𝕏 f WA
Bali Terkini

Menjaga Tenun Songket Gelgel: Ditenun Pakai Cagcag, Didaftarkan Indikasi Geografis

Share: 𝕏 Twitter Facebook
Menjaga Tenun Songket Gelgel: Ditenun Pakai Cagcag, Didaftarkan Indikasi Geografis
Foto : Sarah Moore - beritanaya.com

Menjaga Tenun Songket Gelgel: Dari Cagcag Menuju Pengakuan IG

Beritanaya.com – Klungkung, Bali — Upaya menjaga Tenun Songket Gelgel semakin kuat dengan proses pendaftaran Indikasi Geografis yang memasuki tahap akhir. Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Bali melalui Tim Bidang Kekayaan Intelektual telah melakukan pendampingan intensif untuk menyempurnakan Dokumen Deskripsi. Kegiatan ini melibatkan banyak pihak, mulai dari Tim Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, BRIDA Klungkung, Sentra KI, hingga MPIG Tenun Songket Gelgel dan perwakilan pemerintah desa.

Proses Pendampingan dan Kunjungan Lapangan

Rangkaian kegiatan dimulai dengan kunjungan langsung ke lokasi produksi. Tim ahli melakukan observasi terhadap para pengrajin untuk memahami proses pembuatan dan karakteristik unik produk. Setelah tahap observasi lapangan selesai, diskusi mendalam dilanjutkan antara Tim Ahli Indikasi Geografis bersama perwakilan DJKI dengan BRIDA Kabupaten Klungkung, MPIG, dan unsur pemerintah desa. Pembahasan ini bertujuan memastikan dokumen yang disusun mampu menggambarkan karakteristik serta reputasi produk secara komprehensif.

Dalam diskusi tersebut, disepakati bahwa produk yang dihasilkan mencakup kamen, saput, dan selendang dengan ukuran yang disesuaikan berdasarkan jenis produknya. Setiap varian memiliki spesifikasi tersendiri yang menjadi ciri khas dari menjaga Tenun Songket Gelgel sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan.

Kekhasan Produk dan Teknik Tradisional

Dari aspek karakteristik dan kualitas, Tenun Songket Gelgel memiliki standar khusus yang membedakannya dari produk sejenis. Produk ini disepakati memiliki kandungan minimal 10 persen benang emas yang memberikan nilai estetika dan ekonomi tinggi. Selain itu, proses produksinya menggunakan teknik “nyongket” dengan alat tenun tradisional “cagcag” sebagai bagian dari kekhasan proses produksinya.

Tenun Songket Gelgel dibuat menggunakan teknik “nyongket” dengan alat tenun tradisional “cagcag” sebagai bagian dari kekhasan proses produksinya.

Teknik nyongket yang dilakukan dengan cagcag ini bukan sekadar metode produksi, melainkan warisan leluhur yang harus dijaga keberadaannya. Penggunaan alat tenun tradisional ini memberikan sentuhan khas pada setiap helai kain yang dihasilkan, sehingga produk memiliki nilai budaya yang tinggi di samping nilai ekonominya.

Peta Wilayah dan Dokumentasi Komprehensif

Selain karakteristik produk, pembahasan juga mencakup penyempurnaan peta wilayah Indikasi Geografis yang akan menjadi bagian penting dalam dokumen pengajuan. Proses ini memastikan bahwa seluruh aspek yang berkaitan dengan Tenun Songket Gelgel telah terdokumentasi dengan baik sebelum pengajuan resmi dilakukan. Peta wilayah ini akan menunjukkan batas-batas area produksi dan distribusi yang menjadi bagian dari identitas produk.

Pendaftaran Indikasi Geografis ini merupakan langkah strategis untuk melindungi produk lokal dari pemalsuan dan peniruan. Dengan pengakuan resmi, menjaga Tenun Songket Gelgel tidak hanya menjadi tanggung jawab para pengrajin, tetapi juga menjadi kewajiban bersama masyarakat dan pemerintah daerah. Pengakuan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk di pasar nasional maupun internasional.

Leave a comment 💬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *