Jatim Terkini

Karhutla Melanda Arjuno-Welirang dan Anjasmoro, Seluruh Jalur Pendakian Ditutup

Karhutla Melanda Arjuno-Welirang dan Anjasmoro, Seluruh Jalur Pendakian Ditutup
Foto : Sarah Moore - beritanaya.com

Karhutla Melanda Arjuno Welirang dan Anjasmoro, Jalur Pendakian Ditutup

Beritanaya.com – Karhutla Melanda Arjuno Welirang dan Anjasmoro menjadi alasan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menutup seluruh jalur pendakian di kawasan tersebut mulai Sabtu, 17 Oktober. Penutupan sementara dilakukan setelah kebakaran hutan dan lahan terjadi di area Taman Hutan Raya R. Soerjo yang mencakup Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Pasuruan, dan Kota Batu.

Kebijakan ini diterapkan untuk melindungi pendaki, masyarakat sekitar, serta petugas yang menjalankan operasi pengendalian api. Akses menuju kawasan pegunungan dibatasi agar mobilitas tim di lapangan tidak terganggu dan risiko keselamatan dapat ditekan selama kebakaran masih ditangani.

Tim Gabungan Tangani Titik Kebakaran

UPT Tahura R. Soerjo mengerahkan berbagai unsur untuk menangani kebakaran. Polisi Kehutanan, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, Masyarakat Mitra Polhut, relawan, dan warga setempat terlibat dalam upaya pengendalian api di sejumlah lokasi terdampak.

Penanganan Karhutla Melanda Arjuno Welirang dan Anjasmoro juga didukung Badan Penanggulangan Bencana Daerah, kepolisian, TNI, serta pemerintah daerah. Koordinasi lintas instansi diperlukan karena titik kebakaran tersebar di wilayah dengan medan, akses, dan kebutuhan penanganan yang berbeda.

“Setiap lokasi memiliki kondisi medan dan kebutuhan penanganan yang berbeda. Kami mengarahkan pengelola kawasan untuk memperkuat regu di lapangan, mengendalikan perambatan api, serta memastikan keselamatan petugas dan masyarakat,” kata Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur Jumadi, Sabtu (17/10).

Selain memadamkan api, petugas perlu mengamankan area sekitar dan mengawasi kemungkinan api meluas. Kontur lereng, vegetasi, serta jarak menuju titik kebakaran dapat memengaruhi pergerakan regu pemadam. Kondisi tersebut membuat pembatasan aktivitas pendakian menjadi bagian penting dari langkah pengamanan.

Titik Karhutla di Mojokerto dan Pasuruan

Hingga pukul 06.00 WIB, kebakaran di Kabupaten Mojokerto tercatat terjadi di Gunung Kukusan, Putuk Kencur, Putuk Duro, Putuk Sembung, dan Bukit Cendono. Luas area yang telah terpetakan di wilayah Mojokerto mencapai 170,39 hektare.

Sebanyak 80 personel dari Polisi Kehutanan, Manggala Agni, dan relawan dikerahkan untuk membantu pengendalian kebakaran di Mojokerto. Pengerahan personel ditujukan untuk menahan perambatan api sekaligus menjaga kawasan yang terdampak.

Di Kabupaten Pasuruan, titik kebakaran terpantau berada di Puthuk Bulak, Guo Gambir, Blok Tungwulung, Blok Anjat, dan Gunung Ringgit. Luas lahan yang terdampak di kawasan Pasuruan belum dapat dipastikan karena proses pemadaman masih berlangsung.

Karhutla Melanda Arjuno Welirang dan Anjasmoro tidak dapat ditangani dengan pola yang sama di setiap lokasi. Tim harus menyesuaikan strategi dengan kondisi akses, arah perambatan api, karakter vegetasi, serta kebutuhan pengamanan bagi warga dan petugas.

Seluruh Pendaki Diminta Mematuhi Penutupan

Seluruh jalur pendakian Arjuno-Welirang dan Anjasmoro ditutup sebagai langkah pencegahan sampai situasi dinilai aman. Masyarakat yang telah merencanakan pendakian diminta tidak memasuki kawasan dan mengikuti arahan pengelola maupun petugas di lapangan.

Memaksakan diri masuk ke area terdampak dapat membahayakan keselamatan pengunjung dan menghambat kerja regu pemadam. Akses kawasan saat ini diprioritaskan untuk operasi penanganan kebakaran, pengawasan, serta pengamanan titik-titik rawan.

Tahura R. Soerjo melintasi beberapa wilayah administratif sehingga penanganannya membutuhkan kerja sama yang berkelanjutan. Pembukaan kembali jalur pendakian akan bergantung pada perkembangan kondisi di lapangan dan pertimbangan keselamatan semua pihak.

FAQ Penutupan Jalur Arjuno-Welirang dan Anjasmoro

Apakah semua jalur pendakian ditutup? Ya, seluruh akses pendakian di kawasan Arjuno-Welirang dan Anjasmoro ditutup sementara menyusul kebakaran hutan dan lahan.

Mengapa pendaki tidak boleh masuk kawasan? Penutupan dilakukan untuk mencegah risiko bagi pendaki, menjaga keselamatan petugas, dan memberi ruang bagi operasi pengendalian api.

Kapan jalur pendakian akan dibuka kembali? Pembukaan kembali bergantung pada perkembangan penanganan kebakaran dan hasil pertimbangan keselamatan di lapangan.

Apa yang sebaiknya dilakukan calon pendaki? Calon pendaki sebaiknya menunda rencana perjalanan dan mematuhi pembatasan akses yang berlaku hingga ada informasi lebih lanjut dari pengelola kawasan.

Leave a comment 💬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *