News

Raih Project of The Year Indonesia 2026, PIK2 Terus Perkuat Ekosistem Bisnis & MICE

Raih Project of The Year Indonesia 2026, PIK2 Terus Perkuat Ekosistem Bisnis & MICE
Foto : Sarah Moore - beritanaya.com

PIK2 Dinobatkan sebagai Project of The Year Indonesia 2026

Beritanaya.com – Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) memperoleh pengakuan dalam Indonesia Real Estate Awards by Lamudi 2026 setelah meraih gelar Project of the Year Indonesia 2026. Penghargaan tersebut menandai perkembangan kawasan yang tidak hanya diarahkan sebagai area hunian, melainkan sebagai kota mandiri dengan beragam fungsi ekonomi dan sosial.

CEO Agung Sedayu Group (ASG), Steven Kusumo, menerima penghargaan itu dalam acara di The Langham Jakarta pada 25 September 2026. Apresiasi ini diberikan di tengah perluasan peran PIK2 sebagai kawasan yang menyatukan residensial, bisnis, perdagangan, pendidikan, kuliner, rekreasi, ruang publik, perhotelan, hingga kegiatan MICE.

Penilaian atas kualitas dan visi pengembangan

Indonesia Real Estate Awards merupakan penghargaan yang digelar Dot Property Group bersama Lamudi. Ajang ini juga terhubung dengan Southeast Asia Real Estate Awards, yang memberi apresiasi bagi proyek, pengembang, serta perusahaan properti melalui sejumlah pertimbangan penting.

Aspek yang menjadi perhatian mencakup mutu proyek, pembaruan konsep, rancangan, keberlanjutan, dan arah pengembangan jangka panjang. Dalam konteks tersebut, penghargaan bagi PIK2 mencerminkan pengakuan terhadap strategi pembangunan kawasan terpadu yang terus dijalankan.

Pengembangan kawasan terpadu memiliki arti lebih luas daripada membangun kumpulan properti. Konsep ini menempatkan hunian, aktivitas usaha, layanan publik, fasilitas pendidikan, serta ruang rekreasi dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Ketika berbagai kebutuhan tersedia dalam satu kawasan, mobilitas dan aktivitas penghuninya dapat terhubung dengan lebih baik.

Ambisi membangun kota mandiri berstandar internasional

Steven Kusumo menyampaikan bahwa gagasan kota mandiri telah melekat dalam perencanaan PIK2 sejak tahap awal. Targetnya adalah membangun kawasan yang mampu menghadirkan kualitas kelas dunia di berbagai unsur utamanya.

“Sejak kami merancang PIK2 sebagai sebuah project, kami sudah ada ambisi maupun sebuah bayangan bahwa kami harus membuat sebuah kota mandiri yang world class,” katanya.

Ia menekankan bahwa standar tersebut tidak hanya ditujukan untuk satu jenis fasilitas. ASG berupaya menerapkannya pada ruang konvensi, hunian, serta infrastruktur kawasan. Pendekatan itu memperlihatkan bahwa pengembangan PIK2 dirancang dengan kebutuhan yang berlapis, dari kehidupan sehari-hari hingga agenda bisnis berskala besar.

“Mau itu dari sisi convention yang world class, residential yang world class, juga secara infrastruktur yang world class,” tutur Steven Kusumo.

Steven Kusumo juga tercatat dalam jajaran penerima penghargaan Fortune “40 Under 40” 2026. Dalam pengembangan kawasan, konsistensi visi menjadi unsur penting karena pembangunan kota mandiri membutuhkan proses panjang dan koordinasi antarfasilitas yang berbeda.

MICE menjadi motor baru kegiatan kawasan

Salah satu elemen yang memperkuat aktivitas ekonomi di PIK2 adalah Nusantara International Convention Exhibition atau NICE. Kehadiran fasilitas tersebut menempatkan sektor MICE—meetings, incentives, conferences, dan exhibitions—sebagai bagian penting dari ekosistem kawasan.

Industri MICE memiliki dampak yang melampaui penyelenggaraan acara itu sendiri. Pertemuan bisnis, insentif perusahaan, konferensi, dan pameran membutuhkan dukungan hotel, transportasi, tempat makan, layanan acara, ruang pertemuan, serta berbagai aktivitas komersial lain. Karena itu, fasilitas konvensi dapat menciptakan keterhubungan antara pengunjung acara dan pelaku usaha di sekitarnya.

Bagi kawasan terpadu, penguatan MICE juga memperluas pola aktivitas. Hunian tetap menjadi salah satu fondasi, tetapi area bisnis dan komersial memperoleh arus kegiatan tambahan ketika konferensi atau pameran berlangsung. Kondisi ini membuat fungsi kawasan tidak bergantung pada satu jenis aktivitas saja.

NICE menjadi salah satu contoh bagaimana PIK2 membangun penopang bagi agenda berskala besar. Fasilitas konvensi tersebut sejalan dengan arah pengembangan kawasan yang menggabungkan kebutuhan tinggal, bekerja, berbelanja, belajar, bersantap, dan berekreasi dalam lingkungan yang saling terhubung.

Ekosistem yang terus diperluas

PIK2 kini dikembangkan dengan cakupan fungsi yang semakin beragam. Selain perumahan, kawasan ini mencakup pusat bisnis dan perdagangan, fasilitas pendidikan, destinasi kuliner, area rekreasi, ruang publik, layanan hospitality, serta infrastruktur yang mendukung pergerakan dan aktivitas masyarakat.

Keberagaman tersebut penting bagi konsep kota mandiri. Warga dan pengunjung tidak hanya datang untuk satu keperluan, tetapi dapat memanfaatkan beberapa fasilitas dalam satu perjalanan. Bagi pelaku usaha, keberadaan populasi penghuni, pengunjung, dan peserta kegiatan bisnis dapat menciptakan lingkungan yang lebih dinamis.

Pengakuan sebagai Project of the Year Indonesia 2026 menjadi momentum bagi PIK2 untuk melanjutkan penguatan ekosistem tersebut. Tantangan selanjutnya adalah menjaga kualitas pengembangan setiap elemen agar visi kota mandiri berkelas dunia dapat terwujud secara konsisten, baik melalui hunian, infrastruktur, ruang komersial, maupun fasilitas MICE.

Dengan pengembangan yang menghubungkan berbagai fungsi kawasan, PIK2 menempatkan diri sebagai proyek properti yang berupaya menghadirkan lebih dari sekadar tempat tinggal. Kawasan ini diarahkan menjadi ruang aktivitas terpadu, tempat kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dan penyelenggaraan acara dapat bertemu dalam satu ekosistem.

Frequently Asked Questions

What is Raih Project of The Year Indonesia 2026?

Raih Project of The Year Indonesia 2026 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Raih Project of The Year Indonesia 2026 matter?

Raih Project of The Year Indonesia 2026 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a comment 💬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *