𝕏 f WA
Jateng Terkini

New Policy: Disdik Bantah Sekolah Rakyat Jadi Penyebab SD Negeri di Semarang Sepi Peminat

Share: 𝕏 Twitter Facebook
New Policy: Disdik Bantah Sekolah Rakyat Jadi Penyebab SD Negeri di Semarang Sepi Peminat

New Policy: Disdik Kota Semarang Bantah Sekolah Rakyat Jadi Penyebab SD Negeri Sepi Peminat

New Policy – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang mengklaim bahwa program Sekolah Rakyat (SR) bukan penyebab utama menurunnya minat orang tua untuk mengirimkan anak ke Sekolah Dasar (SD) negeri. Pihak Disdik menyatakan bahwa fenomena ini lebih berkaitan dengan pergeseran preferensi masyarakat ke jenis pendidikan lain, seperti SD swasta atau lembaga pendidikan non-formal. “New Policy yang kami luncurkan justru menjadi solusi untuk memastikan SD negeri tetap relevan dan menarik bagi warga,” jelas Kepala Disdik Kota Semarang, M Ahsan, dalam wawancara dengan JPNN.com di SR Kota Semarang, Kamis (16/7).

Dukungan untuk Program Sekolah Rakyat

Ahsan menegaskan bahwa program SR bukan sekadar alat transfer murid dari SD negeri, tetapi memiliki peran strategis dalam mendukung kebijakan pendidikan inklusif. “New Policy ini dirancang agar semua lapisan masyarakat, terutama desil 1 dan desil 2, bisa mendapatkan akses pendidikan yang lebih merata dan berkualitas. SR bukanlah ancaman, melainkan upaya pemerintah untuk memperkuat peran sekolah dalam pemberdayaan warga,” terangnya. Menurut Ahsan, keberadaan SR justru memperlihatkan bahwa pemerintah peduli pada kesejahteraan pendidikan rakyat.

β€œNew Policy ini justru memberikan momentum untuk mengevaluasi kebutuhan pendidikan masyarakat. SR adalah bagian dari perencanaan jangka panjang, sehingga tidak mungkin langsung menyebabkan penurunan minat ke SD negeri,”

Ahsan menambahkan bahwa kebijakan ini diharapkan bisa menghasilkan data yang lebih akurat dan memperjelas peran masing-masing jenis pendidikan di Kota Semarang.

Pergeseran Minat ke Sekolah Swasta

Di sisi lain, kecenderungan orang tua beralih ke SD swasta dan madrasah ibtidaiyah (MI) menjadi fokus utama Disdik dalam evaluasi lebih lanjut. “New Policy tidak menutup kemungkinan SD negeri tetap diminati, tetapi kita harus melihat faktor-faktor eksternal seperti biaya, fasilitas, dan reputasi sekolah,” jelas Ahsan. Menurutnya, sekolah swasta seringkali menawarkan lingkungan belajar yang lebih dinamis, program ekstra kurikuler yang beragam, serta layanan kependidikan yang lebih fleksibel.

β€œKami sedang mengeksplorasi potensi New Policy untuk memperbaiki kualitas SD negeri. Jika tidak ada hambatan, SD negeri seharusnya bisa menerima lebih banyak siswa baru, terutama dengan adanya intervensi dari pemerintah,”

Selain itu, Disdik juga mempertimbangkan peran lembaga pendidikan lain seperti pesantren atau bimbingan belajar dalam menarik minat masyarakat.

Evaluasi dan Strategi Peningkatan Daya Tarik

Dinas Pendidikan Kota Semarang akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SD negeri yang mengalami kekurangan murid. “New Policy ini akan menjadi dasar untuk merancang strategi penguatan SD negeri, termasuk peningkatan mutu guru, pengembangan fasilitas, dan penyesuaian kurikulum agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat,” kata Ahsan. Dalam evaluasi mendatang, Disdik akan melibatkan stakeholder lokal seperti komite sekolah, guru, dan orang tua untuk mengidentifikasi penyebab penurunan minat.

β€œKami juga akan melakukan peningkatan kuota afirmasi bagi siswa dari keluarga kurang mampu. New Policy ini dirancang untuk mendorong partisipasi warga dalam pendidikan, bukan mempercepat perpindahan dari SD negeri ke SR,”

Ahsan berharap, dengan langkah-langkah ini, SD negeri bisa kembali menjadi pilihan utama bagi masyarakat, terutama dengan peran pendidikan rakyat yang tetap dijaga.

Leave a comment πŸ’¬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *