Libur Sekolah: Masyarakat Diimbau Jaga Imunitas Tubuh Selama Cuaca Tak Menentu
Important Visit – SURABAYA – Libur sekolah yang terjadi sekaligus dengan perubahan cuaca yang bervariasi memerlukan perhatian lebih dari masyarakat. Periode ini sering kali menjadi waktu yang rentan untuk menurunnya daya tahan tubuh, terutama akibat cuaca yang tidak stabil. Dinamika iklim yang berubah-ubah dapat memicu peningkatan risiko infeksi, seperti flu, demam, dan penyakit menular lainnya, karena tubuh perlu beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang tidak konsisten. Oleh karena itu, pentingnya visit ke fasilitas kesehatan atau kebiasaan hidup sehat menjadi bagian dari upaya mencegah kejadian penyakit yang bisa mengganggu kenyamanan liburan.
Mengapa Cuaca Tak Menentu Berdampak pada Daya Tahan Tubuh?
Perubahan iklim, seperti peralihan musim atau fluktuasi suhu yang drastis, dapat mengganggu keseimbangan fungsi tubuh. Ketika cuaca terlalu dingin atau panas, sistem kekebalan tubuh mungkin terganggu, sehingga individu lebih rentan terhadap penyakit. Hal ini terjadi karena tubuh membutuhkan energi lebih besar untuk mengatur suhu dan menjaga metabolisme, sehingga kekebalan bisa menurun jika tidak diimbangi dengan pola hidup yang sehat. Selain itu, cuaca buruk seperti hujan lebat atau angin kencang juga meningkatkan kemungkinan penyebaran virus melalui udara atau kontak langsung.
Dr. Hendera Henderi, Sp.OG, MHPM, dari National Hospital, mengingatkan bahwa masyarakat harus memperhatikan pola makan, kebugaran, dan kebersihan lingkungan selama libur sekolah. “Libur sekolah adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan imunitas tubuh, terutama karena cuaca yang tidak menentu,” terangnya, Minggu (28/6). Ia menekankan bahwa kebiasaan seperti mengonsumsi makanan bergizi, tidur cukup, dan menghindari stres berlebihan sangat krusial dalam menjaga kesehatan secara optimal.
Menurut dr. Henderi, salah satu cara efektif untuk meningkatkan daya tahan tubuh adalah dengan menjaga kelembapan tubuh melalui minum air putih yang cukup. Selain itu, konsumsi vitamin C dan E dari sumber alami seperti buah-buahan dan sayuran hijau juga membantu menguatkan imunitas. Olahraga ringan, seperti jalan kaki atau yoga, dapat memberikan manfaat tambahan dalam meningkatkan peredaran darah dan keseimbangan hormon.
Program Immune Booster dari National Hospital
Sebagai bagian dari pentingnya visit kesehatan rutin, National Hospital menyediakan layanan Immune Booster yang dirancang untuk membantu masyarakat memperkuat daya tahan tubuh. Layanan ini mencakup program pemeriksaan kesehatan menyeluruh (Medical Check Up Center) yang dilengkapi dengan nutrisi khusus, pengukuran kadar vitamin, dan konsultasi dengan ahli gizi. Program ini bisa diakses di lingkungan rumah, kantor, atau fasilitas kesehatan terdekat, tergantung pada kebutuhan masing-masing individu. Selain itu, National Hospital juga menyediakan pelatihan cara merawat diri di tengah cuaca tak menentu, termasuk teknik pernapasan dan pemanasan tubuh sebelum beraktivitas di luar rumah.
Libur sekolah memberikan kesempatan untuk masyarakat, terutama anak-anak, untuk memperkuat pola hidup sehat tanpa terganggu rutinitas sehari-hari. Namun, kebiasaan seperti menunda makan, kurang bergerak, atau mengabaikan kebersihan tangan bisa menyebabkan penurunan imunitas yang signifikan. Dengan menjaga kebugaran dan mengonsumsi makanan bergizi, masyarakat dapat mengoptimalkan kesehatan tubuh, sehingga libur sekolah tidak hanya menjadi waktu untuk bersenang-senang, tetapi juga untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap siap menghadapi perubahan cuaca yang tidak terduga.
Direktur National Hospital menambahkan bahwa program Immune Booster tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga mencakup pengelolaan stres dan kelelahan. “Masyarakat harus sadar bahwa imunitas tubuh bukan hanya hasil dari asupan nutrisi, tetapi juga kesehatan mental,” ujarnya. Ia menyarankan untuk mengatur waktu istirahat dan menghindari kelelahan berlebihan, karena kondisi psikologis yang tidak sehat bisa memengaruhi respons imun tubuh. Selain itu, pentingnya visit ke dokter secara berkala juga menjadi faktor penting dalam mencegah penyakit yang mungkin terjadi selama libur.
