News

Jetour Kantongi Penjualan 411 Unit Pada September 2026, SUV Ini Paling Laris

Jetour Kantongi Penjualan 411 Unit Pada September 2026, SUV Ini Paling Laris
Foto : Susan Brown - beritanaya.com

Penjualan Jetour Menguat pada September 2026, Model i-DM Mendominasi

Beritanaya.com – PT Jetour Sales Indonesia (JSI) menutup September 2026 dengan capaian retail sales sebanyak 411 unit. Hasil tersebut menunjukkan kenaikan sekitar 17 persen dibandingkan Agustus 2026, ketika penjualan ritel merek tersebut berada di angka 351 unit.

Peningkatan penjualan itu turut menegaskan besarnya peran lini Intelligent Dual Mode atau i-DM di pasar Indonesia. Dua SUV berdesain boxy, Jetour T1 i-DM dan Jetour T2 i-DM, membukukan total 288 unit sepanjang September. Jumlah ini setara sekitar 70 persen dari keseluruhan penjualan retail Jetour pada periode tersebut.

Jetour T1 i-DM Menjadi Kontributor Terbesar

Jetour T1 i-DM tampil sebagai model dengan penjualan tertinggi pada September 2026. SUV tersebut menyumbang 150 unit, sementara Jetour T2 i-DM mengikuti dengan 138 unit. Gabungan penjualan keduanya menjadi penopang utama pertumbuhan retail sales Jetour dalam satu bulan itu.

Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) mulai memperoleh perhatian lebih besar dari konsumen. Teknologi ini mengombinasikan sistem elektrifikasi dengan mesin pembakaran internal, sehingga menawarkan pilihan penggunaan yang lebih fleksibel untuk kebutuhan berkendara harian maupun perjalanan yang membutuhkan jarak tempuh lebih panjang.

Model i-DM hadir dalam segmen SUV yang kian ramai, dengan karakter desain kotak yang memberikan identitas visual kuat. Bagi calon konsumen, kehadiran pilihan kendaraan elektrifikasi tidak hanya berkaitan dengan teknologi penggerak, tetapi juga mencakup pertimbangan praktis seperti pola penggunaan, kebutuhan mobilitas keluarga, serta fleksibilitas ketika melakukan perjalanan antarkota.

Respons Positif terhadap Teknologi Plug-in Hybrid

Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, menilai pencapaian September sebagai perkembangan yang menggembirakan. Ia menyoroti kontribusi signifikan dari dua model i-DM terhadap total penjualan Jetour.

“Dalam satu bulan, Jetour T1 i-DM dan Jetour T2 i-DM menyumbang sekitar dua pertiga dari total retail sales kami. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen semakin terbuka terhadap kendaraan dengan teknologi Plug in Hybrid Electric Vehicle yang menawarkan efisiensi untuk penggunaan sehari-hari sekaligus fleksibilitas ketika membutuhkan perjalanan yang lebih jauh,” kata Ranggy dalam siaran persnya, Jumat (9/10).

Angka penjualan tersebut juga menunjukkan bahwa minat terhadap kendaraan berlistrik tidak selalu hanya tertuju pada kendaraan listrik berbasis baterai penuh. Sistem plug-in hybrid dapat menjadi alternatif bagi pengguna yang menginginkan pemanfaatan tenaga listrik, namun tetap membutuhkan dukungan mesin konvensional untuk beragam skenario perjalanan.

Dalam penggunaan sehari-hari, pilihan teknologi penggerak biasanya dipengaruhi oleh kebiasaan berkendara pemilik. Jarak tempuh rutin, akses terhadap fasilitas pengisian daya, intensitas perjalanan luar kota, dan kebutuhan kendaraan serbaguna dapat menjadi beberapa hal yang dipertimbangkan sebelum menentukan model yang akan dibeli. Karena itu, pertumbuhan penjualan kendaraan i-DM memberi gambaran bahwa pasar mulai melihat PHEV sebagai opsi yang relevan.

Kontribusi i-DM Mengangkat Penjualan Bulanan

Dari total 411 unit retail sales Jetour sepanjang September, 288 unit berasal dari T1 i-DM dan T2 i-DM. Artinya, porsi penjualan dua model tersebut jauh melampaui separuh penjualan bulanan perusahaan. T1 i-DM sendiri menyumbang lebih dari sepertiga total retail sales Jetour, sedangkan T2 i-DM memberikan kontribusi yang nyaris setara.

Dominasi ini menjadi indikasi positif bagi strategi Jetour dalam menawarkan model dengan perpaduan elektrifikasi dan mesin pembakaran internal. Konsistensi kontribusi kendaraan i-DM selama September mencerminkan respons yang baik terhadap konsep SUV yang menawarkan karakter berbeda dari kendaraan konvensional sepenuhnya.

Kenaikan dari 351 unit pada Agustus menjadi 411 unit pada September juga menjadi catatan penting bagi Jetour. Selisih 60 unit tersebut tidak hanya memperbesar total penjualan bulanannya, tetapi memperlihatkan bahwa pertumbuhan didorong terutama oleh model-model yang membawa teknologi PHEV.

Bagi konsumen yang sedang mempertimbangkan SUV elektrifikasi, data ini dapat menjadi salah satu gambaran mengenai model yang paling banyak dipilih di lini Jetour selama September 2026. Namun, keputusan pembelian tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, termasuk fitur kendaraan, kapasitas, pola perjalanan, serta kesiapan penggunaan teknologi plug-in hybrid dalam aktivitas sehari-hari.

Dengan T1 i-DM sebagai penyumbang penjualan tertinggi dan T2 i-DM berada tepat di belakangnya, lini i-DM menjadi fondasi utama penjualan retail Jetour pada September 2026. Performa tersebut sekaligus memperkuat posisi model plug-in hybrid sebagai motor pertumbuhan perusahaan di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap pilihan kendaraan dengan teknologi elektrifikasi.

Frequently Asked Questions

What is Jetour Kantongi Penjualan 411 Unit?

Jetour Kantongi Penjualan 411 Unit is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Jetour Kantongi Penjualan 411 Unit matter?

Jetour Kantongi Penjualan 411 Unit matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a comment 💬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *