News

Program Kampung Kambing MHU Raih CSR & PDB Awards 2026

Program Kampung Kambing MHU Raih CSR & PDB Awards 2026
Foto : James Lopez - beritanaya.com

Program Kampung Kambing MHU Raih Penghargaan CSR & PDB Awards 2026

Beritanaya.com – Program Kampung Kambing MHU Raih penghargaan dalam ajang CSR & PDB Awards 2026. Inisiatif peternakan yang dijalankan PT Multi Harapan Utama (MHU) bersama warga Dusun Tudungan, Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, ini mendapat pengakuan atas kontribusinya dalam memperkuat ekonomi masyarakat sekitar kawasan tambang.

Penghargaan tersebut diserahkan pada Senin, 28 September, di Gedung Kemendes PDT, Jakarta. CSR & PDB Awards 2026 merupakan ajang kolaborasi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dengan Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF). Apresiasi diberikan kepada program yang dinilai mendukung pengembangan desa dan membuka peluang peningkatan penghasilan warga.

Peternakan sebagai Peluang Ekonomi Warga

Kampung Kambing dikembangkan sebagai kegiatan usaha berbasis kelompok bagi masyarakat setempat. Penerima manfaat program ini adalah Kelompok Ternak Lestari, yang sebagian besar anggotanya juga menjalankan usaha tani hortikultura. Dengan adanya peternakan kambing, anggota kelompok memiliki sumber kegiatan ekonomi tambahan yang dapat berjalan bersamaan dengan pekerjaan utama mereka.

Program Kampung Kambing MHU Raih perhatian karena pendekatannya menempatkan warga sebagai pelaku utama pengembangan usaha. Dukungan yang diberikan tidak berhenti pada penyaluran ternak, tetapi juga mencakup penyediaan sarana kandang sebagai dasar untuk menjalankan kegiatan peternakan secara bertahap.

Hingga akhir 2024, Kelompok Ternak Lestari tercatat telah menjual 326 ekor kambing. Harga jual ternak berada pada kisaran Rp2,5 juta hingga Rp8 juta per ekor, sesuai kondisi dan nilai kambing yang dipasarkan. Capaian tersebut menunjukkan adanya nilai ekonomi yang dihasilkan kelompok dari pengelolaan ternak secara berkelanjutan.

Bagi anggota kelompok, hasil penjualan kambing menjadi tambahan pendapatan. Keberadaan usaha peternakan juga memberikan pilihan aktivitas produktif bagi keluarga yang sebelumnya lebih banyak bergantung pada pertanian hortikultura. Dengan pilihan usaha yang lebih beragam, warga dapat mengembangkan kegiatan ekonomi tanpa harus meninggalkan mata pencaharian yang telah mereka jalankan.

Berawal dari Dukungan Ternak dan Kandang

Perjalanan Kampung Kambing dimulai pada akhir 2018. Pada tahap awal, MHU membangun kandang dan menyerahkan 12 ekor kambing kepada warga yang tergabung dalam program. Langkah ini menjadi fondasi bagi Kelompok Ternak Lestari untuk mulai mengelola usaha peternakan bersama.

Dukungan kemudian berlanjut pada awal 2019. MHU menambah fasilitas kandang serta menyerahkan 28 ekor kambing untuk memperkuat pengembangan kelompok. Tahapan tersebut memperlihatkan proses pendampingan yang dilakukan secara bertahap, dari penyediaan sarana dasar hingga penambahan populasi ternak.

Dari awal yang relatif sederhana, kelompok mampu mengembangkan aktivitas peternakan hingga mencatat ratusan penjualan. Penjualan 326 ekor kambing sampai penghujung 2024 menjadi gambaran perkembangan usaha yang dibangun oleh anggota kelompok selama program berlangsung.

Pengelolaan ternak dalam program ini juga berkaitan dengan produktivitas pertanian warga. Peternakan tidak semata-mata diposisikan sebagai kegiatan menjual kambing, melainkan sebagai bagian dari penguatan aktivitas ekonomi masyarakat desa. Keterhubungan antara usaha ternak dan pertanian membuat program relevan dengan kondisi mata pencaharian warga Dusun Tudungan.

Apresiasi untuk Pengembangan Desa Berbasis Masyarakat

Program Kampung Kambing MHU Raih apresiasi dalam CSR & PDB Awards 2026 karena dinilai mendukung pengentasan kemiskinan di lingkungan masyarakat sekitar tambang. Pendekatan berbasis kelompok memberi ruang bagi warga untuk mengelola peluang usaha secara bersama-sama, sekaligus memanfaatkan dukungan kandang dan ternak sebagai modal pengembangan kegiatan ekonomi.

Penghargaan ini menandai perjalanan program sejak 2018. Dari pembangunan kandang dan penyerahan 12 ekor kambing, kemudian diperkuat dengan tambahan fasilitas serta 28 ekor kambing pada 2019, Kampung Kambing berkembang menjadi kegiatan yang mendukung pendapatan anggota Kelompok Ternak Lestari.

Keberhasilan program tidak hanya tercermin dari jumlah kambing yang telah dijual, tetapi juga dari keberlangsungan kelompok penerima manfaatnya. Peternakan menjadi pelengkap bagi usaha tani hortikultura yang telah lebih dulu ditekuni warga, sehingga keluarga memiliki alternatif kegiatan ekonomi yang tetap sesuai dengan kondisi desa.

FAQ Program Kampung Kambing MHU

Di mana lokasi Program Kampung Kambing?

Program ini berada di Dusun Tudungan, Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Siapa penerima manfaat utama program ini?

Penerima manfaat utama adalah Kelompok Ternak Lestari. Sebagian besar anggotanya juga bekerja dalam usaha tani hortikultura.

Berapa jumlah kambing yang telah dijual kelompok?

Hingga akhir 2024, Kelompok Ternak Lestari telah menjual 326 ekor kambing dengan kisaran harga Rp2,5 juta sampai Rp8 juta per ekor.

Kapan program ini mulai dijalankan?

Program Kampung Kambing MHU Raih perkembangan sejak dimulai pada akhir 2018 melalui pembangunan kandang dan penyerahan 12 ekor kambing. Dukungan dilanjutkan pada awal 2019 dengan tambahan fasilitas kandang serta 28 ekor kambing.

Leave a comment πŸ’¬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *