𝕏 f WA
Jatim Terkini

Historic Moment: Pemkot Surabaya Kebut Revitalisasi 16 Pasar, Siapkan Rp20 M untuk Daya Saing Pedagang

Share: 𝕏 Twitter Facebook
Historic Moment: Pemkot Surabaya Kebut Revitalisasi 16 Pasar, Siapkan Rp20 M untuk Daya Saing Pedagang

Historic Moment: Surabaya Revitalizes 16 Markets with Rp20 Billion for Trader Competitiveness

Historic Moment – Pemerintah Kota Surabaya (Pemkot) sedang mempercepat proyek revitalisasi 16 pasar tradisional sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing para pedagang. Dengan alokasi anggaran sekitar Rp20 miliar, inisiatif ini diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap kualitas dan kenyamanan pasar rakyat, serta mengakselerasi transformasi ekonomi lokal. Revitalisasi ini menjadi momen penting dalam upaya menghadirkan ruang dagang yang lebih modern dan inovatif, sekaligus menjawab tantangan era digital.

Progres Revitalisasi Pasar: Fokus pada Infrastruktur dan Fasilitas

Menurut Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Iman Krestian, progres revitalisasi pasar berjalan lancar sesuai rencana. Beberapa pasar seperti Tembok Dukuh, Kembang, Simogunung, dan Babaan Baru telah memasuki tahap pengerjaan akhir, sementara pasar lain masih dalam proses konstruksi, pengadaan, atau pemasangan infrastruktur. “Kita terus mempercepat penyelesaian agar bisa memberikan manfaat segera bagi pedagang dan masyarakat,” terang Iman, Selasa (14/7).

Revitalisasi ini tidak hanya menargetkan perbaikan fisik, tetapi juga memperkuat sistem layanan pendukung. Fasilitas seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), grease trap, sentra pemotongan unggas, serta sarana sanitasi dan drainase diperbarui secara menyeluruh. Perubahan ini bertujuan mengatur zonasi pedagang, mengurangi gangguan pasar tumpah, dan meminimalkan hambatan lalu lintas di sekitar area pasar. Dengan demikian, momen sejarah ini menjadi langkah konkret dalam menghadirkan ekosistem dagang yang lebih terstruktur dan efisien.

Manfaat untuk Pedagang dan Masyarakat Sekitar

Proyek revitalisasi pasar ini diproyeksikan memberikan dampak langsung pada daya saing para pedagang. Dengan fasilitas yang lebih lengkap dan lingkungan yang lebih nyaman, para pedagang diberi ruang untuk menarik lebih banyak konsumen. “Ini adalah momen penting bagi pasar tradisional karena mengubah paradigma dagang dari sekadar tempat jual beli menjadi pusat komunitas yang lebih dinamis,” jelas Iman. Selain itu, Pemkot juga berharap proyek ini bisa memperkuat keberlanjutan usaha pedagang, terutama dalam menghadapi persaingan dari pasar modern.

Revitalisasi juga melibatkan peningkatan kualitas layanan kepada pengunjung. Fasilitas tambahan seperti tempat parkir, area bersih, dan akses internet di beberapa pasar menjadi bagian dari upaya menciptakan pengalaman berbelanja yang lebih menyenangkan. Perubahan ini tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui peningkatan lingkungan hidup dan akses ke layanan publik.

Kepala Dinas Perdagangan Surabaya, Arief Rahman, menambahkan bahwa revolusi pasar tradisional ini menjadi bagian dari visi Kota Surabaya dalam membangun ekonomi kreatif. “Pasar rakyat harus tetap menjadi tulang punggung perekonomian, tetapi harus bersaing secara efektif dengan pasar modern,” kata Arief. Ia menjelaskan bahwa pendanaan Rp20 miliar di alokasikan untuk perbaikan fasilitas, pemasaran, serta pelatihan bagi pedagang dalam memanfaatkan teknologi digital.

Konteks Revitalisasi: Tantangan dan Peluang di Tengah Perubahan Era

Pasaran kehidupan sejarah ini dilatarbelakangi oleh tantangan yang dihadapi pasar tradisional di Surabaya. Dengan munculnya pasar modern, seperti pusat perbelanjaan dan e-commerce, para pedagang tradisional perlu meningkatkan kualitas produk dan layanan. Revitalisasi 16 pasar menjadi strategi untuk mengakomodasi kebutuhan ini, sekaligus menjaga keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi lokal.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi inklusif Kota Surabaya. Pemkot menyebutkan bahwa pasar rakyat menyumbang sekitar 40% dari transaksi dagang di kota tersebut. Dengan perbaikan infrastruktur dan fasilitas, diharapkan pasar tradisional bisa tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat, terutama kalangan menengah dan rendah. Revitalisasi ini menjadi moment sejarah yang menggambarkan komitmen Pemkot Surabaya dalam menciptakan ekosistem perdagangan yang sehat dan berkelanjutan.

Menurut perencanaan, seluruh 16 pasar revitalisasi akan selesai dalam waktu 24 bulan. Pemkot juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga kebersihan dan ketertiban di pasar. “Momen ini adalah kesempatan untuk menjadikan pasar sebagai ruang yang lebih bermakna, bukan hanya tempat jual beli, tapi juga ruang komunitas,” ujar Iman. Dengan demikian, inisiatif ini tidak hanya tentang fisik bangunan, tetapi juga tentang transformasi mental dan budaya dagang di Surabaya.

Leave a comment πŸ’¬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *