Bulog Jatim Serap Gabah Petani Lampaui Target 884 Ton
Visit Agenda – SURABAYA – Program penyerapan gabah oleh Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur telah mencapai 100 persen dari target yang ditetapkan. Hingga hari Sabtu (11/7), jumlah gabah yang diserap mencapai 884.559 ton, melebihi rencana awal. Capaian ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui Visit Agenda yang terus berjalan intensif di wilayah Jawa Timur.
Persiapan Matang Sejak Awal Tahun
Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu A, mengungkapkan keberhasilan ini tidak terlepas dari persiapan yang matang sejak awal tahun. Dalam Visit Agenda, Bulog Jatim memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk dinas pertanian, penyuluh pertanian, dan mitra maklon, untuk memastikan logistik dan distribusi gabah berjalan efisien. Visit Agenda juga mencakup peran aktif dari Tim Jemput Pangan yang terus bergerak di lapangan guna memastikan petani mendapat harga yang adil.
βKomitmen Bulog Jatim dalam Visit Agenda adalah untuk memberdayakan petani dan menjaga keseimbangan harga gabah di tingkat produksi,β jelas Langgeng, Minggu (12/7). Ia menegaskan bahwa sinergi dengan TNI, Polri, serta penyalur dana pembelian Gabah Kering Panen (GKP) menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas pasokan pangan.
Kemitraan dan Kerja Sama
Bulog Jatim melibatkan sejumlah mitra strategis dalam Visit Agenda, termasuk organisasi swasta dan lembaga pemerintah. Peran penyuluh pertanian dalam memberikan edukasi tentang pemasaran gabah menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan penyerapan. Selain itu, upaya memaksimalkan penyerapan Jagung Pipil Kering (JPK) juga dilakukan sebagai bagian dari Visit Agenda untuk memperkaya cadangan bahan pangan strategis.
Proses penyerapan gabah dilakukan secara transparan dan terpadu, dengan sistem digital yang mendukung pengawasan. Langgeng menambahkan, βVisit Agenda tidak hanya menguntungkan petani, tetapi juga memastikan distribusi beras terlaksana secara merata di seluruh daerah.β Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat sistem pangan Indonesia, khususnya di Jawa Timur, yang menjadi salah satu sentra produksi gabah nasional.
Peran Pemerintah Daerah
Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur, Bambang Wuryanto, mengapresiasi upaya Bulog dalam Visit Agenda tersebut. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah daerah dan Bulog berdampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani dan pengurangan risiko panen terlambat. βVisit Agenda menjadi jembatan untuk menyalurkan hasil pertanian secara langsung ke pasar, sehingga nilai tukar gabah tetap stabil,β ujar Bambang.
Kebijakan penyerapan gabah ini juga mengurangi risiko tekanan harga yang bisa merugikan petani. Dengan mempercepat penyerapan, Bulog Jatim berupaya menjaga daya beli masyarakat dan menekan inflasi bahan pokok. Langgeng menegaskan, βKami terus meningkatkan Visit Agenda sebagai strategi jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan pasokan beras di Indonesia.β
Dalam Visit Agenda, Bulog Jatim juga memberikan pelatihan dan pendampingan kepada petani agar mereka mampu memenuhi standar kualitas gabah. Fokus pada pengelolaan logistik dan distribusi memastikan hasil panen dapat diakses oleh industri pangan dan konsumen secara optimal. Langgeng berharap capaian ini menjadi contoh terbaik dalam upaya membangun sistem pangan yang lebih tangguh.
Kinerja dan Dampak Positif
Dengan menyerap 884.559 ton gabah, Bulog Jatim menunjukkan kinerja yang kuat dalam Visit Agenda. Angka ini menandai keberhasilan dari 100 persen target yang ditetapkan, menggambarkan komitmen lembaga tersebut untuk mendukung sektor pertanian. Dalam beberapa bulan terakhir, penyerapan gabah di Jawa Timur tercatat meningkat 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Langgeng menekankan bahwa Visit Agenda bukan hanya tentang jumlah gabah yang diserap
