News

Gus Miftah Jadi Pengurus PBNU 2026-2031, Namanya Masuk Jajaran Ketua

Gus Miftah Jadi Pengurus PBNU 2026-2031, Namanya Masuk Jajaran Ketua
Foto : Anthony Jones - beritanaya.com

Gus Miftah Jadi Pengurus PBNU 2026–2031, Masuk Jajaran Ketua

Beritanaya.com – Gus Miftah Jadi Pengurus PBNU 2026 menjadi perhatian setelah nama pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman itu tercantum dalam susunan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031. Gus Miftah masuk ke jajaran Ketua PBNU dalam kepengurusan baru yang diumumkan pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Masuknya nama Gus Miftah menempatkan pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji tersebut dalam struktur pimpinan pusat Nahdlatul Ulama. Kepengurusan PBNU untuk periode lima tahun mendatang memuat 210 nama dari berbagai unsur organisasi, latar pengalaman, serta rentang generasi.

Susunan baru ini menjadi awal masa khidmah PBNU 2026–2031. Para pengurus yang tercantum diharapkan menjalankan amanah organisasi secara kolektif, termasuk memperkuat koordinasi antara pengurus pusat, lembaga, badan otonom, dan jaringan warga NU di berbagai daerah.

Gus Miftah Dikenal sebagai Pengasuh Pesantren Ora Aji

Gus Miftah dikenal luas melalui aktivitas dakwahnya dan perannya sebagai pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Perjalanan tersebut kini membawanya menjadi salah satu figur yang tercatat dalam struktur kepengurusan PBNU tingkat nasional.

Dalam susunan yang diumumkan, posisi Ketua PBNU merupakan bagian dari jajaran pimpinan yang akan mendampingi pelaksanaan program organisasi selama periode 2026–2031. Gus Miftah akan menjalankan peran tersebut bersama tokoh lain yang juga masuk dalam kepengurusan baru.

Keterlibatan Gus Miftah dalam struktur PBNU turut disorot karena ia memiliki pengenalan yang luas di tengah masyarakat. Namun, penetapannya sebagai salah satu ketua juga menjadi bagian dari susunan organisasi yang lebih besar, dengan total 210 nama pengurus untuk masa khidmah lima tahun.

PBNU Menekankan Pemerataan Antargenerasi

Ketua PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menjelaskan bahwa penyusunan kepengurusan memperhatikan pemerataan keterwakilan antargenerasi. Komposisi tersebut dirancang agar jajaran pengurus mencakup pengalaman dari generasi awal hingga generasi yang lebih muda.

“Ini dimaksudkan untuk pemerataan di seluruh jajaran, dari generasi awal hingga generasi akhir,” ujar Gus Kikin dalam siaran pers resmi.

Pernyataan itu menunjukkan arah pembentukan pengurus PBNU masa khidmah 2026–2031. Keberagaman usia dan pengalaman dipandang penting untuk menjaga kesinambungan organisasi, sekaligus membuka ruang keterlibatan bagi unsur baru dalam lingkungan Nahdlatul Ulama.

Dalam organisasi dengan jaringan luas seperti NU, keterwakilan antargenerasi dapat membantu mempertemukan pengalaman kepemimpinan yang telah berkembang dengan kebutuhan kerja organisasi pada periode berikutnya. Struktur kepengurusan menjadi ruang untuk membangun koordinasi dan menjalankan agenda secara bersama-sama.

Kepengurusan Baru Mengakomodasi Unsur Organisasi NU

Selain mempertimbangkan komposisi generasi, kepengurusan PBNU 2026–2031 juga mengakomodasi badan otonom serta unsur organisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama. Keterwakilan ini mencerminkan luasnya ekosistem NU yang bergerak melalui berbagai bidang pengabdian dan kegiatan.

Kehadiran unsur-unsur tersebut dalam struktur pusat penting untuk menjaga keterhubungan antara kebijakan organisasi dan pengalaman di lapangan. Pengurus, lembaga, badan otonom, serta komunitas warga NU memiliki peran masing-masing dalam menopang kegiatan organisasi di berbagai tingkat.

Dengan 210 nama yang tercantum, susunan baru PBNU memperlihatkan cakupan kepengurusan yang luas. Setiap pengurus diharapkan dapat mengambil bagian dalam penguatan kerja internal organisasi dan komunikasi dengan jaringan NU yang tersebar di banyak daerah.

Gus Miftah Jadi Pengurus PBNU 2026 juga menandai keterlibatannya dalam fase kepemimpinan baru di tubuh Nahdlatul Ulama. Sebagai salah satu Ketua PBNU, ia menjadi bagian dari jajaran yang akan mengemban masa khidmah hingga 2031 bersama pengurus lainnya.

FAQ tentang Kepengurusan PBNU 2026–2031

Siapa Gus Miftah?

Gus Miftah adalah Miftah Maulana Habiburrahman, pendakwah yang dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Apa posisi Gus Miftah di PBNU?

Gus Miftah tercatat sebagai salah satu Ketua PBNU dalam susunan kepengurusan masa khidmah 2026–2031 yang diumumkan pada 1 Oktober 2026.

Berapa jumlah nama dalam kepengurusan PBNU 2026–2031?

Susunan kepengurusan PBNU untuk masa khidmah 2026–2031 memuat 210 nama dari beragam unsur dan generasi di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Apa pertimbangan utama penyusunan pengurus baru?

PBNU menekankan pemerataan keterwakilan antargenerasi serta keterlibatan unsur organisasi, termasuk badan otonom, dalam membentuk susunan kepengurusan baru.

Leave a comment 💬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *