𝕏 f WA
Jatim Terkini

Key Strategy: Unusa Luncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan, Perkuat ESG dan SDGs

Share: 𝕏 Twitter Facebook
Key Strategy: Unusa Luncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan, Perkuat ESG dan SDGs

Key Strategy: Unusa Perkenalkan SMKB dan Program MM untuk Perkuat ESG & SDGs

Key Strategy – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) meluncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan (SMKB) serta Program Magister Manajemen (MM) sebagai bagian dari strategi utama menghadapi tantangan ekonomi global dan kebutuhan akan transformasi pendidikan. Langkah ini diambil dalam rangka menyesuaikan kurikulum dengan prinsip keberlanjutan, yang semakin menjadi fokus dalam mengukur kesuksesan organisasi modern. Dengan pendekatan Key Strategy, Unusa berkomitmen untuk mengintegrasikan nilai-nilai ESG (Environmental, Social, dan Governance) serta SDGs (Sustainable Development Goals) dalam pendidikan tinggi.

Mengapa SMKB dan MM Menjadi Prioritas?

Dalam pidatonya selama Dies Natalies ke-13, Rektor Unusa Prof Tri Yogi Yuwono menjelaskan bahwa peluncuran SMKB dan MM adalah jawaban atas kompleksitas isu-isu global, seperti perubahan iklim, ketimpangan sosial, dan krisis kesehatan. “Kini, kesuksesan sebuah perusahaan tidak hanya diukur melalui laba, tetapi juga kemampuannya dalam menjaga lingkungan dan mendorong kesejahteraan masyarakat,” tegasnya. Strategi ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin baru yang mampu menggabungkan inovasi teknologi dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Mengintegrasikan Nilai Islam dalam Pendidikan Berkelanjutan

Menurut Prof Yogi, konsep keberlanjutan sudah menjadi bagian dari nilai-nilai Islam sejak lama, terutama melalui prinsip Khalifah fil Ardh—yang mengamanahkan tugas manusia untuk menjaga keseimbangan alam dan memperkaya bumi. “SMKB adalah bentuk ijtihad akademik yang menyesuaikan pendekatan modern dengan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam,” ujarnya. Program ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami manajemen secara teknis, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang menerapkan keberlanjutan dalam setiap keputusan bisnis.

SMKB tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga memberikan pengalaman langsung melalui proyek-proyek kolaboratif dengan industri. Misalnya, mahasiswa akan bekerja dengan perusahaan-perusahaan yang sudah menerapkan ESG, serta berpartisipasi dalam program penelitian yang berfokus pada pengurangan limbah, efisiensi energi, dan kesehatan masyarakat. “Ini adalah cara terbaik untuk mengajarkan praktik berkelanjutan secara langsung,” tambah Prof Yogi.

Program MM dengan Pendekatan Berkelanjutan

Program Magister Manajemen (MM) yang dirancang juga memiliki karakteristik unik. Kurikulumnya dibangun atas dua pilar utama: penguasaan manajemen modern secara menyeluruh, serta penerapan prinsip keberlanjutan dalam praktik manajerial. Selain mata kuliah wajib, mahasiswa akan memilih bidang spesialisasi seperti manajemen lingkungan, kesehatan komunitas, atau inisiatif sosial. “MM Unusa adalah jawaban atas kebutuhan dunia akan pemimpin yang mampu mengelola sumber daya secara berkelanjutan,” ujar Prof Yogi.

Program ini juga mencakup pelatihan keahlian khusus, seperti analisis risiko lingkungan, manajemen krisis, dan strategi pemasaran hijau. Dengan memadukan pendidikan berbasis data dan pendekatan Key Strategy, Unusa menargetkan untuk melahirkan lulusan yang mampu menghadapi perubahan global serta memenuhi standar internasional. “Kami ingin menjadi lembaga pendidikan yang menjadi referensi untuk pendidikan berkelanjutan di Asia Tenggara,” tambahnya.

Masa Depan Pendidikan di Indonesia

Strategi ini juga bertujuan untuk memperkuat kemitraan antara universitas dan sektor publik serta swasta. Unusa berharap SMKB dan MM bisa menjadi model pendidikan yang mendorong inisiatif lokal dalam menghadapi isu-isu global. “Kami ingin mendorong praktik berkelanjutan di tingkat komunitas, mulai dari level lokal hingga internasional,” ujarnya. Program ini akan dilengkapi dengan fasilitas pembelajaran terkini, termasuk laboratorium digital, platform pembelajaran online, dan pertukaran mahasiswa dengan universitas internasional.

Dengan pendekatan Key Strategy, Unusa menegaskan komitmennya untuk menjadikan pendidikan sebagai alat penggerak keberlanjutan. Rektor menekankan bahwa SMKB dan MM bukan hanya peningkatan kuantitas, tetapi juga kualitas—dalam hal mampu menciptakan perubahan positif bagi lingkungan dan masyarakat. “Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa lulusan Unusa siap menghadapi masa depan yang semakin kompleks dan penuh tantangan,” pungkas Prof Yogi.

Leave a comment 💬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *