𝕏 f WA
Jatim Terkini

Tragis – Penambang Pasir Semeru Tertimbun Material Panas, Kondisinya Kritis

Share: 𝕏 Twitter Facebook
Tragis – Penambang Pasir Semeru Tertimbun Material Panas, Kondisinya Kritis

Tragis, Penambang Pasir Semeru Tertimbun Material Panas, Kondisinya Kritis

Tragis – Kecelakaan tragis terjadi di kawasan aliran lahar Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, yang menewaskan seorang pekerja penambangan pasir. Veri Irawan (33), warga Desa Sumberwuluh, tertimbun material panas dari awan panas guguran (APG) saat sedang bekerja di bawah Jembatan Gladak Perak, Sabtu dini hari. Akibat kejadian ini, tubuh korban mengalami luka bakar hingga 80 persen, membuat kondisinya kritis dan membutuhkan perawatan intensif di RSUD dr Haryoto Lumajang.

Detik-detik Kecelakaan

Dalam peristiwa tragis tersebut, Veri bersama sekitar 16 penambang lainnya sedang beraktivitas di lokasi rawan. Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, kejadian terjadi tiba-tiba saat tebing pasir di area kerja ambrol, menimpa tubuh korban. “Korban dan rekan-rekannya sedang melakukan penambangan secara manual. Saat bekerja, tebing pasir di dekat lokasi tiba-tiba runtuh dan menimpa tubuhnya,” ujar Isnugroho, Sabtu (20/6).

Karena kejadian terjadi di tengah malam, tim evakuasi harus bergerak cepat untuk menyelamatkan Veri. Para pekerja berusaha menarik korban dari tempat kejadian dengan bantuan alat berat. Meski berhasil dievakuasi, kondisi Veri sudah memburuk akibat paparan panas yang luar biasa. Material panas yang jatuh mengandung suhu mencapai ratusan derajat Celcius, menyebabkan luka bakar serius yang mengancam nyawanya.

Respons Darurat dan Perawatan Intensif

Setelah dievakuasi, Veri langsung dibawa ke RSUD dr Haryoto Lumajang untuk menerima perawatan intensif. Wakil Direktur rumah sakit tersebut, Wawan Arwijanto, menjelaskan bahwa tim medis melakukan tindakan kritis seperti operasi pembersihan luka, pemasangan akses cairan intravena, dan bantuan pernapasan. “Tim medis melakukan operasi untuk membersihkan luka, memasang akses cairan guna menjaga kondisi pasien, serta memberikan bantuan pernapasan karena khawatir ada cedera akibat paparan udara panas,” tutur Wawan Arwijanto.

Kecelakaan tragis ini menyoroti risiko tinggi yang dihadapi pekerja penambangan di daerah perbukitan Semeru. Daerah tersebut kerap mengalami erupsi atau guguran awan panas, sehingga memerlukan pengawasan ketat. BPBD Lumajang menyebutkan bahwa sebelumnya telah memberikan peringatan kepada masyarakat untuk menjaga jarak dari aliran lahar. Namun, Veri dan rekan-rekannya masih memutuskan untuk beroperasi di lokasi yang rawan, tanpa alat pelindung yang lengkap.

Kecelakaan ini juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan pekerja di bidang pertambangan. Dalam beberapa tahun terakhir, Gunung Semeru sering kali menimbulkan ancaman seperti aliran lahar, awan panas, atau bahkan gempa tanah. Pada 2023, misalnya, sudah terjadi beberapa insiden serupa di daerah sekitar, termasuk penambangan yang tertimbun material panas. Selain itu, badai yang mengguyur daerah tersebut dalam beberapa hari terakhir juga memperparah situasi, karena kelembapan dan cuaca buruk membuat lantai pasir lebih licin dan rentan ambrol.

Sebagai warga Desa Sumberwuluh, Veri dikenal sebagai pekerja yang tekun dan berpengalaman. Namun, pengalamannya tidak cukup untuk menghindari kejadian tragis yang menimpa dirinya. Keluarga korban menyampaikan bahwa Veri sering menghabiskan hari-harinya di lokasi penambangan, karena permintaan pasar yang tinggi untuk pasir konstruksi. “Veri sudah bekerja di sana selama 10 tahun. Ia selalu bersemangat meski tahu ada risiko,” kata saudara dekat korban, Suryadi, yang ikut berpartisipasi dalam evakuasi.

Kecelakaan tragis ini menambah daftar korban yang meninggal atau terluka akibat erupsi Gunung Semeru. BPBD Lumajang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat berada di area aliran lahar. “Meski sudah ada peringatan, masyarakat di sini masih sering bekerja di daerah yang rawan. Kita perlu meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan,” tambah Isnugroho. Selain itu, pihak berwenang juga sedang mengevaluasi kebijakan pengawasan penambangan di kawasan Gunung Semeru untuk mencegah insiden serupa terulang.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News.

Leave a comment πŸ’¬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *