jalan ditingkatkan untuk mengurangi risiko kecelakaan saat pengunjung mengakses lokasi. “Kami juga berencana menambahkan tempat parkir yang lebih luas dan fasilitas kesehatan untuk para jagal,” jelas Eri.

Kebutuhan daging di Surabaya diprediksi meningkat seiring pertumbuhan populasi dan permintaan pasar. Eri menekankan bahwa RPH Tambak Osowilangun dirancang untuk melayani kebutuhan tersebut tanpa mengganggu sistem pasokan yang telah ada. “Kami melakukan evaluasi terus-menerus untuk memastikan kapasitas RPH tetap mumpuni. Jika diperlukan, jumlah jagal akan ditingkatkan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya ini, Pemkot Surabaya juga berencana bekerja sama dengan organisasi kebersihan lingkungan untuk menjaga kualitas air dan udara di sekitar area RPH. “Kami ingin memastikan keberadaan RPH tidak hanya mendukung ekonomi masyarakat, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan,” kata Fajar.

Imbas pada Pasar Daging dan Konsumen

Kebutuhan konsumen akan daging di Surabaya tidak berubah, meski lokasi RPH berpindah. Fajar A. Isnugroho menyatakan bahwa pasokan daging tetap terjaga karena RPH Tambak Osowilangun memiliki kapasitas pemotongan yang sama dengan lokasi sebelumnya. “Lokasi baru juga memudahkan pengiriman daging ke pasar-pasar utama, seperti Pasar Pucang dan Pasar Rungkut,” jelas Fajar.

Konsumen pun diberi kesempatan untuk mengakses daging dengan lebih mudah. RPH Tambak Osowilangun terletak di dekat pusat industri ternak, sehingga waktu pengiriman daging ke pedagang dan pasar bisa lebih cepat. Eri Cahyadi menyebutkan bahwa ini adalah salah satu tujuan dari perpindahan tersebut, yaitu mengurangi biaya logistik dan meningkatkan ketersediaan daging di berbagai wilayah.

Di sisi lain, para jagal yang tidak bergabung dari RPH Pegirian diberi peluang untuk memperluas jaringan bisnis. “Beberapa jagal masih aktif di Tambak Osowilangun, sementara yang lain bisa menjual daging ke area lain yang membutuhkan,” kata Eri. Ini menunjukkan bahwa perpindahan RPH tidak hanya menimbulkan peluang baru, tetapi juga memberi ruang bagi keberagaman pemain di sektor ini.

“RPH Pindah ke Tambak Osowilangun bukan berarti kami mengabaikan komunitas di Pegirian. Kami tetap menjaga hubungan dengan jagal lama, sementara lokasi baru diharapkan menjadi peningkatan layanan bagi seluruh masyarakat Surabaya,” ujar Fajar, menegaskan komitmen pihaknya untuk menjaga kestabilan pasokan daging.

Leave a comment 💬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *